
"Aku baik-baik saja dengan keadaan ini, terima kasih telah mengkhawatirkanku." ~ Meysim
Dua bulan berlalu, setelah meysin bertemu dengan tetangganya di malam itu, hari-hari yang telah ia lewati 2 bulan belakangan membuat ia takut menjadi jujur kepada semua orang bahkan ia berbohong kepada dirinya sendiri, menjadi meysin yang jauh berbeda dengan Yerikho yang dulu. Selalu ada perasaan tenang dalam dirinya, banyak hal yang mengecohkan pikirannya.
Pergaulan barunya berhasil membuat hidupnya berantakan lagi beberapa kali ia menjalin hubungan dengan sembarang orang. Setiap bertemu dengan geng RSNM hanya untuk pikirannya tanpa berani mengungkapkan kehidupannya sedikit pun.
kamar kesayangannya selalu jadi tempat pulang paling nyaman, karena ia dapat dengan mudah mengeluarkan semua emosi yang terhenti tanpa ada satu orang pun yang menganggunya. sejak awal Yerikho selalu senang bisa memiliki RSNM sebagai teman baru, walaupun akhir-akhir ini jarang sekali bertemu dengan mereka bertiga.
Meysin tak pernah benar-benar paham dengan langkah yang ia ambil dua bulan lalu, membawanya ada di titik ini merasakan pilihannya itu salah, namun perjalanan sudah mulai terpaksa harus diperjuangkan dan diselesaikan. Notifikasi pesan whatsaap bunyi dari handphone milik meysin .
"Malam ini lo ada kerjaan?" pesan yang dia dapat dari rekan satu pekerjaan dengannya usia 5 tahun lebih tua dari meysin. jari tangan maysin enggan menuliskan balasan untuknya, namun akan ada masalah bila ia meminta pesan dari rekan kerjanya itu.
__ADS_1
"Gaada." balasan yang sangat singkat dari meysin memunculkan pertanyaan lain dari si pengirim pesan.
"Lo ambil job gue aja, mau gak? Lagi gaada kerjaan kan? Gue mau ketemu yang lain malam ini."
Pertanyaan beruntun itu membuat meysin sedikit kesal sebenarnya ingin memulai pekerjaan menjijikan itu, namun meysin benar-benar buntu hanya itu pekerjaan yang dapat ia lakukan saat ini, semua ia lakukan agar tidak menggunakan uang kedua orangtuanya lagi, ia juga ingin segera pergi meninggalkan rumah milik kedua orang tuanya yang memilih untuk meninggalkan meysin di rumah itu sendiri. "Oke, kirim alamatnya." meysin mengirimkan pesan itu dengan pikirannya untuk dipikirkan agar ia dapat memiliki uang yang cukup untuk pergi dari rumah itu.
Pukul 3 pagi meysin baru saja menyelesaikan pekerjaan ia pulang pulang dengan perasaan takut lagi dan lagi. Sesampainya di rumah Yerikho mandi lebih dari satu jam ia merasa jijik dengan tangisan sendiri di kamar mandi. Dua bulan ia melakukan pekerjaan menyakitkan itu dan semuanya selalu terulang lagi dan lagi.
"Assalamualaikum... permisi ...soraya...ayaaa" Berkali-kali Nopri memanggil Soraya di depan pagar rumahnya. Selang beberapa menit Rya memanggil-manggil Soraya akhirnya ibu Soraya keluar dari rumahnya.
“iya gapapa tante, Sorayanya ada di mana tan?" Jawab Rya sambil menanyakan soraya lagi.
__ADS_1
"soraya di rooftop tuh, langsung ke sana aja, tante ke belakang lagi ya." Balas ibu soraya sembari berjalan pergi meninggalkan Nopri di ruang tengah yang hendak beranjak ke atap.
"ayaaaa, kenapa siiiih ngelamun mulu?" seru Nopri lari ke arah tempat duduk soraya di bangku rooftop.
“Gue ke sini nyari ketenangan, jangan ngerusak suasana dong pake teriak lagi!" jawab soraya dengan tegas sedikit emosi. "Iya maaf, gue ke sini itu ada yang harus kita bahas." Jelas nopri dengan suaranya yang lebih pelan dari biasanya, "ya iya lah, lo gak mungkin ke sini kalau gaada yang mau lo omongin." Ucap soraya yang masih saja tidak bisa bersuara lebih santai.
"Oke, lo gak mau gue bertele-tele kan gue juga gak mau. Gini kayanya kita harus lebih sering ketemu lagi deh." nopri mulai membicarakan maksud kedatangannya ke rumah soraya.
“Ini lagi ketemu, mau sesering apa lagi?” balas Hala dengan raut wajah heran kepada Nopri.
“ayaa plis banget lo itu gak bego ya, coba dong kepintarannya di pake lagi yuk! Kita itu RSNM ya bukan cuma kita berduaa." Ujar Nopri merasa gemas dengan pemikiran Hala yang belum sepenuhnya mengerti maksud Nopri.
__ADS_1
"Oke... oke maaf, yaudah ayo atur aja ketemu di mana, kapan waktunya.
" Setelah ungkapan yang terakhir mengerti maksud Nopri. maksulut Nopri datang ke rumah soraya bahwa sedang tidak baik-baik saja, tidak seperti biasanya yang selalu mengusulkan tempat-tempat