Berani Menjadi Diri Sendiri

Berani Menjadi Diri Sendiri
Bab 17


__ADS_3

"Mey, kita pamit pulang ya, kemarin malam seruu banget makasih banyak pokonya." Ujar Soraya setelah membereskan kembali barang bawaannya.


"Sama-sama" Jawab Meysin tersenyum kepada Soraya. "fix ini mah kita harus nginep kaya gini lagi, lagian kamu sendiri kan di rumah ini Mey? Biar ada yang nemenin ya dong Mey?" Sambung Rya memaksa pengakuan dari Meysin, "Iya sendirilah, oke atur aja sahabat-sahabatku." Jawab Meysin.


"Heyyyy bantuin dong bukan pada ngobrol aja di depan, ini gimana baju gue gak bisa masuk ke tas." Teriak Nopri dari arah kamar Meysin, yang masih membereskan baju-bajunya.


“ HAHAHAHA, lagian bawa baju kaya mau nginep seminggu, masukin tas gue aja nih Nop. "Soraya tertawa melihat raut wajah Nopri yang sangat kesal, lalu Soraya menghampiri Nopri di dalam kamar dan menyarankannya untuk memasukan Sebagian baju milik Nopri ketas Soraya.


"Pada ribet banget nih, mobil yang di pesannya udah mau datang nih, cepet-cepet aku tunggu di luar." Ujar Rya menghampiri Soraya dan Nopri. "Yuk Mey temenin aku nunggu mobilnya di depan." Pinta Rya menarik tangan Soraya untuk ke depan rumah.


Setelah keribetan Nopri di rumah Meysin selesai, lalu mereka pulang ke rumah masing-masing. Nopri mengurungkan niatnya untuk langsung pulang ke rumah, iya mendapatkan pesan dari si penggemar rahasia lagi setelah sekian lama tidak mengirim pesan.


"Apa kabar? Bisa ketemu sekarang ga?" pesan dari Si penganggum rahasia yang berhasil membuat Nopri mengurungkan niatnya untuk pulang, Nopri menemui si pengaggum rahasia di tempat yang sudah mereka tentukan. Sesampainya di sana Meysin kaget mengetahui orang yang selalu menanyakan kabarnya mendengar keluh kesahnya.


"Hai." Ujar Aska sambil melambaikan tangan, ia orang yang di kenal dengan nama si penganggum rahasia oleh Nopri. Nopri tertegun diam melihat Aska di depannya ia tidak membalas lambaian tangan Aska.


"Kenapa Nop? Malah bengong." Lanjut Aska yang melambaikan tangannya tepat di depan wajah Nopri yang melamun. "Eh, iya maaf gak apa-apa kok." Ucap Nopri setelah tersadar dari lamunannya, “Ayo duduk." Ajak Aska sambil menarik tangan Nopri untuk duduk.


" Savita masih kaget tidak pernah menyangka si pengaggum rahasia itu Aska. Mereka terdiam sejenak saling tatap, keduanya sama-sama canggung untuk memulai bicara, namun Aska yang memang sudah mempersiapkan untuk bertemu Nopri akhirnya membuyarkan kecanggungan itu.


"Nop, lo pasti kaget setelah tau gue yang sebenarnya, awalnya gue gak pernah pengen muncul di depan lo kaya gini. Tapi cara gue selama ini hanya membuat lo kebingungan gue pikir juga buat apa sembunyi lagi, toh perasaan gue gak hilang walaupun secara tidak sadar gue membiarkan perasaan gue hilang gitu aja hasilnya kan gak gitu, melainkan gue gak bisa lagi nahan semuanya dengan sembunyi, gue capek berkedok jadi orang lain di hidup lo. Gue mau lo kenal gue sebagai Aska yang lo tau di sekolah." Ucap Aska menjelaskan dirinya kepada Nopri tanpa henti.


Nopri yang tak pernah berhubungan dengan lelaki manapun sejak lama merasa kebingungan dengan situasi itu.“ Okey, ya jelaslah gue kenal lo sebagai Aska sekarang." Ucap Nopri menatap Aska.


"Tapii masalahnya, gue jadi malu apalagi gue cerita masalah hidup gue ke lo, kenapa gak langsung bilang aja lo Aska sih." Lanjut Nopri sambil menutupi wajahnya dengan raut wajah prustasi.


