
Satu minggu telah berlalu sejak Aska menyatakan perasaannya kepada Nopri, namun Nopri belum juga memberikan jawabannya, Aska dengan sengaja tidak melakukan apapun untuk mendekati Nopri sejak saat itu.
Nopri yang tergolong pemberani tetapi dalam hal percintaan ia masih tak tau apa-apa apalagi untuk memulai hubungan yang ia pikir hanya akan membuang-buang waktunya saja, di lain sisi Soraya selalu mengomporinya untuk menerima Aska sebagai pacar, Akhirnya Meysin menunda untuk menjawab sampai satu minggu lamanya, Aska yang mulai lelah menunggu berencana untuk meminta jawaban pasti kepada Nopri selepas pulang sekolah kebetuan dia akan latihan bersama teman-teman futsalnya.
"Pulang sekolah gue tunggu jawabannya." Pesan singkat dari Aska pagi ini ketika Nopri baru saja duduk di bangku kelasnya.
“ Aduuh, harus jawab apa ya? Gue suka gak sih sama Aska? Dia emang ganteng, keren tapi gimana ya?" gumam Nopri merasa sangat bingung ketika melihat pesan dari Aska, Nopri gelisah sembari menunggu Soraya yang belum juga datang, lima menit berlalu Soraya tiba di kelas, Soraya langsung berdiri dari duduknya.
“Asstagfirullah Nop, kaget gue ngapain sih berdiri gitu serasa orang penting gue di sambut." Soraya yang baru masuk kelasnya menghampiri Nopri dengan kegelisahan yang tampak dari raut wajahnya.
"Mau ngomong apa?" Tanya Soraya yang sedang membaca sebuah novel merasakan kegusaran yang Nopri rasakan sedari tadi. "Aska minta jawaban.” Jawab Nopri sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Gue kira udah ngasih jawaban, lo mau nunggu apaan emang? Kalo suka bilang suka kalau enggak bilang enggak, biasanya juga berani nentuin pilihan kok sekarang ngegantungin anak orang." Ucap Soraya yang masih berkutat dengan buku bacaannya.
“Ish, bukan gitu lo pikir deh kalau gue tolak entar gue nyesel kalo gue terima gimana kalau malah nambah beban." Balas Nopri yang merasa semakin bingung karena Soraya tidak memberikan solusi jitu seperti "Gini deh Nop, lo kalau dia lo datang ke dia sekarang liatin aja dari jauh terus lo rasain perasaan lo makin lama ngeliat dia makin bikin lo suka atau sebaliknya, entar pulang sekolah coba gih." Saran Soraya dengan ke isengannya,
"Bener harus kaya gitu? Tapi kan dia minta jawaban hari ini pulang sekolah pula." Sanggah Nopri mendengar saran dari Soraya, "Gampang kalo itu, lo kan ngeliatinnya sembunyi ya jangan sampai ketauan." Jawab Soraya dengan mudahnya.
Sepulang sekolah tanpa di temani Soraya karena harus pulang lebih awal ia sudah di jemput oleh ibunya. Nopri melangkahkan kakinya menuju tempat persembunyian yang sudah ia rancang dengan Soraya, di sudut sekolah Nopri melihat Aska sedang berlatih futsal dengan teman-temannya dan pelatih sekolah, satu jam berlalu Nopri masih duduk melihat Aska, di temani cemilan-cemilan yang sudah ia siapkan saat jam istirahat tadi, ketika sednag asyik makan ia melihat ke arah lapangan lagi, namun ia tidak menemukan Aska matanya mencari-cari keberadaan Aska lalu ia berdiri dari duduknya.
"Ke mana Aska? Tadi masih di lapang." Gumam Nopri sembari mencari-cari Aska diantara anggota futsal lainnya. "Aska di belakang nih." Ujar Aska yang mendengar pertanyaan Nopri, sontak Nopri kaget mendengar suara di belakangnya lalu ia berbalik, "Dih, kok tau gue di sini? Di situ sejak kapan?" Tanya Nopri yang masih kaget melihat Aska di belakangnya.
"Sejak lo nyari gue barusan, sebenarnya kan gue nyuruh lo ke lapangan kenapa malah di sini." Ujar Aska merasa heran dengan tingkah Nopri.
__ADS_1
"Hehehe, gue tuh masih bingung jadi kata Soraya kalau mau yakin gue harus liatin lo yang sibuk dengan kegiatan lo, hasilnya apakah gue suka atau enggak, gitu sih kata Soraya." Nopri dengan polosnya menjawab seperti itu, mengundang Aska untuk tertawa.
“Bisa aja tuh Soraya, hasilnya apa setelah liat gue latihan?" Tanya Aska sedikit penasaran, "Emmhh, tadi.... Gue lebih fokus makan sih hehe." Jawab Nopri sedikit merasa bersalah.
"Nop, gini aja deh lo kan gak tau sama perasaan lo sendiri ke gue gimana, gue gak bakal maksa lo karena suka sama lo itu keputusan gue, kalau pun lo gak suka balik itu urusan lo yang penting gue udah ngomong soal perasaan gue, lo mau seolah-olah lupa dan sebaiknya lupain aja yang kemarin juga gak apa-apa, itu pilihan lo." Jelas Aska yang sudah mulai ingin melepaskan Nopri dengan segala kekecewaanya.
