
"Kehidupanku tidak seperti dulu, saat ini aku merasa uang adalah hal yang harus aku dapatkan setiap hari, bahkan di saat tugas sekolah membuatku gila" Rya
Hari jum'at adalah hari yang paling membahagiakan, karena itu tandanya hari libur akan tiba, di hari jum'at yang sangat cerah ini Soraya bersiap untuk berangkat sekolah, teringat pesan dari Arion pacar barunya, Soraya kembali membuka room chat mereka berdua.
"gue sekolah hari ini, kalo malai jemput gue tunggu." pesan yang Hala kirim untuk Arion memang sedikit cuek walaupun sebenarnya perasaan ia saat ini dag dig dug tak karuan. Setelah pesan itu terkirim Soraya menyiapkan buku pelajaran hari ini. Deerrrtttt...dderrttt(suara getar handphone Soraya) terlihat di layar handphone panggilan dari Arion, sontak Soraya kaget mengatur napasnya dan mengangkat panggilan itu.
"Halloow, Aya sekarang aku otw ke rumahmu ya." Suara Arion dari panggilan itu “Iya, tapi entar pulangnya gue sama Rya" jawab Soraya "masih aja kaku, gantilah panggilannya masa lo gue, setidaknya aku kamu dulu gapapa deh, yaudah aku tutup telponnya.” Pungkas Arion sambil menutup telponnya.
"Aduuuuuh gak enak banget kaya gitu, ini kebiasaan nih pake lo gue, Arion marah gak ya?" gumam Soraya menyesal dengan tingkah kakunya yag baru saja ia lakukan kepada Arion.
Tiga puluh menit berlalu Arion tiba di rumah Soraya.. "Assalamualaikumm" ujar Arion di depan pagar rumah Soraya . " Aya, kayanya Arion udah di depan, cepet siap-siapnya." Ujar ibu Soraya kepada anaknya di dalam kamar "Oke, bentarrr." Jawab Soraya keluar kamar lalu berpamitan dengan ibunya dan bergegas menemui Arion di depan rumahnya.
"Hai, cantik banget pacarku." Ujar Arion menatap Soraya penuh cinta, Soraya salah tingkah atas sikap Arion "Apaan sih." Balas Soraya menutupi perasaannya yang ingin teriak.
"Yaudah yuk naik, nanti kesiangan lagi." Titah Arion lalu mereka berdua pergi ke sekolah bersama di hari itu, tidak sedikit dari siswa lain yang saling bertanya-tanya melihat Soraya dan Arion naik motor bersama. Merasakan orang-orang yang sedang memperhatikan mereka, setelah turun dari motor Soraya langsung berlari menuju kelasnya melihat itu Arion merasa gemas kepada Hala. Arion tidak terlalu memikirkan apa yang dibicarakan orang-orang terhadap dirinya dan Soraya, ia masuk kelas seperti biasanya tanpa rasa takut. Sesampainya di kelas......
__ADS_1
"Noppppp jangaaann bilang siapa-siapa, okey! Gue di jemputt Arionnn." Ujar Soraya dengan suara pelannya tepat di dekat telinga Nopri, memberitahu sahabat yang sudah lama bersamanya kalau hubungannya dengan Arion memiliki perkembangan, Soraya belum menceritakan yang sebenarnya kepada Nopri karena ia dan Arion akan berpacaran diam-diam dulu perlahan jika Soraya sudah berani menjelaskan kepada Meysin mereka akan berpacaran tereng-terangan.
"Aya..Nopp, pulang sekolah jadi ke café tempatku kerja kan?” Tanya Rya menghampiri Soraya yang sedang berbisik kepada Nopri di mejanya.
"Oh, soal itu, kita datang kok tenang aja, ya kan Nop ?" Balas Soraya dengan raut wajah yang kaget saat Rya tiba-tiba berbicara di sampingnya, “Soraya Nanti gimana dia ikut gak? Bentar lagi bel masuk tapi belum datang juga ya." Ambung Nopri bertanya kepada Rya, "Katanya ada kepentingan keluarga jadi dia izin gak masuk sekolah." Jawab Rya “ Lula, dibandingkan kita kamu yang lebih dulu kenal Meysin itu, kalo berbicara sama dia rasanya susah terbuka banget, tapi kadang tiba-tiba jadi paling terbuka, berani aneh banget berubah-ubah.
"Lanjut Nopri mengajak bicara Rya, "Soal itu aku juga gak ngerti, intinya nanti jangan lupa datang ke cafénya oke, aku balik ke mejaku byeee." pungkas Soraya menyelesaikan pembahasan tentang Meysin yang tentunya ia juga tidak mengerti.
