Berani Menjadi Diri Sendiri

Berani Menjadi Diri Sendiri
Bab 14


__ADS_3

"Pilihannya bukan tentang siapa yang paling egois, tapi juga tentang siapa yang paling menginginkan." Sehabis menceritakan masalahnya kepada ibunya, Soraya mulai memikirkan beberapa cara untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Meysin.


Malam itu Soraya menuliskan poin-poin yang akan ia katakana di dalam buku diary nya.


Note for Meysin:




Mey, ada yang mau aku omongin, ini soal Arion, sebenarnya aku suka sama Arion juga dan dia udah nembak aku




mey maaf sebelumnya, aku mau bilang sesuatu tapi kamu jangan marah. Arion nyatain perasaannya ke aku, kamu gimana kalo aku pacaran sama Arion.



__ADS_1


Baru saja tertulis dua point catatannya Soraya merasa kacau sendiri keberaniannya menciut bila harus mengatakan itu kepada Meysin, sempat terlintas di pikirannya apakah ia boleh menyembunyikan hubungannya di depan Meysin. Kepalanya tiba-tiba pening memikirkan hal itu Soraya menyimpan buku dan alat tulisnya, ia memutuskan untuk tidur berhenti memikirkan Meysin ataupun Arion, baru saja ia hendak menarik selimutnya notifikasi pesan dari handphone Soraya muncul di layar depannya.


" Udah tidur?" "boleh telpon gak? Mau ngobrol bentar." Dua pesan singkat dari Arion sedikit mengusik perasaan Soraya, namun ia benar-benar sudah Lelah hari ini, “Baru mau tidur, besok aja deh lagi pusing nih." Usai mengirim pesan itu Soraya memaikan handphonenya lalu membenarkan posisi tidurnya.


Keesokan harinya.


"Tok...tok..tok” suara ketukan pintu kamar Soraya, karena Soraya tak kunjung bersuara membalas ketukan ibunya itu, ibu Soraya memasuki kamar Soraya terlihat ia sedang tertidur pulas.


“Aya bangun, bentar lagi adzan subuh nih, ayo cepe bangun." Suara ibunya sembari menggoyangkan tubuh Soraya, namun saat memegang wajahnya Soraya panas sekali.


“Aya, kamu demam, bentar mamah ambil obat dulu." Suara ibunya khawatir beranjak pergi dari kamar Hala untuk membawakannya obat demam.


"Iya mah," jawab Soraya pelan ia menarik selimutnya lebih erat terlihat kedinginan, namun sebenarnya tubuhnya sedang demam." Mamah keluar dulu ya, nanti sehabis sholat subuh mamah kesini lagi, nanti sholatnya sambil berbaring aja Aya." tutur ibu Soraya sambil pergi meninggalkan Soraya.


Hari itu demam Soraya tak kunjung mereda ibunya membawa Soraya ke dokter, lalu mengirimkan pesan kepada wali kelas Soray karena tidak dapat mengikuti pelajaran hari ini. Ibu Soraya juga mengambil cuti hari itu karena tak mungkin meninggalkan anaknya yang sedang sakit. Nopri mencoba menelpon Soraya berkali-kali sejak bel masuk kelas berbunyi begitu pun dengan Meysin dan Rya, namun hasilnya tetap nihil karena handphone Soraya dimatikan sejak semalam.


Hari kedua Soraya tidak sekolah membuat ketiga sahabatnya khawatir juga degan Arion yang selalu dating ke kelas mencari Hala, setelah pulang sekolah mereka berempat pergi Bersama untuk menjenguk Soraya


"Assalamualaikum tante, ini aku Nopri. Teriak Nopridi depan pagar rumah Soraya, ibu Soraya keluar dari rumahnya mempersilakan mereka untuk masuk menjenguk Soraya


"Sorayaaaaaa" Teriak ketiga sahabatnya menghampiri Soraya yang terduduk membaca buku di atas kasurnya, sontak Soraya kaget dengan suara mereka bertiga.

__ADS_1


"Kalo sakit tuh whatsaap kita masa bilang ke guru doang." Ujar Nopri sedikit emosional mengingat tingkah Soraya saat sakit. Soraya masih enggan marah-marah kepada sahabat lamanya itu, Biasanya orang kalau jenguk tuh gak emosian, ya gak sih?" Jawab Soraya sambil melirik Rya dan Meysin menginginkan pembenaran atas ucapannya.


“Iya bener dong Aya." sambut Arion yang berjalan ke arah mereka. lupain aja deh pernyataan gue itu anggap aja gue gak pernah bilang apapun." Ucap Arion menatap Soraya yang melihat ke arah pintu kamarnya langsung berbalik menatap Arion “Lupain? Kalo gue gak mau lupain gimana?" jawab Soraya spontan setelah Arion berhenti bicara. “Ar, sejujurnya gue juga suka sama lo, bahkan sejak kita masih SMP, tapi sekarang gue punya pertimbangan lain ada hal yang harus gue selesaikan dulu." Sambung Soraya menatap Arion serius walaupun keadaannya saat ini enggan membicarakan hal itu. "Serius?" jawab Arion dengan raut wajahnya yang berubah setelah mendengar Soraya memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.


"Kalo boleh tau, hal apa yang menghalangi keputusan lo?" lanjut Arion sedikit penasaran dengan jawaban Soraya tadi. "Ada orang yang suka juga sama lo, dan gue kenal masa iya gue langsung terima lo jadi pacar gue" jelas Soraya tanpa menyebutkan siapa orang di balik penyataan itu.


"Aya, gue sukanya sama lo apa urusannya sama orang itu, ini hubungan antara lo dan gue bukan orang lain." Jawab Arion sedikit kesal menurutnya Soraya tidak harus bersikap seperti itu.


"Ya abisnya bingung, namanya juga cewek pasti gak mau nyakitin perasaan orang lain."


Ujar Soraya dengan raut wajah cemberut. Melihat itu Arion malah tersenyum gemas "Yaudah, kita selesaikan hal itu sama-sama, jadi kita pacaran kan?" Ujar Arion mempertegas hubungannya.


Tanpa memberikan suara Soraya hanya mengangguk malu.


"Oke, kayanya kita gak perlu bilang ke orang itu kalo kita pacaran, gausah berusaha jelasin apa-apa mungkin lama-lama perasaanya ke aku juga hilang." Suara Arion memberikan idenya lagi-lagi Soraya hanya mengangguk setuju.


Tiba-tiba ibu Soraya masuk ke kamar anaknya, "Eh, masih ada Arion kirain tadi udah pada pulang, lagi ngobrolin apa sih serius banget kayanya." Ujar ibu Soraya seperti meledek Soraya karena pipinya memerah.


“Hehe, gak serius kok, udah sore Arion pamit dulu ya." Jawab Arion setelah ibu Soraya duduk di samping anaknya. Oke, kapan-kapan sarapan pagi lagi di sini Ar, udah jarang ke sini sekarang." Balas ibu Soraya beranjak dari tempat tidur Soraya lalu mengantarkan Arion ke depan rumah.


Selepas Arion keluar dari kamar Soraya loncat-loncat kegirangan karena impiannya berpacaran dengan Arion menjadi kenyataan seperti semua rasa lemasnya seketika terobati, Lelah loncat-loncat Soraya menyalakan handphonenya lagi banyak sekali panggilan tak terjawab dari sahabat-sahabatnya lalu notifikasi pesan dari Arion muncul "Kabarin kalo besok sekolah, nanti gue jemput.", "Kayanya mulai sekarang jangan pake lo gue, pake nama panggilan apa ya?" dua pesan itu berhasil membuat Soraya senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2