Bertasbih dalam Ikhtiar cinta

Bertasbih dalam Ikhtiar cinta
Untuk Anna


__ADS_3

Furqan menangkap bau semerbak wangi parfum yang menyengat. Bau itu begitu menteror dirinya. Ia menoleh ke arah datangnya bau itu. Seorang perempuan Mesir berambut jagung dan berpakaian ketat melintas. Tangannya digandeng seorang turis bule. Dalam hati ia istighfar, ia berdoa semoga suatu kali nanti perempuan itu tahu adab memakai pakaian dan parfum. Mengenai bule yang menggandengnya ia tidak mau berpurbasangka. Mungkin itu adalah suaminya. Ia kembali memperhatikan Dina. Pada saat yang sama Dina menoleh ke arahnya.


"Ada isinya, Tuan."


"Kalau begitu coba 819."


"Baik, sebentar."


Dina kembali melihat layar komputer sementara jari jari nya menari di atas keyboard dengan indahnya. Vidy melihat jam tangannya, dua belas lebih tiga menit.


"Alhamdulillah, kosong!"


"Breakfast-nya sekali saja ya."


"Baik, Tuan."


Dina lalu memasukkan data. Mengambil key card, dan memasukkannya ke dalam wadah berlipat tiga dari karton berwarna kuning keemasan. Menuliskan nama Bidy , nomor kamar dan mengambil kupon merah muda.


"Ini kunci dan kupon breakfast-nya."


"Mutasyakkir ya Anesa ."


"Afwan."


Vidy memeriksa sebentar key card dan kupon yang ia terima, lalu tersenyum tipis pada Dina dan Suzan. Keduanya membalas dengan senyum dan anggukan ringan. Vidy lantas melangkahkan kaki ke arah lift. Ia tidak sadar kalau Dina terus mengikuti gerak tubuhnya sampai hilang ditelan pintu lift.

__ADS_1


Vidy naik lift bersama dua turis dari Jepang. Dua muda mudi yang sedang melakukan riset tentang alat transportasi Mesir kuno. Keduanya ternyata mahasiswa Kyoto University. Kamar mereka dilantai yang sama dengan kamar Vidy. Mereka begitu antusias ketika Vidy menjelaskan dia juga seorang mahasiswa. Vidy memperkenalkan dirinya sebagai mahasiswa pascasarjana Cairo University, jurusan tarikh wal hadharah, sejarah dan per adaban. Sebelum berpisah untuk menuju kamar masing-masing, Vidy sempat bertukar kartu nama dengan mereka.


Sampai di pintu kamar 819, dengan mengucap basmalah, Vidy membuka pintu kamar dengan key card-nya. Lalu memasukkan key card-nya ke tempat bertuliskan "insert your card here" untuk menyalakan listrik. Vidy langsung merasakan kesejukan dan kemewahan kamarnya. Kemewahan Eropa kontemporer hasil perkawinan arsitektur Italia dan Turki modern.


Vidy meletakkan tas jinjing dan tas ranselnya di atas meja pendek di samping kanan almari televisi. Ia lalu beranjak membuka tabir jendela kamarnya. Dan terhamparlah di hadapannya panorama sungai Nil. Kamarnya tepat menghadap sungai Nil. Dari jendela kamamya ia bisa melihat hampir semua panorama sungai Nil. Ke arah utara ia bisa melihat El Tahrir Bridger, jembatan paling utama yang melintas sungai Nil. Ia juga bisa melihat Gezira Sheraton Opera House, Cairo Tower, bahkan menara Television and Broadcasting Studio di kejauhan.


Ke arah barat ia bisa melihat gedung Papyrus Institute, arus lalu lintas di El Nil Street yang berada tepat di sepanjang tepi barat sungaiNil, membentang dari Giza hingga Imbaba. Ke arah selatan ia bisa melihat El Gama'a Bridge, bendera Kedutaan Israel, dan terminal transportasi air yang let aknya tak begitu jauh dari El Gama'a Bridge dan tentu saja beberapa menara masjid.


Cairo memang terkenal dengan kota seribu menara. Sangat mudah menemukan menara masjid di kota ini. Sebab hampir di setiap titik ada masjidnya


Vidy merebahkan badannya di atas springbed. Punggungnya terasa nyaman. Perlahan -lahan kedua matanya hendak terpenjam. Tiba -tiba handphonenya berdering mengingatkan saatnya shalat. Ia bangkit, menggerak - gerakkan badannya untuk melemaskan otot ototnya lalu duduk di kursi. Di kepalanya telah tergambar jadwalnya selama berada di hotel. Setelah wudhu ia akan keluar sebentar untuk shalat Zuhur di masjid terdekat dari hotel. Ada masjid di dekat Cairo University Hospital yang terletak di sebelah selatan Meridien.