"Kok gitu, enggak...enggak kok gue gak mau lupain yang kemarin, gue mau kok jadi pacar lo ..., ini serius mau kok." Sambung Nopri dengan gugupnya karena ternyata hal yang ia khawatirkan terjadi dan ia tidak mau menyesal saat sudah kehilangan orang yang mencintainya.
"Gue gak maksa...” Aska menatap Nopri dalam "Gue juga gak terpaksa, serius mau masa gak percaya." Ucap Nopri memotong perkataan Aska ia sudah benar-benar takut Aska tidak mau lagi dengannya."
Yaudah yuk pulang, mau sampai kapan diam di sini." Aska sembari menggenggam tangan Nopri keluar dari persembunyiannya.
"Bentar-bentar, kamu udah beres latihannya? Yang lain masih di lapang tuh." Nopri yang menunjuk gerombolan tim futsal sekolah di lapangan. "Udah izin tadi, ayo aku antar pulang." Ucap Aska menggandeng tangan Nopri sampai tempat parkir sekolah.
~HALA
"Berhasil dong, makasih banget pokoknya entar gue anter deh kalo mau belanja." Terdengar suara Aska dari handphone Soraya," Gak mau cuman di anta raja beliin gue sesuatulah traktir." Rengek Soraya kepada Aska, "Iya! banyak maunya nih, Kapan lo main sama Arion?" helaan napas Aska terdengar.
"Kemarin juga ke sini pacar gue mah." Ucap Soraya merasa bangga, "Sombong banget, gue juga punya sekarang, bilangin ke tante gue aja yang nemenin lo, katanya ibu lo mau ke luar kota kan? Suruh Nopri nginep juga ya, pliiisss." Seru Aska meminta Sorayauntuk melancarkan idenya.
" Apaan nemenin gue alibi doang pengen kencan sama Vita kan tujuannya, lo udah kasih tau Vita kalo kita sepupuan?" Ujar Soraya.
“ Ya belum sih, gue tutup telponnya ya kelamaan telponan sama lo ada chat dari ayang gue belum di balas ." Jawab Aska, "Yaudah tutup." Soraya klik tombol matikan panggilan itu
__ADS_1
"Akhirnya sahabat gue jadi pacaran sama saudara gue yuhuuuuuuu." Terdengar suara teriak Soraya kegirangan di dalam kamarnya, "Sorayaa...udah malam ngapain teriak-teriak." Suara teguran dari ibunya. "Iya maaf.” Balas Soraya merasa bersalah.
Seperti malam-malam sebelumnya Soraya dan Arion selalu melakukan sleep call, namun agak berbeda dengan malam ini Soraya langsung terlelap tidur tidak membuka handphone lagi sampai ia terbangun di pagi hari untuk bersiap-siap sekolah lagi setekah libur weekend 2 hari.
"Pagi Ibu." Terdengar suara riang Soraya keluar dari kamar tidurnya, "Pagi cantik, duduk ayo sarapan." Suara ibunya sambil duduk mengambil piring.
"Bu, jadi ke luar kota? Aska bilang dia mau temenin aku di sini." Tanya Soraya kepada ibunya yang sedang melahap lauk pauk di meja makan.
"Iya jadi, ada Aska gak apa-apa kan ibu tinggal, tante Riska juga udah izinin Aska tidur di sini kok." Jawab ibunya meyakinkan Soraya Aska pasti akan menemaninya.
" Iyaa, dia juga udah telpon aku semalam." Seru Soraya, "Aku mau ajak Vita ke sini boleh kan? Kapan berangkatnya?" suara Soraya yang sangat ingin memastikan kenyamanan dirinya saat ibunya pergi ke luar kota, "Boleh dong, nanti lusa hari Rabu." Jawab ibunya kepada Soraya yang sudah menyelesaikan sarapan paginya.
"Bu, hari ini aku di jemput Arion pulangnya juga di antar ke sini, ibu gak usah jemput aku gak apa-apa." Seru Soraya sembari memakai sepatu ketsnya.
“Iya, hati-hati ya Aya." ujar ibunya menghampiri Soraya di depan pintu rumah.
"Siap bos, salim dulu dong, nah udah datang Arionnya, assalamualaikum ibu cantiiik." Ucap Soraya pergi menghampiri Arion.
"Tante aku sama Soraya pamit ke sekolah ya, assalamualaikum." Teriak Arion di depan rumah Soraya , "Iya hati-hati, waalaikumussalam." Jawab ibu Soraya, setelah itu ibunya Soraya masuk ke dalam rumahnya bersiap-siap untuk pergi ke kantornya.
SEKOLAH
Soraya dan Arion sampai ke sekolah lebih pagi hari ini karena ada upacara bendera sebagai murid yang baik Soraya tak pernah telat satu kali pun semasa sekolahnya. Begitupun dengan Nopita karena hari ini adalah hari pertama ia berangkat sekolah dengan pacarnya Aska. Meysin dan Rya pagi ini berangkat bersama, saat turun dari angkutan umum Meysin dan Rya melihat Soraya dan Nopri yang di bonceng oleh most wanted sekolah.
__ADS_1
"Lah, itu beneran Nopri sama Soraya, kok bisa?" Ujar Meysin yang masih terkejut dengan payingg ia lihat baru saja.
“Bisa-bisa aja kalo cowoknya suka mah." Jawab Rya dengan raut wajah tidak kaget sama sekali, "Ayo cepatt kita temui mereka berduaa," Seru Meysin berlari masuk gedung sekolah dengan perasaan yang masih tidak percaya kepada Soraya dan Nopri yang sudah memiliki pasangan.