Berani Menjadi Diri Sendiri

Berani Menjadi Diri Sendiri
Bab 21


__ADS_3

Suara tangisan Rya belum juga berhenti, bahkan setelah ia berbaring di kamar Meysin, Meysin yang kebingungan bagaimana ia harus menghibur Rya, terpikir olehnya untuk mengabari Rya dan Nopri, "Guys, bantuin menghibur Rya dong nangisnya gak berhenti dari tadi, kalau bisa cepat ya ke rumah aku." begitu isi pesan yang Yerikho kirimkan ke grup mereka.


"Ada apa sama Rya, Mey?" balas Nopri penasaran dengan keadaan Rya, ' Ayo, pergi ke sana aja Nop, gue tunggu di rumah, kita ke sananya bareng!" balas Soraya menyuruh Nopri untuk segera datang ke rumahnya.


"Iya bentar." jawab Nopri , lalu mereka bersiap-siap untuk pergi ke rumah Meysin . Tiga puluh menit berlalu, Nopri dan Soray tiba di rumah Meysin.


"Assalamualaikum." Ucap Nopri dan Soraya sembari membuka pintu rumah Meysin. Setelah mereka masuk ke dalam rumah suara tangis Rya langsung terdengar, di ruang tengah Meysin menunggu kedatangan Nopri dan Soraya langsung berdiri saat Nopri dan Soraya masuk ke rumah.


"Suara tangisnya kenceng banget." Nopri sambil duduk di sofa milik Meysin, "Dari tadi sih gak habis-habis air matanya." Jawab Meysin dengan becandanya yang receh.


"Gue temuin Rya dulu ya." Ujar Soraya melangkahkan kakinya ke dalam kamar Meysin. Terlihat Rya menutupi tubuhnya dengan selimut dan guling yang menenggelamkan wajahnya, Rya merasa ada yang masuk ke kamar lalu ia memelankan suara tangisannya, " Udah bisa ngobrol sekarang?" Tanya Soraya yang duduk di dekat badan Rya yang masih tertutupi selimut.

__ADS_1


"Kalau masih mau nangis gak apa-apa aku tunggu di sini, keluarin aja semua yang membuat kamu marah hari ini jangan simpan lagi kemarahannya." Saran dari Soraya kepada Rya yang masih tidak terusik dengan ucapan Soraya, namun tangisnya sudah benar-benar berhenti hanya tersisa segukan mengatur napas kelelahan menangis.


Lima belas menit berlalu Soraya yang masih menunggu pergerakan dari Rya yang akhirnya membuka selimut yang menutupi badannya, ia membuka suara dengan pertanyaan kepada soraya ,..." Satu kata yang Rya ucapkan lalu ia menangis lagi setelah mendapat pelukan dari Rya, "Tenang..tenang" ucap Soraya mengelus punggung Rya yang masih menangis, terdengar tangisan Rya yang sudah pelan Meysin dan Nopri yang berada di ruang tengah segera masuk kamar itu, melihat Soraya dan Rya saling berpelukan akhinya mereka pun ikut memeluk Rya.


"Kita akan selalu ada buat kamu, jadi jangan pernah merasa gak punya siapa-siapa." Ucap Meysin kepada Rya yang masih dalam pelukan." Udah pelukannya, sekarang Rya cerita ada masalah apa, gue sama Nopri kan belum ngerti ada apa." Ujar Soraya melepaskan pelukannya.


"Hari ini, pulang sekolah seperti biasa aku kerja di café dekat sekolah seperti yang kalian tau, sepulang kerja aku mau nemenin Meysin di rumah ini, karena di café itu kita menyadap suara perbincangan keluarga baru ayahnya Meysin, karena sedih aku mau nemenin tapi aku pulang ke rumahku dulu sama Meysinkan, dan yang aku liat di rumah adalah Arif tau kan bapakku yang baru itu, lagi bermesraan yang paling parahnya mereka di dapur rumah bukan di kamar gitu yang lebih privasi dan gak akan ketauan kalau aku pulang, sayangnya aku liat yang mereka lakukan di rumahku, aku kira dia orang baik, aku kesal aku sedih karena aku pikir ibu milih dia karena ibu memang tau sikap dia gimana tapi sekarang aku rasa ibu salah pilih orang buat jadi bapak buat aku ibu salah besar, yang Arif lakukan itu pasti nyakitin ibu di sana, aku muak sama sikapnya yang kerja juga gak tau kerja apa, kalau aku gajian dia minta juga, sekarang si brengsek itu bawa main perempuannya di rumahku, gimana coba perasaan kalian kalau pulang kerja capek banget di rumah ngeliat bapak sendiri sama perempuan muda, sakit...sakit banget rasanya pengen usir si Arif gila itu." Ungkap Rya menceritakan kronologinya melihat bapak barunya bersama perempuan lain dengan nada bicara marah di balut emosi menggebu-gebu.


