
Episode 23
Di rumah sakit.
Shera duduk termengu... Tak jarang ia berdiri dan duduk kembali di depan ruang ICU, shera kebingungan serta hawatir akan kondisi Rizal yang semakin hari semakin melemah.. Selain itu shera tak bisa mengatakannya pada keluarga Rizal, karna permintaan Rizal...
Sembari menunggu dokter yang tengah memeriksa Rizal, Shera pun berkata dalam hatinya..
*ya tuhan bagai mana ini...keluarga Rizal pasti menunggu Rizal dan aku datang, aku harus bicara apa pada mereka...
Tak lama kemudian handpone Rizal yang berada di tas Shera pun berbunyi, sebagai tanda ada yang menelfon, saat Shera mengambil dan melihatnya ternyata sang papah Rizal menelfonya, namun apa daya shera pun menolaknya dan memberi pesan pada papah Rizal.
"om maaf shera tidak bisa datang, shera berada di rumah sakit, om lanjutkan saja dulu acara tunangan ka Alan... Tidak usah menunggu kami, tolong om jangan katakan dahulu pada oma dan ka Alan atao siapapun, setelah acara ka Alan selesai tolong om datanglah ke rumah sakit Mutiara dan kami berada di ruang melati 1.ucap Shera dalam pesan
Setelah itu tak lama kemudian dokterpun keluar dan mendekati Shera.
"nona... Maaf apakah anda keluarga pasien? Tanya dokter.
"e, iya dok..., em, bagai mana kondisinya dok...? Ucap dan tanya Shera.
"untuk sementara dirinya belum sadar, dan kondisi Rizal semakin lemah... Saya sarankan agar dia tidak melakukan aktifitas yang berat... Dia harus lebih banyak istirahat,dan saya sarankan secepatnya dia harus melakukan operasi karna sudah terlalu parah.ucap dokter.
"e,baik dok... Jawab Shera dengan perasaan sedih dan hawatir.
****
Sementara di acara pertunangan Alan dan Elena.
Burhan panik dan ingin acaranya cepat selesai karna hawatir dengan Shera dan Rizal, setelah membaca ppesan dari Shera,ia lalu sempat terdiam dan berkata dalam hatinya.
*apa yang terjadi pada mereka... Mengapa Shera melarangku untuk memberi taukan pada Alan dan semuanya.
Lalu tak lama kemudian oma Tantripun mendekatinya.
"Burhan ada apa? Bagai mana dengan Rizal dan Shera ,mengapa acara sudah mau mulai mereka belum datang juga..? Tanya oma Tantri.
Burhan lagi lagi terdiam dan berkata dalam hati.
*bagai mana ini... Apa yang harus ku jelaskan pada mamah...
"Burhan...mengapa diam...? Tanya oma Tantri.
"e, mungkin mereka masih di jalan,lebih baik kita kesana mah... Kasihan Alan sendiri. Ucap Burhan.
"baiklah... Ya sudah ayo kita kesana... Ucap oma Tantri.
Lalu Burhan dan oma Tantri pun mendekati Alan yang tengah bersiap untuk bertunangan,walao dengan perasaan hawatir Burhan tetap tersenyum di depan Alan dan mengatakan semua baik baik saja.
****
Setelah waktu berlalu di rumah sakit. Shera duduk di samping Rizal yang belum sadar ,Shera memandangi wajah Rizal dengan berkata dalam hatinya.
*zal... Mengapa kamu begini...slama ini kamu slalu berpura pura menjadi orang yang kuat dan menutupi sakitmu, aku salut sama kamu, tapi penyakitmu sangat jahat dan semakin lama menggrogoti jantung kamu zal.
Tak lama kemudian Rizal sadar dan mengalami batuk darah
"e, Rizal....?! Syukurlah kamu sudah sadar. Ucap Shera.
"uhuk uhuk.... Batuk Rizal.
"e, Rizal....! Ya tuhan... Kamu kenapa zal,...e, darah...?! Ucap Shera dan panik.
