
"Abis mandi Ibu tunggu di teras ya. Ibu mau ngobrol." ibunya tegas sambil menyilangkan kedua tangan perintah. "Iya" jawab rya, lalu melanjutkan langkahnya ke kamar mandi. Ibu rya sudah menunggu di kursi depan rumah, selang beberapa menit kemudian Alula menghampiri ibunya, "Mau bicara soal apa?" ujar rya langsung saat ia duduk di samping ibunya karena ia tidak mau terlalu bertele-tele.
"ya, ibu mau jujur, alasan ibu nikah lagi itu karena kamu, ibu mau kamu punya teman untuk melanjutkan kehidupan kamu merawat dan benar-benar besar kamu, maaf karena ibu tidak mungkin bisa merawat kamu lebih lama lagi." Jelas ibunya dengan suara tertatih pelan-pelan.
"Maksud ibu apa ya ? Aku gak butuh teman hidup selain ibu saat ini!!" perasaan tak karuan di benak rya menerka-nerka apa yang sebenarnya disembunyikan untuk menikah dengan laki-laki dengan alibi demi dirinya begitu pikirannya. harus ada yang urus makan kamu, sekolah kamu, semuanya." Suara ibu rya mempertegas kenyataan bahwa ia menikah lagi untuk rya,
__ADS_1
"Okey, stop dulu bahas laki-laki itu, aku mau ibu jawab sebenarnya ibu kemana,ada apa sama ibu sampai -sampai memutuskan untuk menikah lagi agar ada yang rawat aku, ibu mau kemana?" rya semakin kesal dengan pembicaraan yang tidak masuk akal baginya.
“Ibu mengidap penyakit kanker payudara invasif, dokter sudah memvonis ibu dengan vonis masa hidup tidak lama lagi, dan yang bisa ibu lakukan adalah mencari seseorang untuk menjagamu, kamu anak ibu yang paling ibu sayang, mungkin ini tidak mudah buat kamu, tapi ibu juga yakin semuanya akan menjadi normal saat kamu terbiasa dan mau membuka diri dengan ayah sambungmu." Pungkas ibunya menjelaskan semua kebenaran dirinya.
“Bu, di dunia ini gak ada yang tau kematian seseorang, termasuk dokter yang memvonis ibu itu, dia tau apa tentang kematian manusia bu, bahkan aku kira pernikahan ini untuk membuat ibu senang ternyata tidak, menurut ibu aku bisa bahagia dengan dia tanpa ada ibu?" Timpal rya dengan emosi yang meluapkan mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"Semua sudah ada ketentuannya ya, bahkan tagisanmu saja tidak mampu mengubah ketentuan itu. Ibu akan selalu ada untuk kamu walaupun tidak bisa kamu lihat lagi." Tutur ibu Rya anaknya.
“ Bu, aku gak usah sekolah aja ya, lebih baik aku sama ibu di rumah." Pinta Alula dengan suara bindeng karena tangisannya.
"Jangan La, ibu sudah daftarkan kamu di SMA Jaya Mandiri dan walaupun ibu tidak bisa menemani masa-masa putih abumu, kamu tetap berprestasi di sana buat ibu bangga harus." Jelas ibunya tanpa menerima permintaan Rya untuk berhenti sekolah.
__ADS_1
Mendengar penjelasan ibunya rya mengingat bahwa ia sudah daftar di sekolah lain lagi-lagi sejak dulu semua pilihan sekolah selalu diatur oleh ibunya. Tanpa memberitahu bahwa ia sudah mendaftar rya hanya mengiyakan perintah ibunya, ia juga tidak ingin di sisa kehidupan ibunya hubungan mereka harus hancur.