Berani Menjadi Diri Sendiri

Berani Menjadi Diri Sendiri
Bab 22


__ADS_3

Pembelajaran di kelas hari ini berjalan dengan lancer, sepulang sekolah geng RSNM memutuskan untuk pulang masing-masing, Soraya pulang dengan Arion, Nopri dengan Aska, Meysin naik angkutan umum sendiri menuju rumahnya, dan Alula pulang berjalan kaki menuju café tempatnya bekerja. Sore itu langit sedang cerah, sinar matahari sore menyinari jalanan dengan hangatnya.


Arion mengantarkan Soraya sampai ke depan rumahnya, “Aku langsung pulang aja ya." Ujar Arion dengan wajahnya yang lesu sore ini. "Iya, hati-hati ya." Jawab Soraya tanpa memberi penolakan apapun, "Nanti aku whatsapp kalo udah sampai rumah." Ucap Arion memberikan kalimat penenang agar Soraya tidak mengakhawatikannya, “Iya, gih pulang." Titah Soraya mendorong tubuhnya Arion untuk segera menyalakan motornya. "Oke." Jawab Arion sembari menyalakan motornya dan pergi dari rumah Soraya


Soraya masuk ke rumahnya, terlihat ibunya sedang memasak mie kuah kesukaan mereka," Assalamualaikum ibu," Ucap Soraya sembari berjalan menghampiri ibunya di dapur.“


Waalaikumussalam cantik, tadi kayanya sama Arion, kok gak masuk dulu makan mie bareng gitu." Ujar ibu Hala menanyakan Arion, "Dia capek banget kayanya hari ini, jadi langsung pulang." Jawab Hala menanggapi pertanyaan ibunya. "Ya sudah yuk makan, tolong bawakan mangkuknya ya." Titah ibu Soraya yang sedang membawa mienya ke meja makan.


Mereka selalu bercerita tentang hal-hal yang sudah mereka lalui di hari ini di saat makan seperti ini. "Ada cerita apa hari ini Aya?" Tanya ibunya membuka pembicaran di meja makan, "Eemmhh, kayanya ibu dulu deh yang cerita." Ujar Soraya yang sedang tidak ingin bercerita, Okey, kayanya anak ibu punya sedikit masalah ya, gak apa-apa ibu duluan ya yang cerita, jadi tadi pagi di tempat kerja ibu yang super hectic tiba-tiba ada satu temen kerja ibu yang minta foto ibu, katanya buat di kenalin ke orang lain yang single juga, kocak banget ya jaman sekarang di kenal-kenalin, menurut kamu gimana soal jodoh yang diperkenalkan?" Ungkap Ibu Soraya dengan tawa gembiranya menceritakan hal itu.


"Menurut aku sih gak perlu ya bu." Jawab Soraya a yang tiba-tiba langsung terbersit keadaan yang di alami oleh Rya, "Ibu, Soraya gak mau ya ibu nikah lagi untuk sekarang ini, Soraya cuman mau ibu bukan ayah baru titik." Ucap Soraya lagi setelah teringat kejadian di kehidupan Rya ia takut hal itu menimpa dirinya juga.


"Iya atu Aya, ibu juga gak pengen-pengen banget, santai aja." Jawab ibunya menengakan ketegangan yang di rasa oleh Soraya,


"Ya kalau Soraya udah bisa hidup sendiri ibu gak apa-apa nikah lagi, tapi jangan sekarang Soraya belum siap." Ujar Soraya yang masih teguh membicarakan ibunya tidak boleh nikah lagi. "Iya enggak, sekarang kamu yang cerita, Nih mienya udah mau habis sambil denger cerita kamu coba gimana?" Tanya ibu Soraya yang penasaran dengan keseharian anaknya.