Saat bersamaan Alan, oma Tantri dan Burhanpun datang dan melihat Rizal yang tengah batuk darah.
"Rizal...!ucap Burhan yang baru saja datang lalu segera mendekati Rizal.
"zal... Ya tuhan, oma... Ucap Alan pada Rizal lalu menoleh pada oma Tantri.
Merekapun segera mendekati Rizal,sementara itu dengan perasaan hawatir Alan bertanya pada Shera...
"Shera... Mengapa kamu tidak katakan pada kami jika Rizal Kambuh?
"sudah ka aku yang melarangnya untuk bicara pada kalian. Ucap Rizal
"mengapa Rizal...?ucap Alan
__ADS_1
Lalu oma Tantri pun menyuruh Alan untuk memanggil dokter.
"sudah alan....sekarang bukan waktunya bertanya...lebih baik kamu cepat panggil dokter Alan...
"baiklah oma... Jawab alan lalu pergi.
Di situ Shera pun sedih dan perasaanya tak karuan, untuk menenangkan hatinya Shera memilih untuk keluar karna tak sanggup melihat sang calon suaminya,
Saat keluar pintu tak sengaja Shera bertemu dengan Alan lalu alan pun bertanya padanya...
"Shera... Mau kemana kamu...
"aku ,aku gak bisa lihat dia seperti ini ka...ucap Shera lalu pergi.
Shera pun berjalan beberapa langkah dan duduk di kursi depan Ruang Rawat, Alan yang merasa kasihan akhirnya memutuskan untuk menemaninya dan duduk di samping Shera, dengan perasaan sedih Shera berkata pada Alan dengan pandangan lurus kedepan.
"dia baik ka...dia slama ini tidak pernah mengatakan dirinya sakit...tapi mengapa ka... Semakin hari dia semakin lemah.
"Shera... Kaka tau itu, dia memang orang yang kuat dan tidak pernah mengeluh akan sakitnya,kaka saja tidak pernah berfikir dia akan separah ini... Ucap Alan. "Tetapi... Apakah kamu akan terus bertahan denganya Shera... Sedang kamu tau dia sakit..
"ka... Aku yakin dia pasti akan sembuh ka... Dia akan baik baik saja... Dan aku akan tetap bertahan denganya ka... Ucap Shera.
Lalu alan pun menoleh kearah Shera dan berkata
"Shera trimakasih karna kamu... Tetap setia pada Rizal, walao kondisinya Seperti itu... ,tapi karna ini, kamu dan Rizal membatalkan pertunanganmu esok Shera?
"Tidak apa ka... Nanti akan aku katakan pada orang tuaku... Ucap Shera.
****
Setelah waktu berlalu Setelah Dokter memeriksa Rizal, Rizal berkata pada oma Tantri
"oma... Aku harus bicara berdua dengan Shera..
"e, iya Rizal... -
"biar papah panggilkan zal... Ucap Burhan memotong pembicaraan oma Tantri ."e, mah... Kita keluar... Ucapnya kembali pada oma Tantri
"iya Burhan....ucap oma Tantri. "em, Rizal oma tinggal ya
Lalu Rizalpun mengaanggukan kepalanya.
"Shera.. Aku minta maaf, ucap Rizal.
"Zal... Maaf untuk apa..? Kamu tidak usah berfikir yang tidak tidak... Ucap Shera.
"Shera, kamu tau sekarang aku seperti ini, semakin lama sakitku ini semakin bertambah, mungkin lebih baik kamu tinggalkan saja aku, karna hidupku akan menyusahkanmu ,...ucap Rizal.
"e, mengapa kamu bicara seperti itu...?apa maksud kamu... Apakah kamu merasa membebaniku...Rizal kamu harus tau, aku akan slalu setia denganmu dan kita akan menikah... Aku akan katakan pada ayah dan mamah, kalao kita tidak usah bertunangan, kita akan melangsungkan pernikahan walaopun di rumah sakit ini Rizal... Ucap Shera dengan pperasaan hancur dan sedih, serta mata yang berkaca kaca menahan air matanya.
