Bertasbih dalam Ikhtiar cinta

Bertasbih dalam Ikhtiar cinta
Senja


__ADS_3

Di matanya, Kota Alexandria sore itu tampak begitu memesona. Cahaya mataharinya yang kuning keemasan seolah menyepuh atap -atap rumah, gedung -gedung, menara -menara, dan kendaraan -kendaraan yang lalu lalang di jalan. Semburat cahaya kuning yang terpantul dari riak gelombang di pantai menciptakan aura ketenangan dan kedamaian.


Di atas pasir pantai yang putih, anak -anak masih asyik bermain kejar -kejaran. Ada juga yang bermain rumah-rumahan dari pasir. Di tangan anak -anak itu pasir pasir putih tampak seumpama butir-butir emas yang lembut berkilauan diterpa sinar matahari senja.


Di beberapa tempat, di sepanjang pantai, sepasang muda - mudi tampak bercengkerama mesra. Di antara mereka masih ada yang membawa buku-buku tebal di tangan. Menandakan mereka baru saja dari kampus dan belum sempat pulang ke rumah. Suasana senja di pantai rupanya lebih menarik bagi mereka dari pada suasana senja di rumah. Bercengkerama dengan pujaan hati rupanya lebih mereka pilih daripada bercengkerama dengan keluarga; ayah, ibu, adik dan kakak di rumah.


Di mana-mana muda-mudi yang sedang jatuh cinta sama. Senja menjadi waktu istimewa bagi mer eka. Waktu untuk bertemu, saling memandang, duduk berdampingan dan bercerita yang indah-indah.


Saat itu yang ada dalam hati dan pikiran mereka adalah pesona sang kekasih yang dicinta. Tak terlintas sedikit pun bahwa senja yang indah yang mereka lalui itu akan menjadi saksi sejarah bagi mereka kelak.


Ya, kelak ketika masa muda mereka harus dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta Cinta. Dan jatuh cinta mereka pun harus dipertanggung jawabkan kepada-Nya: Di hadapan pengadilan Dzat Yang Maha Adil, yang tidak ada sedikit pun kezaliman dan ketidakadilan di sana.


Di matanya, Kota Alexandria sore itu tampak begitu indah.Ia memandang ke arah pantai. Ombaknya berbuih putih. Bergelombang naik turun. Berkejar kejaran menampakkan keriangan yang sangat menawan. Semilir angin mengalirkan kesejukan.

__ADS_1


Suara desaunya benar -benar terasa seumpama de- sau suara zikir alam yang menciptakan suasana tenteram.


Dari jendela kamarnya yang terletak di lantai lima Hotel Al, ia menyaksikan sihir itu. Di matanya, Alexandria sore itu telah membuatnya seolah tak lagi berada di dunia. Namun di sebuah alam yang hanya dipenuhi keindahan dan kedamaian saja.


Sesungguhnya bukan semata -mata cuaca dan suasana menjelang musim semi yang membuat Alexandria senja itu begitu memesona. Bukan semata -mata sihir matahari senja yang membuat Alexandria begitu menakjubkan.


Bukan semata-mata pasir putihnya yang bersih yang membuat Alexandria begitu menawan. Aka n tetapi, lebih dari itu, yang membuat segala yang dipandangnya tampak menakjubkan adalah karena musim semi sedang bertandang di hatinya. Matahari kebahagiaan sedang bersinar terang di sana. Bunga bunga kesturi sedang menebar wanginya.


Gadis itu adalah kilau matahari di musim semi. Sosok yang sedang menjadi buah bibir di kalangan mahasiswa dan masyarakat negara X di negara P. Gadis yang pesonanya dikagumi banyak orang.


Dikagumi tidak hanya karena kecanti kan fisiknya, tapi juga karena kecerdasan dan prestasi -prestasi yang telah diraihnya. Lebih dari itu, gadis itu adalah putri orang nomor satu bagi masyarakat x di negara p.


