
kini alana masih berada di tempat di mana dia dihempas kan begitu saja dengan sang suami. Kini alana sedang menangis tersedu sedu, kapan diri nya akan bahagia, sampai kapan diri nya terus menerus seperti ini, selalu saja di sakiti oleh orang orang ter deket nya.
Alana bangkit dari tempat tersebut dan berjalan menuju kamar nya, di mana di sana tempat yang sangat cocok untuk diri nya menangis.
Devan pov
Devan sedikit merasa kasihan kepada gadis itu, saat dimana diri nya melihat tubuh sang gadis yang sudah ber gemetar sebelum diri nya menampar nya, gadis itu pun hanya diam saja ketika diri nya memukul nya, dan hanya menangis, devan tanpa sengaja melihat ke dua mata sang gadis, di mana di mata itu menyirat kan sebuah kesakitan yang mendalam.
Devan membuang pikiran tersebut, wanita itu tidak pantas di kasihani. Ketika devan tengah sibuk dengan pikiran nya sendiri. Tiba tiba ponsel nya berdering, devan menatap ponsel ter sebut dan mengangkat panggilan dari sang ibunda.
" halo nak, besok malam datang kesini ya karna akan ada acara kelurga besar, bunda kangen banget sama mantu bunda yang cantik itu, ajak alana juga ya devan, pokok nya kalian ber dua harus datang kalau tidak bunda yang akan datang kesana " ucap bunda devan dengan begitu bahagia, kini diri nya akan ber kumpul kumpul kembali dengan menantu dan anak anak nya.
" iyaa bunda, akan devan usaha kan, devan tutup telfon nya ya, karna sedang sibuk " ucap devan sambil mematikan panggilan telfon tersebut.
Kini devan bingung diri nya akan mengajak gadis itu atau tidak, jika diri nya datang sendiri pasti sang ibu akan sangat marah sekali. jika diri nya mengajak gadis itu, diri nya bingung harus ber bicara apa ke pada gadis itu.
Alana pov
" sampai kapan aku harus seperti ini saja tuhan " kata alana menangis.
Kini alana sedang menangis di pojok kamar nya itu, diri nyaa bingung sampai kapan hidup nya akan semenderita ini. Alana terus saja menangis tanpa sadar diri nya ter tidur di pojok kamar nya.
***************
Di pagi hari nya sama seperti pagi pagi sebelum nya, alana bangun pagi untuk mempersiap kan sarapan pagi dan untuk diri nya berangkat kerja.
Alana sarapan terlebih dahulu seperti hari hari yang lalu. Kini diri nya telah selesai dengan acara memakan nya dan sedang membersihkan bekas piring kotor nya.
Alana menaiki tangga untuk membangun kan sang suami, ini sudah menjadi kewajiban nya sebagai seorang istri, diri nya tidak pernah mempunyai dendam ke pada suami nya itu.
Tok tok tok
__ADS_1
devan yang mendengar ketokan pintu dari arah luar kamar nya itu pun segera membuka mata nya, dan pergi menuju pintu untuk memberitahu soal semalam bunda nya mengajak untuk makan malam.
Ceklek
Alana yang kaget pun mengundur kan kaki nya ketika sang suami sudah ada di hadapan nya.
" astaga mas ini mengagget kan saja " kata alana.
" mas ini sudah pukul jam setengah delapan pagi mas, mas tidak berangkat kerja kah, aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu, dan juga ada teh hangat di sana mas " ucap alana tersenyum manis.
" nanti malam kau bersiap siap pukul jam delapan malam, bunda mengajak kita untuk makan malam ber sama keluarga besar ku, kau jangan sampai bilang sesuatu cara ku memperlakukan mu. Kalau kau memberitahu kau akan habis di tangan ku " ucap devan seraya mengancam alana.
" iyaa mas aku tidak akan memberitahu sikap mu kepada siapa pun " ucap alana tersenyum.
Devan yang mendengar itu pun segera menutup pintu kamar dengan sangat kencang.
Brak
Alana yang masih berada di hadapan pintu tersebut pun, sangat terkejut bukan main. Dan kini diri nya pergi untuk bekerja.
*************
Alana kini sedang ber jalan untuk pergi ke tempat di mana diri nya kini bisa mendapatkan uang.
" ternyata perjalanan nya jauh juga ya " kata alana.
perjalanan lumayan jauh jika berjalan kaki, alana terus saja berjalan tanpa mengeluh sedikit pun, karna diri nya akan berjalan terus setiap hari nya.
" siang mbak " sapa alana.
" iyaa siang " jawab senior alana.
__ADS_1
Alana sudah sampai di tempat kerja nya, dan kini sedang melakukan tugas nya, yaitu membersihkan meja, menyapu dan mengepel lantai.
Tanpa terasa kini sudah saat nya alana untuk pulang, kini diri nya tengah bersiap siap untuk menganti pakaian nya kembali seperti dia datang waktu pagi hari nya.
Kini alana sudah sampai di rumah yang ia tempati, cepat cepat alana memasuki rumah tersebut dan membersihkan rumah tersebut seperti biasanya. Alana juga menyalakan beberapa lampu yang wajib untuk di nyalakan seperti dapur, ruang tamu, dan lampu luar.
Alana segera memasuki kamar untuk bersiap siap untuk datang ke acara makan malam di rumah sang mertua nya itu. Alana bingung akan menggunakan pakaian apa, karna diri nya tidak memeliki pakaian yang bagus.
" aku bingung harus make baju apa karena tidak punya baju mahal dan juga mewah " kata alana bimbang.
" dres ini saja lah " kata alana.
Pilihan alana jatuh pada pakaian dres yang lumayan cocok untuk ia gunakan nanti malam. Kini diri nya tengah menghapus sisa make up, yang masih menempel di wajah nya yang cantik ini.
Kini alana memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri nya, tidak berselang lama kini alana sudah selesai dengan acara mandi nya. Kini diri nya tengah mengering kan rambut nya yang panjang itu, alana juga menggunakan make up tipis.
" ternyata aku cantik juga ya ternyata, jika makeup seperti ini, apa lagi jika tidak makeup akan lebih cantiknya aku" kata alana dengan pd nya.
Kini jam masih pukul jam enam sore, seperti nya sebentar lagi sang suami akan segera pulang, ia sudah tidak sabar datang ke acara yang mertua nya.
" mas devan ko belum pulang jugaa ya, apa jangan jangan aku di tinggal " kata alana.
"Dremmmm" suara deru mobil devan.
Alana yang mendengar suara deru mobil sport milik suami nya itu pun tersenyum senang, akhir nya suami nya itu pulang juga.
Kini diri nya tengah menunggu sang suami memasuki rumah, tidak begitu lama devan masuk ke dalam rumah. Dan alana berdiri untuk menyambut.
" mas, makan malam nanti jadi kan " ucap alana bertanya
Devan yang ditanya seperti itu pun hanya berdehem. lalu dia pergi begitu saja dari hadapan alana, dan memasuki kamar nya, dari pada meladeni Alana terus.
__ADS_1