"Bu, kalau cerita Soraya hari ini sedikit sedih, ibu kan tau ya Soraya sama Arion sekarang pacaran gak cuman sahabatan kaya tiga tahun lalu, tapi rasanya jadi aneh." Ucap Soraya memulai bercerita, “Aneh gimana? Ya mungkin belum terbiasa aja." Ujar ibunya menanggapi cerita Soraya, “Anehnya tuh ya waktu temenan tuh seseru itu, dia ke rumah tanpa tau malu serasa rumah dia, main ke luar antar dia kemana pun selalu asyik, tapi setelah pacarana dia emang main ke rumah tapi jadi lebih pendiam gak petakilan lagi, abis itu bahasan kalo lagi ngobrol tuh jadi gak bervariasi jadi aneh pokoknya, males deh jadi kaya gitu." Ucap Soraya melanjutkan ceritanya dengan segala keluhnya sebagai pacar Arion. "Mungkin aja ya Aya, Arion tuh lagi memunculkan sisi lain dia atau kamu pernah gak dulu waktu masih berteman bilang soal type laki-laki yang mau kamu pacarin, bisa jadi dia mau jadi seperti yang kamu harapkan." Ucap ibu Soraya memberikan dugaannya.


"Ya gak tau Soraya lupa pernah bilang atau enggak, kalau memang dia ingin menjadi orang lain kayanya Soraya harus bicara masalah ini sama dia ." Jawab Soraya mendengar dugaan dari ibunya.


"Nah gitu dong, ini baru Soraya yang ibu kenal harus terus di ingat ya Aya kalau ada masalah apapun sama siapapun yang terpenting untuk menyelesaikannya adalah dengan komunikasi yang baik." Jelas ibunya yang sangat bangga dengan Soraya.


Mie yang mereka santap sudah habis tanpa sisa sedikit pun, "Soraya tolong ambilkan ibu air putih ya ke kamar, ada yang harus ibu kerjakan di kamar tolong ya Aya. " Titah ibu Soraya sembari pergi menuju kamarnya dan membuka laptop kerjanya, "Iya bu, bentar." Ujar Soraya yang membawa mangkuk kotor ke dapur lalu kembali membawakan ibunya air putih.




Hari-hari sekolah berlalu begitu cepat, Soraya sedikit tidak sabar menunggu weekend kali ini, karena ia akan di perkenalkan dengan neneknya Arion tapi jauh dari itu ia ingin sekali memiliki waktu untuk membicarakan keluhannya kepada Arion pekan ini. Tiba di mana hari ini Arion akan menjemput Soraya untuk pergi menemui neneknya, “Aya, aku otw ya." Pesan singkat yang Soraya terima dari Arion, lalu Soraya mengiyakan dengan jawaban singkatnya.

__ADS_1



"Soraya ibu mau olahraga dulu ya sama ibu-ibu lain." Ucap ibu Soraya yang sudah siap dengan pakaian olahraganya, “Iya bu, aku juga mau pergi sama Arion ke rumah neneknya." Jawab Soraya sembari memberitahukan kegiatannya hari ini, "Oke Aya, ibu duluan ya assalamualaikum." Ucap ibu Soraya sambil berjalan keluar rumah, "Waalaikumussalam." Jawab Soraya melihat ibunya keluar rumah.



Tidak lama setelah ibu Soraya keluar dari rumah, Arion datang membunyikan klakson motornya. “ Iya bentar." Jawab Soraya sedikit berlari saat mendengar klakson motor dari Arion.



Setelah menjemput Soraya mereka berangkat menuju rumah nenek Arion, saat tiba di sana terlihat nenek Arion sedang menyiram beberapa tanaman di halaman rumahnya. “



200




“Dia jarang cerita ya, kamu kan sekarang pacarnya Arion tolong jaga dia baik-baik, nenek beberapa kali lihat dia menangis di dalam kamarnya." Jelas neneknya dengan seksama memegang tangan Soraya seperti sedang memberikan tanggung jawab.



"Iya nek, senang bisa kenal nenek hari ini." Ucap Soraya berusaha mengubah suasana agar tidak terlalu serius.