"Iya sorry, makanya gue pengen ketemu biar kita sama-sama tau." Balas Aska dengan senyum tipis melihat Savita menundukan wajahnya ke meja. Savita mengangkat wajahnya.


"Masalah kedua lo gak pernah cerita apapun ke guee, cuman gue yang cerita, sumpah malu banget orang itu beneran lo atau lo bohong?" ujar Nopri gelisah lalu memastikan pengakuan Aska soal penganggum rahasia. "Gue beneran, nih liat ada kok chat lo sama gue.” Jawab Aska menunjukan room chatnya kepada Nopri.


"Gila lo, licik banget lo tau gue selama ini dan gue gak tauuu." Ucap Nopri dengan teriaknya. "Lo tenang dulu dong, selain mau kasih tau lo siapa orang yang chat lo selama ini yaitu gue, ada hal lain juga yang mau gue bilang tapi yang ini serius." Ujar Aska, "Apaan lagi?" balas Nopri menerka-nerka apa yang akan membuatnya kaget kali ini.


"Nop, sekarang kan lo udah tau gue, ada kesempatan gak buat gue bisa jadi pacar lo." Ucap Aska merasa sedikit takut setelah mengatakan itu. "Hah? Hahahahahahaha kocak lo." Balas Nopri yang sempat kaget lagi, namun ia alih kan dengan tertawa terbaha-bahak. "Ta gue serius, emang lo gak suka sama gue?" tanya Aska dengan raut wajah khawatir akan jawaban dari Nopri.

__ADS_1


"Hahaha, ini bukan masalah suka atau enggak masalahnya belum pernah ada yang ngomong kaya gitu sama gue, jadi gue bingung mau jawab ap ague cuman bisa ketawa gak nyangka aja orang pertama yang ngomong kaya gitu itu lo." Jawab Nopri dengan bercanda dibumbui tawanya.


“Yang serius dong Nop, gue nyiapin mentalnya aja lama. Gak apa-apa kalo lo belum bisa jawab tapi jangan lama-lama jawabnya.” Sambung Aska menampakkan senyum lebar miliknya, “Iya tenang aja, lo beda banget kalo lagi di sekolah, Aska seorang kapten futsal menyukai Nopri siswa tidak populer di sekolah gimana tuh kalo ada artikel begituan di mading sekolah?" Tanya Savita mulai penasaran dengan keseriusan Aska.


"Peduli amat sama yang bikin artikel, biarin aja bukan urusan gue dia mau nulis apapun." Jawab Aska dengan ringannya berbicara, "Ini kan yang ditulis tentang lo, masa gak ada reaksi apapun dari lo.


"Selidik Nopri yang semakin penasaran dengan cara berpikir Aska.


"Seperti yang lo bilang barusan yang nulis artikel itu pengen gue bereaksi, ya gue gak maulah ikutin maunya dia, kalo ikutin maunya lo dengan senang hati gue mau." Ucap Aska menggoda Nopri membuatnya baper.


"Ini udah, mau ngomong gitu aja? Gue mau pulang, oh iya soal pertanyaan lo nanti gue jawab tapi gak sekarang." Ujar Nopri yang tidak tahan dengan situasi itu ia takut mengetahui lebih jauh soal Aska, dan memutuskan untuk pulang ia ingin segera menceritakan tentang Aska kepada Soraya.


"Buru-buru banget, gue anterin lo pulang jangan pulang sendiri." Pinta Aska melihat Nopri bersiap untuk pulang. "Ya udah boleh." Jawab Nopri menerima permintaan Aska.




"Lo langsung pulang aja ya." Pinta Nopri sembari mengangguk pelan, "Iya, jangan lama-lama cari jawabannya." Ujar Aska mengingatkan kembali soal pernyataan perasaan yang ia ungkapkan.




"Assalamualaikum, Ibu ada di rumah kah?" Ucap Nopri mencari-cari ibunya, "Iya Nak, katanya pulang pagi ini udah siang baru pulang, kemana aja?" Tanya Ratna menjawab Nopri, “Iya maaf tadi ketemu temen sekolah dulu, aku ke kamar dulu ya bu." Ujar Nopri sembari masuk kamarnya.