"untuk apa Shera... Aku tidak akan bisa bahagiakan kamu Shera... Karna penyakitku akan membunuhku suwaktu waktu...aku tidak mau menyakiti hatimu, karna aku akan meninggalkanmu...ucap Rizal menangis.
"enggak... Kamu gak boleh bicara seperti itu...aku yakin kamu pasti kuat... Aku mohon izinkan aku untuk merawatmu Rizal...kumohon... Ucap Shera menangis sembari memeluk tangan Rizal.
"kamu yakin... ?Mau bersamaku walao suatu saat aku meninggalkanmu..? Ucap Rizal.
Shera tersenyum dengan linangan air mata ia pun menganggukan kepala.
Sementara Burhan yang mendengarkan percakapan Rizal dan Shera dari balik pintu pun tak tega dan tak sadar air matanya menetes begitu saja,dan dalam hati Burhan mengatakan..
*ya tuhan apakah aku tidak bisa menolong putraku?... Aku tidak tega melihat dia seperti ini...aku sudah menyakiti hatinya sedari kecil, kini dia sakit aku pun tak bisa berbuat banyak... Apa yang harus aku lakukan...
Sedang oma Tantri yang melihatnya pun berjalan mendekatinya dan mencoba menenangkanya
"Burhan... Mamah tau perasaan kamu, kamu pasti sedih dan merasa bersalah pada putramu.. Sekarang kamu lihat sendiri, dia sakit...dia butuh dukungan kita, dan mamah tidak tau bagai mana nasib pertunanganya dengan shera. Ucap oma Tantri.
"aku tau mah, dan aku mendengar.. Jika Shera tidak mau bertunangan dengan Rizal...dia ingin melangsungkan pernikahan saja mah.. Maka dari itu, aku sebagai orang tua Rizal sangat hawatir... Apakah hidup mereka akan bahagia, dan tuan Handoko apakah mau jika tau Rizal seperti ini. Ucap Burhan.
"Burhan kamu harus yakin... Putramu mampu lewati semua ini... Ucap oma Tantri.
"ya...(menghela nafas) Aku akan bertemu dengan tuan Handoko, untuk menanyakan bagai mana baiknya mah... Ucap Burhan.
Lalu Alan mendekati sang papah dan berkata bahwa dirinya yang akan bicara pada tuan Handoko yaitu ayah Shera.
"pah.. Biyar aku yang menemui orang tua Shera... Papah lebih baik luangkan waktu untuk Rizal, slama sakit dia tidak pernah bersama papah...
__ADS_1
"tapi Alan... - "sudah pah tidak papa... Semua akan baik baik saja... Dan ya, sekarang sudah jam delapan malam.. Aku harus antar Shera, karna tidak enak jika dia pulang terlalu malam... Ucap Alan memotong ucapan Burhan.
"iya Alan kamu benar... ,oma akan bicara dulu padanya ya... Ucap oma Tantri pada Alan.
"iya oma...
Setelah berbicara pada Burhan dan Alan oma Tantri pun masuk menemui Shera yang tengah menemani Rizal.
"Rizal..Shera...
"e, oma...?
"kalian sudah ngobrolnya...? Tanya oma Tantri sembari tersenyum.
"iya oma... Ucap Shera.
"Shera... Rizal...ini sudah malam, oma minta maaf...buat kamu Shera... Oma tidak enak dengan orang tua kamu, -"iya oma Shera mengerti ko... Jawab Shera tersenyum.
"Alan sudah menunggu kamu sayang... Ucap oma tantri.
"iya oma.ucap Shera pada oma Tantri. " Rizal aku pulang ya...kamu cepet sembuh... Baik baik ya... Ucap kembali pada Rizal.
Rizalpun tersenyum, Shera lalu keluar menemui Alan.
"ka Alan... Ucap Shera pada Alan. "om... Shera pulang dulu... Ucapnya kembali pada Burhan.
