Berani Menjadi Diri Sendiri

Berani Menjadi Diri Sendiri
Bab 10


__ADS_3

"Hari ini jauh lebih sulit dari hari kemarin, tapi aku masih ingin mencoba hal sulit itu, termasuk menerima semua keadaan ini." ~ Rya


Kepergian ibunya masih meninggalkan duka mendalam bagi Rya, berbeda dengan ayah sambungnya yang sudah lebih dulu mengetahui penyakit ibu Rya dia bahkan tau kehidupan ibu Rya tidak lama lagi dan sebagian harta yang dimiliki ibunya Rya akan menjadi miliknya.


"Rya, buatin bapak kopi dong." Titah Arif sambil duduk manis menonton siaran berita, tanpa berbicara apapun Rya langsung bergegas ke dapur menyiapkan kopi untuk bapak sambungnya. Ada perasaan canggung saat ia harus membuatkan kopi untuk orang yang baru ia kenal, namun Rya selalu berpikir bahwa ibunya akan hidup dengan tenang jika ia berusaha menjalin hubungan yang baik dengan Arif. Ini kopinya." Ujar Alula menyodorkan segelas kopi di meja ruang tengah, Rya bergegas untuk kembali masuk kamarnya, ' Duduk dulu, ada yang mau bapa bicarakan.


"Tutur Arif menatap Rya yang sudah setengah jalan untuk sampai ke kamarnya. Rya berbalik badan memutuskan untuk menuruti perintah bapaknya, kemudian Arif memulai pembicaraannya.

__ADS_1


"Ini soal kita, bapak mengerti kita ini baru kenal kamu juga pasti merasa tidak nyaman tapi terima kasih kamu sudah menerima bapak dengan baik, gini Rya kamu kan sudah besar tidak ada salahnya kalau kamu bisa punya penghasilan, bapak kerja tapi sepertinya tidak akan cukup untuk kita berdua akan lebih baik jika kamu juga memiliki penghasilan, gimana menurutmu?" ujar Arif yang terasa seperti memanfaatkan keberadaan Rya di hidupnya yang sebenarnya Arif tidak memiliki pekerjaan, saat berkenalan dengan ibu Alula Arif berpura-pura bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan. Rya yang sedikit syok mendengar pernyataan Arif, di usianya yang sekarang dia ingin memikirkan tugas sekolahnya dan menjadi siswi yang berprestasi di sekoah sesuai dengan keinginan ibunya, namun tiba- tiba Arif lelaki yang baru ia kenal seolah memiliki rencana lain bagi kehidupan Rya.


"Kenapa aku harus kerja ya? Ibu sudah mempersiapkan kebutuhan sekolahku sejak lama, ia hanya ingin aku berprestasi di sekolah bukan sibuk mencari pekerjaan, seperti yang bapak minta." Ucap Rya menatap Arif nanar tidak menyangka tingkah Arif seperti itu.


"Bukan begitu, bapak hanya ingin kamu membantu bapak, jika kamu ingin berprestasi lakukan saja keduanya apa sulitnya?" begitu ucap Arif sedikit membentak tanpa mendengar balasan dari Rya. Arif langsung bergegas masuk kamarnya seolah ia takut ketahuan niat busuknya.


"Huft...ibu nemu orang kaya gitu di mana coba? Nyari penghasilan lewat apa coba masa iya harus jualan, kalau nolak nanti jadi masalah lagi masalah lagiiii. Ibuuuu kenapa harus nikah lagi sihhhh, eh astagfirullahaladzim ngomong apa aku ini" gumam Rya yang masih terduduk di kursi ruang tengah rumahnya, lalu memutuskan untuk segera tidur tanpa memikirkan pembicaraan bapaknya tadi

__ADS_1


"Rya kemana ya? Tumben belum datang." Tanya Nopri kepada Soraya yang sedang fokus mencatat poin poin penting materi pelajaran pagi ini. "Paling bentar lagi datang." Soraya masih dengan posisinya yang sedang mencatat. Berkali-kali Meysin mengintip keadaan luar kelas mencari Rya yang masih belum juga datang. Pagi beranjak siang jam istirahat pun tiba..


"Aya, ta...aku ke kantin duluan ya." Ujar Meysin pergi meninggalkan Soraya dan Nopri yang masih terduduk di bangku kelas. "Ngerasa ada yang aneh kan?" tanya Soraya menanggapi tatapan Nopri kepada Meysin yang pergi meninggalkan mereka.


"Kenapa ya dia?" balas Nopri dengan melemparkan pertanyaan lagi kepada Soraya. "Pikirin aja sendiri, chat Rya gih tanyain kenapa gak sekolah." Titah Soraya menyodorkan handphone miliknya kepada Nopri.


Semuanya bikin gue kesel nih, gak lo gak Rya juga Meysin ngeselin semuanya." Ungkap Nopri dengan nada marah khas miliknya. Soraya hanya tersenyum melihat tingkah Nopri yang prustasi.

__ADS_1


Setelah pulang sekolah tanpa mengajak Nopri dan Meysin, Soraya berniat untuk menemui Rya dari pesan yang di balas Rya siang tadi mereka memutuskan untuk bertemu di salah satu café dekat sekolah.


Apakah yang sebenarnya terjadi dgn Rya?


__ADS_2