"Iya emang parah sih, aku tadi liatnya juga kaget banget apalagi kamu Rya." Ujar Meysin menanggapi cerita Rya," Sekarang mau lo gimana?" Tanya


"Kita hanya manusa Rya, wajar kalau melihat hal yang tidak sesuai pasti kita marah, apalagi itu menyakiti hatimu sewajarnya manusia pasti akan menangis, kamu tidak bisa terus menyangkal setiap perasaan yang ada di dalam hatimu, harus ingat kamu itu manusia La, kalau sedih ya menangis, kalau kecewa ya marah." Ujar Soraya menenangkan Rya dengan segala ketakutannya. "Sorayaaaa makasih bangetttt, kamu emang paling tau kalau urusan menenangkan perasaan seseorang ." Ucap Rya membalas ucapan Soraya.

__ADS_1


Hingga malam tiba mereka berbincang-bincang, lalu tidur bersama di kamar Meysin sampai pagi tiba mereka terbangun Nopri dan Soraya yang memang berencana untuk bermalam di rumah Meysin mereka sudah membawa baju sekolah untuk di pakai hari ini.


"Semuanya siap-siap sekarang, kita ke sekolah barengan untuk pertama kalinya yeayyy." Ujar Meysin keluar dari kamarnya lalu berteriak riang." Kita naik mobil online kan sekarang, siapa yang pesan?” Ucap Alula yang juga bersemangat bangun hari ini. “Mandi aja dulu, ke sekolah naik apanya urusan nanti, cepet gantiann." Timpal


Nopri melirik Rya yang beru beranjak dari kasur. "Aku duluu yaaaa." Suara Meysin terdengar sambil berlari masuk kamar mandi, "Soraya ke mana Rya? Gak keliatan." Tanya Nopri kepada Rya "Iya ke mana ya, gak tau aku kan baru bangun.” Jawab Rya yang juga kebingungan mencari Soraya.


"Assalamualaikum gengs, aku bawa sarapan buat kitaaa." Terdengar suara Soraya memasuki rumah Meysin. "Waalaikumussalam, ke mana aja di telpon gak di angkat dari tadi." Jawab Meysin yang sedang menelpon Soraya, lalu membuka belanjaan Soraya untuk sarapan mereka. "Ini udah pada siap? Tunggu gue mandi dulu, jangan ada yang sarapan dulu!" Ujar Soraya melihat ketiga temannya yang sudah bersiap menggunakan seragam sekolah, lalu berlari ke kamar mandi. Lima menit berlalu " Sorayaaa cepat dong lama deh mandinya." Ujar Nopri yang perutnya sudah keroncongan ingin sarapan.


"Iya, ini udah kok." Jawab Soraya keluar dari kamar mandi sudah berseragam rapi, Tepuk tangan buat Soraya yang mandinya secepat kilat, hanya dalam lima menit, huuuuuuuh.” Teriak Meysin sambil mengajak Nopri dan Rya untuk tepuk tangan mengikutinya, suasana riuh pagi itu mereka pun sarapan bersama. Di tengah sarapan berlangsung Nopri memikirkan dengan siapa Soraya bisa beli makanan ini, "Aya, tadi beli ini sama siapa? Pagi banget lagi." Selidik Nopri sangat penasaran dengan Soraya, "Sama doi gak sih Aya ?" Ujar Meysin yang juga penasaran memberikan tanggapannya. "Pada berisik deh, makan aja udah, gue pesen dulu mobil onlinenya ya." Jawab Soraya mengalihkan pembicaraan, lalu pergi ke depan rumah, "Dia mah gitu kalo gak mau jawab menghindar." Gerutu Rya melihat Soraya pergi keluar.


Setelah mobil yang Sorayaa pesan tiba mereka langsung berangkat menuju sekolah, setibanya di sekolah Soraya tidak langsung ke kelas melainkan pergi menemui pacarnya, sedangkan Rya, Meysin dan Nopri berjalan lansung menuju kelas mereka.

__ADS_1


"Hai, udah lama nunggu?" tanya Sorayaa menghampiri Arion di rooftop sekolah, “Enggak lama, Enak gak makanannya tadi?" Jawab Arion dilanjutkan dengan pertanyaannya. “Enak.” Jawab Soraya singkat. "Aya, aku kan udah lumayan lama tinggal sama nenek, karena ibuku nikah lagi sih jadi aku pergi ke rumah nenek, kamu mau gak aku ajak ke rumah nenekku, main gitu?" Ucap Arion mengajak Soraya pergi bersamanya.


"Maulah, kapan kita perginya?" Jawab Soraya antusias, “Pekan ini ya." Ucap Arion, "Oke." Balas Soraya dengan semangatnya, "Ke kelas yuk, kayanya sebentar lagi bel masuk bunyi." Ajak Arion sambil beranjak dari duduknya, lalu mereka berjalan beriringan untuk menuju kelas berpisah di lorong dekat kelas Arion, Soraya langsung bergegas lari menuju kelas setelah Arion masuk ke kelasnya.


__ADS_2