Dialah Kirana Putri Premeswari. Putri satu -satunya Bapak Duta Besar Republik x di negara P. Hampir genap satu tahun gadis itu tinggal di negara P. Selain untuk menemani kedua orangtuanya, keberadaannya di Negeri Pyramid itu untuk melanjutkan S.2 -nya di American University in Cairo (AUC).

__ADS_1


Belum begitu lama menghirup udara negara P, gadis yang memiliki suara jernih itu langsung menunjukkan prestasinya. Kontan, ia langsung jadi pusat perhatian . Sebab baru satu bulan di C, tulisan opininya dalam bahasa Inggris sudah dimuat di koran Ahram Gazzette. Opininya menyoroti peran Liga A yang mandul dalam memperjuangkan martabat anggota -anggotanya. Liga A yang tak punya nyali berhadapan dengan Israel dan sekutunya. Liga A yang hanya bisa bersuara, tapi tidak bisa berbuat apa -apa.


Tulisannya rapi runtut, berkarakter, tajam dan kuat datanya. Orang dengan pengetahuan memadai, akan menilai tulisannya merupakan perpaduan pandangan seorang jurnalis, sastrawan dan diplomat ulung.


Karena opininya itulah ia langsung diminta jadi bintang tamu di Nile TV. Di layar TV ia berdebat dengan Sekjen Liga A. Hampir seluruh masyarakat X yang di negara P menyaksikan siaran langsung istimewa itu. Baru kali ini ada anak negara X berbicara di sebuah forum yang tidak sembarang orang diundang. Sejak itulah Kirana Putri Premeswari menjadi bintang yang bersinar di langit cakrawala negara P, terutama di kalangan mahasiswa dari negara X.


Terhitung, gadis yang menyelesaikan S.l -nya di EHESS Prancis itu sudah tiga kali tampil di layar televesi negara P. Sekali di TV. Dua kali di Channel 2. Wajahnya yang tak kalah pesonanya dengan diva pop dari Lebanon, Nawal Zoughbi, dianggap layak tampil di layar kaca. Selain karena ia memang putri seorang duta besar yang cerdas dan fasih berbahasa Inggris dan Prancis.


Kirana Putri Premeswari, Putri Pak Dubes itulah yang membuatnya berada di Alexandria dan tidur di hotel berbintang lima selama satu pekan ini. Meskipun ia sudah berulangkali ke Alexandria, namun keberadaannya di Alexandria kali ini ia rasakan begitu istimewa. Ia tidak bisa mengingkari dirin ya adalah manusia biasa, bukan malaikat. Ia tak bisa menafikan dirinya adalah pemuda biasa yang bisa berbunga -bunga karena merasa dekat dan dianggap penting oleh seorang gadis cantik dan terhormat seperti Kirana Putri Premeswari. Gadis yang membuat matahari kebahagiaan sedang bersinar terang di hatinya.


Awalnya adalah Kedutaan Besar Republik X yang mengadakan acara "Pekan Promosi Wisata dan Budaya X di Alexandria". Beberapa acara pagelaran budaya digelar di Auditorium Alexandria Univer sity selama satu pekan. Dan Kirana lah yang menjadi penanggung jawab acara tersebut. Sementara Bryan Alexander Wijaya ia, dikenal sebagai mahasiswa paling mahir memasak. Dan ia dikontrak untuk membuka stand masakan khas negara P. Mulanya ia menolak. Sebab, dengan begitu ia harus meninggalkan bisnisnya selama semingu. Ia khawatir langganannya kecewa. Namun Putri Dubes itu terus mendesak dan memohon kesediaannya. Akhirnya ia luluh dan bersedia.


Sejak itulah hatinya berbunga -bunga. Sebab sebelum berangkat ke Alexandria ia sering ditelpon Kirana. Dan saat di Alexandria hampir tiap hari kirana datang ke standnya untuk mengontrol, melihat -lihat, atau hanya sekadar untuk mengajaknya bicara apa saja.

__ADS_1


__ADS_2