Setelah itu istirahat sebentar. Satu jam sebelum Ashar, bangun untuk mulai membaca isi tesisnya. Untuk seterusnya konsentrasi memperdalam isi tesisnya yang siap diujikan dalam sidang terbuka tiga hari lagi. Hanya diselingi shalat, makan dan mandi. Selain tesis yang telah paripurna penyuntingannya, bahan -bahan terpenting telah ia bawa yaitu beberapa buku penting, data -data penting yang telah ia simpan rapi dalam laptop serta beberapa data dalam berlembar -lembar fotocopy. Itulah jadwal yang telah tersusun di kepalanya.


"Ya, hello. Ini siapa ya?"


"Ini Sara, Tuan Vidy. "


"Sara siapa ya?"


"Sara Zifzaf, mahasiswi Cairo University yang berkenalan dengan Tuan diperpustakaan dua bulan yang lalu. "


"Sebentar, Sara yang tinggal di Mohandisin itu ya?" "Iya benar."


"Kok bisa tahu saya di sini!?" Tanya Vidy heran. Ia heran bagaimana mungkin ada orang yang tahu ia ada di hotel itu dan tahu nomor kamarnya. Apalagi dia adalah gadis Mesir yang berkenalan tidak di sengaja di Perpustakaan. Setelah itu tidak pernah bertemu lagi sama sekali. Ia berkenalan dengan Sara di perpustakaan. Gara garanya, saat itu perpustakaan penuh. Tidak a da lagi kursi kosong kecuali satu kursi di dekat seorang gadis Mesir. Ia terpaksa duduk di situ. Ia membaca dan menulis hal-hal penting dengan laptop-nya di samping gadis itu. Entah kenapa gadis itu lalu mengajaknya bicara dan terjadilah perkenalan itu.

__ADS_1


Gadis itu adalah Sara. Dia memperkenalkan diri sebagai mahasiswi Cairo University yang tinggal di Mohandisin. Gadis itu ingin mengajaknya banyak bicara, Tapi ia minta maaf tidak bisa banyak bicara, sebab banyak yang harus ditulisnya.


"Kebetulan tadi saya menemani ayah saya bertemu koleganya di hotel ini. Saat saya hendak meninggalkan lobby saya sempat melihat Tuan Vidy di meja resepsionis. Maka saya tanya pada resepsionis untuk meyakinkan saya bahwa yang saya lihat tidak salah. Dan ternyata benar. Sebenarny a saya ingin bertemu langsung dengan Tuan Vidy. Tapi sayang saya ada janji dengan seorang teman di Giza. Ini saya menghubungi Tuan di jalan, dalam perjalanan ke Giza."


"Ada keperluan apa Anda menghubungi saya, Nona?'


"Saya ingin mengundang Anda makan malam bersama?"


"Ya makan malam bersama?"


Vidy kaget, ia baru sekali bertemu dengan gadis Mesir itu. Tapi gadis Mesir itu bisa tidak lupa padanya. Ia saja jika bertemu lagi dengan gadis itu di jalan mungkin sudah lupa. Terus baru sekali bertemu sudah berani mengundang makan malam. Ia heran. Itu bukanlah watak asli gadis Mesir. Watak asli gadis Mesir adalah menjaga diri dengan rasa malu yang berlapis lapis.


"Saya mengundang Tuan nanti malam jam 19.30 di Abu Sakr Restaurant di Qashr Aini Street, tepat di depan Qashr El Aini Hospital. Setelah berkenalan dengan Tuan di perpustakaan itu, saya lalu mencari data lebih jauh tentang Tuan di bagian kemahasiswaan. Saya jadi mengetahui banyak hal tentang Tuan. Saya juga sering melihat Tuan melintas di gerbang kampus, tapi Tuan pasti tidak tahu. Saya harap Tuan bisa memenuhi undangan saya malam ini" Suara Sara itu terasa indah ditelinga. Bahasa 'Amiya Mesir jika diucapkan oleh gadis Mesir memiliki sihir tersendiri. Sihir yang tidak dimiliki jika diucapkan oleh kaum laki-laki. Vidy berpikir sejenak lalu menjawab dengan tegas,


"Maaf, mungkin saya tidak bisa Nona. Ada yang harus saya kerjakan."


"Tidak harus Tuan jawab sekarang. Lihat saja nanti malam, jika ada waktu silakan datang. Jika tidak, tidak apa. Namun saya sangat senang jika Tuan bisa datang. Ini saja Tuan, maaf mengganggu. Sampai bertemu nanti malam. Syukran."


"Afwan."


Seketika ada tanda tanya besar dalam kepala Vidy. kenapa gadis yang baru begitu ia kenal itu mengundangnya makan malam? Sangat aneh untuk adat wanita Mesir kebanyakan. Ia merasa heran.


"Ah, emang gua pikirin. Gua ke sini bukan untuk memenuhi undangan makan, tapi untuk persiapan sidang tesis tiga hari yang akan datang. Ah sekarang shalat, makan siang, istirahat lalu belajar dengan tenang. " Kata Vidy pada diri sendiri, meskipun undangan makan malam dari Sara di salah satu restauran berkelas itu, mau tidak mau, hinggap juga di pikiran dan menimbulkan seribu tanda tanya.


Di luar hotel, angin musim semi mencumbui sunga Nil dengan mesra. Sinar matahari memancarkan kehangatan dan rasa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2