Hari berlalu begitu cepat, pembelajaran sekolah hampir selesai hari ini, Soraya dan Nopri yang sudah berniat untuk menemani Rya bekerja, selepas bel pulang berbunyi mereka berganti pakaian agar bisa langsung pergi ke tempat Rya bekerja bersamaan. Di perjalanan mereka berbincang mengenai kehidupan pekerjaan Rya.
melemparkan pertanyaan kepada soraya yang masih fokus dengan handphonenya "Aya? Apa tadi gak denger?" Ujar Soraya sambil memasukkan handphonenya ke dalam tas.
"Chat sama siapa sih Aya sampai senyum-senyum gitu tadi, masa gak cerita?" desak Nopri menyenggol badan Sorata pelan. " Bukan siapa-siapa, tadi ngomongin apa please back to topic." Jawab Soraya melirik Nopri dengan sinis.
"Ini loh nanya soal kerjaan Aya, sebenarnya sih kalo jujur cape banget, apalagi sering ngerasa gak ada waktu main, untung masih punya kalian yang mau temenin aku datang ke cafénya." Ujar Rya menghela napas, "Lula kok jadi sedihh." Sambung Nopri sembari memeluk Rya. Nopri menyudahi pelukannya.
__ADS_1
"Kehidupanku tidak seperti dulu, saat ini aku merasa uang adalah hal yang harus aku dapatkan setiap hari, bahkan di saat tugas sekolah membuatku gila" Ucap Rya dengan helaan napas kedua kalinya.
“Aku senang kamu jujur soal perasaan tidak enak yang kamu rasakan sekarang, kamu harus akui kamu lelah, kamu marah, kamu kesal, dan terakhir lepaskan semua perasaan itu dengan cerita ke kita, mungkin itu akan membuat hari-harimu jadi lebih ringan." Ujar Soraya memberikan saran atas keluh kesah Rya hari ini, "Satu lagi yang harus Lu ingat. Cerita sedih, senang, atau apapun ceritamu akan selalu aman tanpa bocor ke mana-mana hehehe." Sahut Nopri melengkapi kata-kata yang Soraya berikan kepada Rya.
"Makasih banyakk, love you guys. Yuk cepetan jalannya nanti aku telat lagi." Pungkas Rya menutup perbincangan mereka, lalu berjalan agak cepat menuju café tempat Rya bekerja.
Sejak pukul enam sore tadi, Nopri dan Soraya sudah pulang ke rumah masing-masing, sekarang sudah jam Sembilan malam Rya masih membersihkan alat-alat masak yang masih kotor tepat jam 10 malam ia selesai bekerja di sana, sebelum pulang Rya memutuskan untuk mencari tempat yang bisa menenangkan lelahnya seharian ini.
Ia berhenti di sebuah taman yang sangat sepi malam itu, Rya duduk termenung sendirian di sana, teringat pembincangan dengan Soraya a dan Nopri, akhirnya Rya memutuskan untuk meminta bantuan Soraya.
Rya mengirim pesan lewat whatsaap kepada Soraya. "Aya, hari ini aku boleh menginap di rumahmu? Aku sedang malas bertemu Arif.”
Soraya yang sedang asyik chattingan dengan Arion melihat ada pesan masuk dari Rya. membaca pesan itu Soraya langsung menelpon Rya untuk datang menginap di rumahnya karena kebetulan ibunya pergi keluar kota untuk menemani ayahnya di sana.
"Rya, ayo masuk-masuk.” Ujar Soraya membawa Rya masuk ke rumahnya, "Maaf ya ngerepotin lagi, aku tadi sebenarnya nyari tempat untuk melepas lelah aja nyampenya ke taman deket situ, ternyata deket sama rumahmu.” Jelas Rya, "Iya gapapa, malam banget ternyata pulang kerjanya, bersih-bersih dulu aja di sana, kalo udah selesai langsung ke kamarku ya." Sambung Soraya menunjukan toilet untuk Rya membersihkan dirinya.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan diri, Rya dan Soraya melakukan video call di grup mereka,tidak lama kemudian Nopri bergabung di video call grup itu, tetapi Meysin tak juga menyambung saat di telpon berkali-kali sudah menjadi kebiasaannya selalu menghilang entah kemana, walaupun tanpa kehadiran Meysin memang terasa kurang lengkap tetapi gelak tawa malam itu melengkapi kebahagiaan mereka bertiga.