
Lanjutan dari part sebelum.
Maaf jika masih banyak kata kata yang salah atau tanda baca yang salah, harap di maklumi ya, karna ini novel pertama saya. Terimakasih atas perhatian nya.
*************
Setelah diri nya makan ber sama sang suami, alana memutus kan untuk tidur terlebih dahulu.
" mas aku duluan ke kamar ya, soal nya sudah sangat mengantuk, dan terima kasih mas atas makanan nya tadi " ucap alana tersenyum.
" ter nyata mas devan baik juga yaa " kata alana.
Devan menanggapi ucapan alana dengan hanya deheman saja, lalu alana pergi menuju ke arah kamar nya.
entah mengapa devan suka melihat senyum wanita tersebut, devan hanya melihat alana yang biasa nya menangis saat diri nya menyakiti nya.
" mas devan begitu sangat perduli pada ku " kata alana lagi.
" aku sangat senang sekali akhir nya mas devan perhatian " kata alana.
" aku harus segera istirahat " kata alana.
" semoga aku mimpi indah " kata alana.
Alana kini sudah mengganti pakaian nya dan naik di atas kasur, diri kini tengah berusaha untuk tertidur.
************
pagi hari telah tiba, alana seperti biasa bangun sangat pagi pagi sekali, untuk membersihkan mension yang sangat besar ini, diri nya kerja pada siang hari, alana sempat kan pagi hari nya untuk membersih kan mension nya.
" aku harus bangunin mas devan supaya tidak kesiangan berangkat kerja nya " kata alana.
Tok tok tok
" mas devan " teriak alana.
" mas sudah pagi, sudah pukul jam tujuh lewat mas, mas berngkat kerja kan " ucap alana setengah berteriak.
Devan kini telah siap dengan pakaian kantoran nya, dan diri nya melangkah menuju lantai bawah. Devan melihat ada alana di bawah yang sedang mengelap guci guci yang ada di sana.
Alana yang melihat devan turun dari tangga pun segera menghampiri nya, devan duduk sebentar di sofa yang berada di dekat tangga mension nya.
" mas, maaf yaa untuk saat ini aku tidak membuat sarapan untuk mu mas, karna sudah tidak ada bahan bahan makanan di dalam lemari es, beras juga sudah tidak ada, jadi aku tidak membuat sarapan kali ini " ucap alana yang sesekali menatap devan yang sedang fokus memainkan ponsel nya.
__ADS_1
devan ber niat ingin memberikan alana kartu rekening nya untuk alana gunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga.
" tunggu di sini jangan ke mana mana " kata devan.
" ada apa mas? " tanya alana. Devan tidak menanggapi nya.
Devan melangkah kan kaki nya kembali ke atas kamar nya, diri nya ingin mengambil kan rekening untuk sang istri.
Devan yang baru saja turun dari lantai atas, melangkah menuju di mana alana berada, diri nya ingin memberikan kartu rekening milik nya untuk alana gunakan untuk keperluan dapur.
" sinii kau " kata deva.
" ada apa mas? " tanya alana hati hati.
" ini untuk mu, kau boleh gunakan ini untuk keperluan dapur saja, selebih nya kamu tidak boleh gunakan itu, aku akan tau jika kamu menghambur hambur kan uang milik ku " ucap devan, sambil diri nya melangkah menuju halaman untuk, untuk berangkat bekerja.
" mas ini beneran? " tanya alana.
" mas yakin mas " kata alana lagi.
" hem " devan hanya ber dehem saja.
Alana yang di berikan kartu rekening milik sang suami pun merasa sangat senang, karna sang suami begitu perduli pada nya, semoga saja sang suami bisa menerima diri nya sebagai istri nya.
" aku harus segera ber siap siap untuk bekerja, karena sudah jam 2, aku membeli bahan bahan makanan besok saja, karena besok libur kerja " kata alana.
Kini alana sedang berjalan menuju ke cafe tempat ia bekerja, tanpa sengaja diri nya melihat sang kaka tiri nya sedang bersama ibu tiri nya juga.
" astaga ada ibu dan juga kaka kaka ku di sana, aku harus segera mengumpat kalau tidak aku akan di sakiti oleh mereka " kata alana.
supaya ibu dan kaka tiri nya tidak melihat keberadaan alana, jika mereka melihat alana maka diri nya sudah dalam masalah besar.
" akhir nya aku sampai juga, walau harus melewati cobaan cobaan " kata alana.
Kini alana sudah sampai di dalam cafe tempat nya bekerja, walau sempat mengalami hal hal yang tidak terduga di perjalanan menuju cafe.
" astaga cafe hari ini ramai sekali " batin alana.
Alana mengganti pakaian nya dengan pakain kerja seperti biasa, diri nya sedang meng lap meja meja yang kotor, membawa piring piring yang kotor, menyapu lantai yang kotor dan membersih kan jendela jendala yang sudah nampak buram itu.
" alana tolong bawakan ini ke meja nomor 18 " kata teman nya.
" baik lah " kata alana.
__ADS_1
" aku harus segera pulang ke mension " batin alana.
Kini sudah pukul jam sepuluh malam, waktu nya alana bersiap siap untuk pulang kerumah dan mengganti pakaian nya.
Alana sama seperti hari hari sebelum nya, diri nya berjalan kaki untuk pulang kerumah nya, semoga saja kali ini diri nya aman, semoga tidak terjadi hal hal yang seperti tadi.
" mas devan ada di mension ter nyata " kata alana.
Alana segera masuk ke dalam mension sang suami, alana melihat mobil suami nya sudah terparkir dengan sangat rapih.
" astaga aku sangat mual sekali, tubuh ku juga begitu sangat lemas sekali " kata alana.
Huek huek
" astaga ada apa dengan tubuh ku ini " kata alana.
Alana memuntah kan cairan bening, alana sangat lemas kali ini, diri nya ingin meminta tolong kepada sang suami untuk membeli kan nya obat, seperti nya magh nya kambuh kali ini.
" aku harus meminta tolong ke pada mas devan untuk mengantar kan berobat " batin alana.
alana melangkah kan kaki nya menuju ke atas kamar sang suami, untuk meminta antar ke apotik terdekat untuk membeli obat .
alana mengetok pintu kamar sang suami tidak ada jawaban dari dalam sana, alana memutuskan untuk menuju keruangan sang suami, dan benar saja sang suami berada di sana sedang mengerjakan pekerjaan nya.
" mas devan " panggil alana
Devan yang melihat alana pun hanya menatap nya sebentar dan fokus kembali ke dalam laptop.
" mas tolong antar aku ke apotik terdekat mas, aku sedang tidak enak badan, aku mual mual dari tadi, seperti magh ku kambuh " ucap alana dengan lemas.
" aku sedang sibuk alana, jangan merepotkan ku " ucap devan sesekali melirik alana.
" tapi aku takut mas kalo hanya pergi sendiri saja " ucap alana.
" aku tidak perduli alana, pergi dari sini " ucap devan mengusir alana untuk pergi.
" tapi mas " kata alana.
" pergii! " teriak devan.
Alana segera keluar dari ruang kerja sang suami, dan melangkah kan kaki nya kembali untuk turun kembali ke atas lantai 1.
*************
__ADS_1