"iya Shera... Shera kamu gak usah hawatir, om akan bicara pada ayahmu, untuk hubungan kalian... Besok Alan akan menemui orang tuamu. Ucap Burhan.
"om Shera dan Rizal... Udah sepakat untuk langsung menikah.... Untuk soal pertunangan kami, sebenarnya Rizal sudah melamar Shera om...ucap Shera.
"iya Shera... Syukurlah Shera, om senang mendengarnya... Ya sudah ini sudah malam, om tidak mau orang tuamu berfikir yang tidak tidak... Ucap Burhan.
"ayo Shera... Ucap Alan.
****
Keesokan harinya di Perusahaan orang tua Risma.
Burhan datang kembali bersama Alan, dan di sambut baik oleh semua kariyawan... Sang pengacara Anton menyambutnya dengan baik.
"slamat pagi tuan Burhan dan tuan Alan... Sambut pengacara Anton
"pagi juga pak Anton... Ucap Burhan.
"pagi juga pak... Jawab Alan.
"o iya tuan Burhan,untuk memperkenalkan putra Tuan nanti jam setengah sembilan kita akan ada pertemuan dengan para pejabat, selain itu untuk memberi tau kalao anda sudah kembali di perusahaan ini..., ucap pengacara Anton sembari berjalan
"baik lah... Suruh saja Anita untuk atur jadwal pertemuan dan Rapat tertutupnya... Karna saya juga harus mengurus pernikahan putra saya secepatnya... Ucap Burhan yang juga sama sama tengah berjalan menuju ruang kerjanya.
"e, baiklah pak.. Nanti biyar saya bicarakan dengan Anita, dan maaf bukankah putra tuan ada dua kalao tidak salah yang satu bernama Rizal? Yang dulu pernah menolong saya?... Ucap pengacara Anton.
"anda benar.... Dia kini sakit.. Maka dari itu saya akan segera menikahkanya... Karna ini permintaan keduanya. Jawab Burhan.
"e maaf tuan... Kalao boleh tau, memangnya sakit apa Tuan... Tanya pengacara Anton.
"Rizal memiliki penyakit katup jantung, kini sakitnya sudah semakin parah... Maka dari itu saya akan perintahkan Alan yang fokus pada perusahaan ini,Agar saya tidak terlalu pusing mengaturnya... Ucap Burhan.
Sampainya di ruang kerja Burhan duduk dan melanjutkan bicaranya pada sang pengacara.
"ya Tuhan... Semoga Tuan Rizal cepat sembuh, kalao boleh tau Rizal di rawat di rumah sakit apa Tuan? Tanya Pengacara Anton.
"ia semoga saja... Dia di rawat di rumah sakit Mutiara.. Jika anda ingin menemuinya biyar Alan nanti yang menemani anda,tidak keberatan kan Alan? ,ucap Burhan pada pengacara Anton lalu sambung pada Alan.
"iya pah... Nanti biyar aku yang menemaninya, sekalian aku datang ke rumah Shera pah.ucap Alan yang duduk di samping pengacara Anton.
"Ya sudah kalao begitu saya lanjut bekerja tuan, sekalian menunjukan ruang kerja tuan Alan,untuk tuan Burhan sekali lagi selamat datang kembali di perusahaan ini. Ucap pengacara anton.
"baik terimakasih pak Anton... Ucap Burhan pada pengacara Anton. "Alan ikutlah bersama pak Anton... Nanti beliao akan tunjukan ruang kerja mu... Ucapnya kembali pada Alan.
"oke pah... Ucap Alan lalu mengikuti pengacara Anton.
Saat Alan berjalan mengikuti pengacara Anton, tiba tiba mereka pun bertemu dengan Risma.
"Alan?!!. Ucap Risma terkejut melihat Alan berada di pperusahaan orang tuanya yang kini milik Alan dan Rizal.
__ADS_1
"tante Risma...?!!
Melihat Alan berada di perusahaan itu, Risma marah dan tak terima.