"Aku datang Nek." Ujar Arion masuk ke dalam rumahnya, "Beri salam kalau masuk rumah Ar, kamu ini suka lupa hal-hal kaya gitu." Gerutu neneknya Arion dengan sikap Arion saat itu. "Iya maaf Nek, tapi aku gak bisa lama di sini, mau jalan-jalan dulu sama Soraya ini kan hari libur, ya kan nek ." Ujar Arion meminta izin untuk beranjak pergi dari rumah, “Iya bolehlah, tapi buah-buahnya simpan di dapur dulu tolong ya Ar ." Ucap nenek Arion yang meminta pertolongan dari cucunya.

__ADS_1



“Kalau begitu Soraya pamit Nek, Soraya tunggu Arion di luar aja." Ujar Soraya memberi salam lagi kepada neneknya Arion, "Iya, hati-hati ya.” Ucap neneknya melihat Soraya beranjak pergi keluar rumah.



Beberapa saat Soraya duduk di depan rumah menunggu Arion keluar, lalu Arion keluar dan bertanya, "Mau pergi ke taman gak? Tadi lihat ada taman bagus kamu suka taman kan?" tanpa memberikan penolakan Soraya langsung mengiyakan dan mereka pergi ke taman yang di tuju menggunakan motor Arion.



Sesampainya di sana sama seperti kebiasaan Soraya saat berada di taman ia selalu mengamati anak-anak berlari, orang dewasa menggelar karpet mereka mengobrol bersama keluarganya. Arion yang juga sudah lama tidak melihat pemandangan ini dengan Soraya ia sangat menikmati suasana taman hari ini. Lama pemperhatikan sekitar, Soraya teringat keinginannya untuk membicarakan masalahnya dengan Arion.



"Ar, setelah pacaran merasa ada hal-hal aneh yang terjadi diantara kita gak?" Tanya Soraya memulai percakapannya dengan Arion, "Hal aneh apa? Enggak ada sih kayanya." Jawab Arion sedikit tidak menghiraukan kekhawatiran Soraya.



"Lihat aku sekarang, aku merasa kamu berubah dari yang biasanya kita lakukan kalau lagi barengan, obrolan kita jadi terasa gak seru kalau perubahan ini karena kita pacaran lebih baik kita jadi teman aja, perbedaanya dulu kamu orangnya petakilan seru bisa ajak aku ketawa kalau lagi main, setelah pacaran kamu jadi orang yang sangat serius, aku gak ngerti kenapa, lihat aku Ar dengar baik-baik aku gak mau kamu jadi siapapun atau apapun yang menurutmu akan membuatku lebih menyukaimu, Ar aku suka kamu karen itu kamu bukan orang lain, aku mohon tetap jadi diri kamu sendiri karena aku suka versi dirimu yang sebenarnya." Ungkap Soraya menatap Arion dengan tatapan seriusnya membuat Arion terpana, Ternyata kamu sadar aku sedikit merubah diriku, katanya dulu kamu suka laki-laki yang kalem, terlihat gagah." Jawab Arion sedikit malu perubahannya disadari Soraya.



"Ar itu tuh cuman imajinasiku setelah membaca novel, lagian kesukaan itu bisa berubah aku sukanya kamu yang jadi dirimu sendiri, ingat ya jadi diri kamu bukan orang lain!" Ungkap Soraya merasa lebih lega setelah mengungkapkan keluhannya.



"Iya maaf gak lagi-lagi deh, kalau gitu mau dong main gelembung itu sama aku." Ujar Arion mengajak Soraya melakukan hal seru bersama dirinya. "Mau bangett, Les't go!!!" Ucap Soraya beranjak dari duduknya dengan semangat menarik tangan Arion ke tempat jual gelembung.


__ADS_1


Mereka bermain gelembung bersama anak-anak kecil lain di taman itu, Soraya tertawa bahagia bersama Arion hari ini, ia berhasil membuat Marion kembali menjadi diri sendiri lagi.


__ADS_2