Berani Menjadi Diri Sendiri

Berani Menjadi Diri Sendiri
Bab 11


__ADS_3

Semuanya bikin gue kesel nih, gak lo gak Rya juga Meysin ngeselin semuanya." Ungkap Nopri dengan nada marah khas miliknya. Soraya hanya tersenyum melihat tingkah Nopri yang prustasi.


Setelah pulang sekolah tanpa mengajak Nopri dan Meysin, Soraya berniat untuk menemui Rya dari pesan yang di balas Rya siang tadi mereka memutuskan untuk bertemu di salah satu café dekat sekolah. Alula sudah tiba di sana lebih dulu.


"Dari mana aja kamu?" Tanya Soraya kepada Rya yang sedang duduk melihat-lihat menu di café itu. "Gak kemana-mana." Ujar Rya sangat singkat menyimpan kembali kertas menu lalu menatap Soraya yang sedang melihatnya juga.

__ADS_1


"Aya jangan cerita kesiapa-siapa lagi ya, janji. Bapak baruku nyuruh aku kerja cari penghasilan, menurutmu aku kerja apa? Dari tadi malam aku gak bisa tidur nyari lowongan kerja tadi gak sekolah juga karena nyoba nyari kerja tapi belum nemu, kerja apa dong?" ungkap Rya mencurahkan kegelisahannya kepada Soraya yang di kenal sebagai penjaga rahasia terbaik diantara ketiga temannya yang lain.


“Kerja ya? Coba tanya ke staf di sini siapa tau lagi ada lowongan." Ucap Soraya spontan keluar dari mulutnya langsung saja Rya melangkahkan kakinya dengan semangat menghampiri staf di café itu seperti mendapatkan ide brilian. Dan benar café itu membutuhkan pekerja, Rya di terima kerja di sana setelah senang mendapatkan pekerjaan Rya kembali menghampiri Soraya yang masih terduduk di meja café.


“Makasiiih banyakk Aya, kamu paling the best kalo urusan saran.” Ujar Rya menatap Soraya dengan tatapan penuh kebahagiaan, “Tapi, lo harus bisa atur waktu jangan ada acara bolos sekolah lagi kerjanya ambil pulang sekolah aja. Lagian kenapa kamu mau-mau aja sih di suruh sama bapak barumu?

__ADS_1


"Semangattttt aku bakal sering-sering ajak vita ke sini biar bisa temenin kamu kerja." Balas Soraya memegang kedua tangan Rya memberikan energi semangat yang Soraya miliki. "Iya makasih Aya, aku tadi gak kepikiran loh nanya ke café ini, kamu juga gak perlu khawatir soal pilihanku kali ini, aku hanya ingin mencoba memahami bapakku saat ini." Ujar Rya berusaha menenangkan Soraya dengan wajahnya yang penuh kekhawatiran.


Setelah berhasil mendapatkan pekerjaan Rya dan Soraya bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing menggunakan angkutan umum. Dalam perjalanan pulang Soraya menerima notifikasi pesan di handphonenya.


"Aya, lo sekolah gak sih akhir-akhir ini gak keliaran di kantin." Pesan dari Arion muncul di layar handphone Soraya. Setelah melihat itu Soraya mematikan handphonenya ia fokus melihat jalanan yang di lewatinya. Soraya berpikir untuk membiarkan pesan itu tanpa ia baca setelah sampai di rumah ia membersihkan dirinya, lalu membuka pekerjaan rumah yang di berikan gurunya di sekolah setelah selesai belajar ia membagikan jawaban tugasnya di grup RSNM balasan-balasan terima kasih bermunculan dari ketiga sahabatnya. Tidak sengaja ia melihat pesan chat dari Arion yang belum ia balas sejak sore tadi.

__ADS_1


"Sekolah kok, malas ke kantin aja." Balas Soraya yang ingin bersikap biasa setelah tawaran menjadi gebetan Arion yang menggoyahkan perasaanya. Pesan itu langsung di baca oleh Arion seolah ia memang sedang menunggu pesan balasan dari Soraya


"Lama banget balesnya. Besok-besok bareng dong kalo ke kantin." Balasan Arion sontak membuat Soraya baper tidak bisa menahan perasaannya yang ia pendam sedari lama, malam itu adalah malam yang menyenangkan bagi Soraya.


__ADS_2