
Siapkan tisu kak bnyak mengandung bawangðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Meysin
"Gimana hari pertama sekolah ? ada teman baru, atau sudah ada naksir?" Goda ibunya di dalam mobil menuju perjalanan pulang. "Apaan sih bu gaada crush-crushan ibu kan tau aku susah nyari teman." Balas mesyin dengan nada suara malas.
"Kok kesini lihat kita mau kemana dulu bu ?" tanya meysin dengan nada suara tinggi yang membuat ibunya kaget sendiri.
"Kita ke rumah nenek aja dulu yah." ujar ibunya dengan suara lebih pelan dari biasanya.
__ADS_1
“Ibu aku ga bawa baju ganti, rumah nenek kan jauh dari sini ." Suara meysin kesal dan pasrah membuat ia enggan berbicara lagi dengan ibunya.
Ditengah perjalanan mobil yang ditumpangi meysin dan ibunya berhenti di bahu jalan. Ibunya ingin mengajak bicara mesyin tentang masalah yang terjadi di keluarganya.
"mey, ibu mau bicara sebentar, dengerin dulu dong liatnya ke sini ." Ajak ibu meysin dengan suara lembut.
"Menurut kamu, kalau nanti kamu sudah besar dan punya pasangan, hal apa yang membuat kamu tidak bisa memaafkan pasangan kamu." tanya ibunya kepada meysin . "Ini ibu serius nanya pasangan ke aku?" dijawab dengan pertanyaan lagi respon ibunya hanya menganggukkan kepala.
"Oke kalau yakin, aku sih ya kalau pasangannya diam-diam punya pasangan lain selain aku, selingkuh sih bu, kalau ibu? Lagian kenapa sih nanya ini." Jelas meysin disambut dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya untuk ibunya.
__ADS_1
"kamu kan udah besar nih, udah jadi anak SMA, dengerin kata-kata ibu baik-baik ya. Ibu sama ayah akan berpisah, ayahmu baik sangat baik ibu cintanya tentu ibu sangat menyayanginya, tapi kita memang sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan bersama ini. Kamu harus ingat ga boleh merasa hidup sendiri kamu tetap punya ibu dan ayah, saja kamu nanti akan dapat memilih tinggal sama ibu dulu nanti sama ayah atau sebaliknya kamu jadi punya dua rumah.
" Ibu meysin menjelaskan dengan sangat baik agar tidak menimbulkan kebencian kepada ayah atau pun ibunya.
meysin yang masih kaget dengan kata berpisah tidak bisa mendengarkan baik kata-kata baik yang keluar dari mulut setelah mengetahui orang tuanya harus berpisah, tanpa disadari keduanya meneteskan air mata sambil mengungkapkan meysin yang masih mencerna kata-kata ibunya bisa menangis.
“IBU, AKU GAK TAU MASALAH KALIAN APA, DAN AKU GAK MAU TAU SEBENARNYA. SETELAH AKU DI TOLAK MASUK SMA IMPIANKU, APA AKU JUGA HARUS MERASA DI TINGGALKAN OLEH KALIAN BERDUA?" Teriakan meysin ditambah dengan isakan yang tak bisa ia tekuk semua udara yang tumpah siang itu. Bahkan setelah mendengar teriakan itu ibunya bungkam, tidak membalas apapun dari kalimat yang dilontarkan meysin, ia hanya bisa memeluk Yerikho dengan erat dan merasakan kepedihan yang di alami seorang anak yang baru saja akan tumbuh menjadi dewasa.
"Bu, aku mau pulang aja." Pinta meysin kepada ibunya yang masih betah memeluknya. Iya, kita pulang." Pungkas sambil mengusap air mata di pipi anaknya memakaikan sabuk pengaman, lalu melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah. Tidak ada percakapan lagi hanya terdengar suara yang terputus dari meysin.
__ADS_1