Savita menyimpan barang bawaannya tadi setelah menginap di rumah Meysin, lalu ia merebahkan badannya di atas kasur. Membuka handphonenya hendak menelpon Soraya.



"Haloo, Ayaa ada beritaa baruu, gila lo pasti kaget juga dengernya." Ucap Nopri seketika setelah Soraya mengangkat panggilan telpon darinya.

__ADS_1



"Buset ni anak, suara pelan-pelan aja kenapa sih, berita apaan?” Protes Soraya yang geram dengan suara Nopri yang berisik. "Iya sorry, Jadi beritanya itu ternyata si penganggum rahasia gue itu adalah Aska, lo tau kan dia adalah most wanted di sekolah kita setelah Arion kali ya." Jelas Nopri dengan antusiasnya, "Apaan sih becanda lo, mana ada Aska di sekolah keliatannya keren gitu kayanya gak mungkin sih kalo penganggum rahasis itu dia.” Ujar Soraya menanggapi penjelasan Nopri.



"Gue juga mikirnya gitu, tapi dia nunjukin room chat gue sama dia, mana bisa gue gak percaya setelah liat itu, dan ada satu hal lagi yang harus lo tau, jadi tadi kan abis dari rumah Nai gue gak langsung pulang soalnya dia chat gue bilang pengen ketemu.” Lanjut Nopri bercerita "Jadi lo beneran ketemu tadi, gue kira lo denger dari orang kalo dia penganggum rahasia lo." Ucap Soraya menyanggah cerita Nopri.



" Ya beneranlah kalo bohong ngapain gue cerita, gue lanjut nih ceritanya, singkat cerita gue sama Aska ketemu dia jujur kalo penganggum rahasia yang selalu chat gue itu dia dan yang paling bikin gue gak habis pikir dia bilang suka sama gue coba, masa iya yah dia suka?" Jelas Nopri kepada Soraya tentang perasaannya di tembak Aska.



"Ini kan hal baru buat lo ya wajar sih kalo lo mikir gitu." Ujar Soraya “Dia keliatannya tadi beneran gak pas ngomong suka, kalo lo yakin dan beneran suka terima aja sih, akhirnya besti gue ada yang suka." lanjut Soraya sedikit menggoda Nopri yang terdengar masih kebingungan dari suaranya.



"Sumpah ya, akhir-akhir ini tuh gue sering banget mensyukuri apa yang sudah gue punya, hal kecilnya gue syukuri karena gue punya rumah gue syukuri masih punya orang tua walauapun bapak gue kaya gitu, gue punya lo, punya Meysin, dan Rya ternyata setelah semua hal gue syukuri Allah menambah nikmat buat gue." Ucap Nopri menceritakan kejadian yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini.



"Gue juga percaya rasa syukur itu bisa bikin kita menghargai diri sendiri, dalam keadaan apapun bersyukur berhasil jadi obat penenang" Balas Soraya menanggapi cerita Nopri. Sedang asyik mereke berdua bercengkrama di telpon terdengar suara teriakan ibu Nopri meminta bantuan.



"Nak, bantuin ibu dulu sini kita masak buat makan malam." Teriak Ratna meminta Nopri untuk membantunya, mendengar Itu Nopri segera menyudari telponnya dengan Soraya, "Lo bener sih, Ayaa gue di panggil ibu nih, udah dulu ya telponnya makasih banget udah dengerin cerita gue, kayanya lo bener gue bakalan membalas perasaan Aska ke gue. "Pungkas Nopri ingin menyudahi obrolan itu. "Iya sama-sama, kalo ada yang mau di ceritain telpon aja, bagus deh kalo lo mikir gitu, gue tutup ya telponnya,



Assalamualaikum." Jawab Soraya sambil menutup telponnya. “ Waalaikumussalam." Ujar Nopri membalas Salam dari Soraya.


__ADS_1


"Nopri cepat bantuin sini, lama banget datangnya." Teriak Ratna meminta Nopri untuk segera menemuinya di dapur." Iya-iya, bentar." Ujar Nopri sembari berlari ke arah dapur, lalu ia membantu ibunya sampai semua menu makan malam yang di masak selesai.


__ADS_2