Berani Menjadi Diri Sendiri

Berani Menjadi Diri Sendiri
Bab 25


__ADS_3

"Tapi, lo juga jangan ngambek ke gue kan lo pasti penasaran sama pengaggum rahasia lo gue cuman bantu supaya lo tau siapa orang yang chatnya anonym ke lo, gitu doang jangan marah ya Nopp." Sambung Soraya yang juga takut sikap Nopri akan berubah kepadanya. terdiam mencerna pembicaraan mereka sejenak,“


HAAHAHAHHAHAHH." Jawab Nopri dengan tawanya yang kencang melihat raut wajah kedua orang yang ia sayangi dengan kecemasan yang sama, “


Bentar-bentar Nopp, jangan dulu ketawa di sini kan yang baru tau mereka bersaudara bukan lo aja gue juga baru tau, kenapa mereka minta maaf ke lo aja." Ujar Arion memberhentikan suara tawa Nopri, tetapi membuat Aska, Soraya, Nopri ketiganya tertawa bersamaan.


Akhirnya setelah pengakuan yang membuat Nopri bingung kenapa harus minta maaf kalau kalian bersaudara.


Makan malam yang disiapkan Soraya di rumahnya. "Gue bilang juga apa Ka, Nop mah gak akan marah, ya kan Ta?" Ucap Soraya membenarkan pikirannya kepada Aska tempo hari,


“Gak marah sih, kesel aja ternyata dalang di balik semua ini tuh lo ya Aya." Jawab Nopri menakut-nakuti Soraya, "Ihhh Nop maafin, gue di suruh pacar lo beneran deh." Balas Soraya dengan tatapan cemasnya lagi,


“Pada berisik makan-makan udah." Suara Arion menengahi pembicaraan mereka berdua.


Setelah selesai makan bersama mereka pindah ke ruang tengah untuk menonton film bersama, kemudian Nopri yang melihat story Meysin langsung membahasnya dengan Soraya, "Ayaaa.. ayaa cepet liat ini, Meysin sama siapa tumben seksi banget." Ujar Nopri merasa aneh dengan Meysin, "Saudaranya mungkin." Jawab Soraya sambil membawa makanan ringan ke ruang tengah dan tidak begitu tertarik dengan apa yang dibicarakan Nopri, sampai tiba-tiba Soraya mendapat spam chat dari Rya ia bilang dalam chat itu kalau orang yang di story Meysin adalah perempuan yang bersama dengan bapak barunya Rya untuk bermesraan di rumahnya.

__ADS_1


Soraya yang syok melihat pesan itu langsung bungkam, lalu Rya menelpon Soraya , tanpa membiarkan telpon itu Soraya mengangkat panggilan dari Rya di kamarnya sembari mengajak Nopri untuk mendengarkan Rya


"Nop, Rya mau nelpon ayo ke kamar dulu." Titah Soraya menarik tangan Nopri ke kamarnya.


“Iya, Hallo Rya ada apa?" Ujar Soraya setelah panggilan itu tersambung,


"Aya, gue kaget banget Meysin foto sama perempuan muda yang aku temuin di rumahku sama bapak itu loh!!" Ujar Rya langsung menjelaskan betapa kagetnya dia,“ Masa sih? Salah liat gak? meysin kan nemenin kamu waktu ketemu perempuan itu ada gelagat aneh gak?" Cecar Soraya dengan pertanyaan-pertanyaannya, "Dia tuh langsung keluar waktu aku marah sama bapak." Ucap Soraya juga dengan kebingungan yang sama.


Nori masih menyimak percakapan kedua sahabatnya itu, “ya, ini gue Nopri, kayanya sih jangan-jangan Meysn keluar rumah lo karena takut ketauan mereka temenan." Ujar Nopri memberikan dugaannya, “Ada Nopri ? Tapi ya Nop, yang kita tau kan Meysin pendiam masa iya temenan sama perempuan penggoda." Balas Rya menyanggah dugaan Nopri,


“Dulu waktu awal ketemu dia keliatan harmonis banget sama ayahnya, tapi gak tau deh kalau semua hidupnya berubah total setelah orang tuanya cerai." Jelas Rya dengan kebingungan yang masih meliputi ketiga orang itu.


"Tau gak yang gue takutkan apa? Gue cuman takut dia melakukan *** bebas, orang tuanya pasti bakal kecewa kalau itu terjadi." Ungkap Soraya perihal kekhawatirannya kepada Meysin.


"Kita harus gimana sebagai sahabatnya Aya?" Tanya Rya yang masih tak percaya apabila Meysin menjadi orang yang berbeda dari dugaannya.

__ADS_1


"Kita tunggu aja, siapa tau dia mau cerita tanpa kita paksa." Ucap Sorayaa yang juga kebingungan. Nopri yang sedang memeriksa pesan di handphonenya langsung kaget melihat pesan dari meysin di grup mereka, "Rya maaf ya, aku memang memalukan untuk tetap dijadikan teman." Pesan dari meysin sekaligus pesan terakhirnya karena ia keluar dari grup itu.


"Hey liat grup cepattt, nih liat Aya." Ujar Nopri sambil memperlihatkan chat itu kepada Soraya, "Lah kok dia keluar grup sih .


"Terdengar suara Rya dalam panggilan itu, "Huftt... harusnya masalah begini kita tau lebih awal, kita juga gak bisa membiarkan dia terjerumus lebih jauh." Ucap Soraya dengan kesalnya, "Emang udah yakin kalau Meysin kerja jadi wanita malam? Gimana kalau perempuan yang di storynya itu saudaranya?" Sambung Nopri memberikan dugaan lain.


“Bisa juga sih Aya, siapa tau saudaranya.” Jawab Rya yang juga setuju dengan dugaan yang diberikan Nopri. Di saat Soraya dan Nopri masih membahas Meysin dengan Rya, terdengar suara Arion di luar kamar.


"Sayannggg, ini pada kemana sih, katanya mau nonton malah di tinggal nonton berdua." Ujar Arion mencari Soraya "Lula, nanti gue pikirin apa yang harus kita lakukan untuk Meysin ya, ini soalnya Arion lagi di sini gak enak udah lama di tinggalin." Pungkas Soraya, “Iya nanti kita lanjut sekarang lagi double date dulu ehehhhe." Sambung Nopri dengan canggung.


"Dih yang pada punya pacar, ya maaf ganggu kalau gitu, aku tutup ya telponnya Assalamualaikum." Ucap Rya menyelesaikan panggilannya, “Iya, waalaikumussalam." Jawab Soraya dan Savita berbarengan.


Lalu Nopri dan Soraya keluar kamar untuk menemui pacar mereka masing-masing, “Nop, kita pulang aja yuk udah malam juga bentar lagi ibu Soraya pasti pulang." Ajak Aska saat Nopri menghampiri dirinya di ruang tengah.


"Ya udah ayo..." Jawab Nopri yang juga masih kepikiran perihal Meysin.

__ADS_1


Setelah mereka semua pulang dari rumah Soraya, ia masuk kamar dan mencari-cari kebenaran tentang siapa orang di balik story Meysun yang bahkan membuat Meysin keluar dari grup mereka.


__ADS_2