
Part sekarang adalah kelanjutan dari part ab nya ya, terima kasih buat kalian yang udah membaca, jangan lupa like, komen dan juga follow ya. Supaya saya bisa semangat lagi untuk menulis cerita ke lanjutan nya sampai ending nanti nya.
terima kasih kalian semua, jangan lupa baca juga novel novel saya yang lain nya yaps, yang semoga saja kalian semua suka dengan alur dari cerita nya.
*************
Kini sudah pukul jam 3 dini hari mereka ber dua baru saja selesai dari kegiatan nya itu, alana segera mengambil pakaian nya yang ter geletak di bawah lantai itu.
" akhir nya sudah pagi juga, terima kasih nak kamu sudah kuat, sama sama bunda terus ya, sampai kamu bisa melihat dunia ini, bunda akan menjaga mu selalu " kata alana sambil mengelus perut rata nya.
Alana segera melangkah kan kaki nya untuk turun ke lantai satu, di mana di sana letak kamar nya ter sebut, dan alana segera mem bersih kan badan nya ter sebut sambil menangis.
" sampai kapan mas devan bisa menerima ku, padahal kita sudah ingin mempunyai anak di kehidupan nanti nya " batin alana ber kata.
Alana segera menyelesai kan mandi nya ter sebut, dan segera melangkah kan kaki nya untuk mengambil pakaian yang berada di dalam lemari nya ter sebut.
Alana segera memakai pakaian nya ter sebut, dan segera ber gegas untuk tidur karena hari sudah pukul 3 dini hari.
" semoga kamu baik baik saja yaa nak di dalam sana, maaf kan bunda mu ini ya " kata alana sambil mengelus perut nya yang masih rata ter sebut.
alana pun kini sudah ter tidur dengan sangat pulas.
****************
Kini matahari sudah menujuk kan sinar nya ter sebut, alana dan juga devan belum juga bangun dari tidur nya ter sebut, karena mereka baru saja ter tidur jam 3 dini hari tadi.
Kini jam sudah menunjuk kan pukul 8 pagi.
Alana yang wajah nya ter ganggu oleh sinar matahari yang berasal dari arah jendela nya pun segera mem buka ke dua mata indah nya ter sebut. Alana segera duduk di tepi ranjang nya ter sebut untuk mengumpul kan setengah nyawa nya yang tadi baru saja alana tidur.
" lebih baik aku mandi ter lebih dahulu, karena badan mu terasa sangat lengket sekali " kata alana.
Kini alana melangkah kan kaki nya untuk pergi ke dalam kamar mandi, untuk membersih badan nya ter sebut dan juga supaya alana lebih segar lagi nanti nya.
Devan pov
__ADS_1
Kini devan ter bangun karena bunyi alarm yang ber asal dari handphone nya ter sebut.
dan membuka ke dua mata nya ter sebut, dan melihat ke arah sekeliling kamar nya ter sebut, devan tampak mencari cari ke beradaan alana, karena di bawah lantai pun sudah tidak ada pakaian sang istri nya ter sebut.
Devan menelfon tangan kanan nya.
" halo heri " ucap devan dari dalam kamar nya.
" iyaa pak ada apaa? " ucap heri tangan kanan dari devan.
" tolong kosong kan jadwal ku siang ini " ucap devan lagi.
" baik pak saya akan segera mengosong kan jadwal nya siang ini " ucap heri lagi.
" bagus, terima kasih banyak ya her " ucap devan lagi.
" sama sama pak, ini sudah men jadi tugas saya " ucap heri.
Devan segera mematik kan telfon nya secara sepihak, dan devan segera melangkah kan kaki nya untuk menuju ke dalam kamar mandi yang tidak jauh, masih berada di dalam kamar mewah nya itu.
Kini devan melangkah kan kaki nya untuk menuju ke dalam brangkas yang berada di dalam kamar rahasia nya itu. Dan mengambil uang yang di minta oleh alana semalam, sesuai perjanjian dari mereka ber dua.
Devan segera turun ke lantai bawah untuk melihat keberadaan dari alana itu. Devan melihat alana sedang berada di dalam dapur, seperti nya alana sedang memasak makanan.
" eheemm " dehem devan dengan suara yang lumayan keras.
Alana yang sedang serius memasak pun ter kejut ketika mendengar suara sang suami nya berada di belakang nya.
" kenapa mas devan? " ucap alana sambil melihat ke arah suami nya ter sebut.
" ada yang bisa alana bantu mas? " ucap alana lagi.
" tumben banget mas masuk ke dalam dapur " ucap alana ber tanya tanya.
" banyak tanya sekali si kamu " ucap devan dengan ketus.
__ADS_1
" iyaa maaf mas " ucap alana sambil menunduk.
devan yang melihat alana seperti tidak mem permasalah kan ke jadian yang semalam pun merasa sangat bingung di buat nya, devan kira wanita itu akan menjauh dari nya ter nyata tidak, wanita itu ber sikap seperti tidak ada ke jadian apa pun yang ter jadi semalam itu.
" saya bawa in uang yang kamu minta semalam " ucap devan sambil menyodor kan amlop coklat ke arah alana.
Alana segera menerima uang ter sebut dengan senang hati, tentu nya.
" terima kasih banyak ya mas " kata alana dengan ter senyum hangat.
" kamu sudah seperti wanita bayaran saja yh, yang di beri uang langsung saja bahagia " sindir devan ke pada alana.
" ter serah mas saja mau menyebut ku seperti apa, yang ter penting aku sudah punya uang untuk ku beri kan ke pada ayah ku nanti " ucap alana panjang lebar.
" ter serah mu saja, aku tidak perduli " ucap devan.
Devan segara pergi dari hadapan alana dan segera melangkah kan kaki untuk nya untuk naik lagi ke lantai atas. Untuk pergi ke dalam kamar nya.
" heri tolong siap kan dokumen untuk meeting sore ini " ucap devan dari handphone nya ter sebut.
" baik pak, saya akan segera menyiap kan dokumen yang bapa minta itu " ucap heri kepada atasan nya itu.
" tolong juga siap kan mobil ya, sayaa ingin pergi untuk melihat perkembangan resto " ucap devan.
" baik pak, sayaa segera menyiap kan mobil nya sekarang, dan juga saya sudah mengirim kan dokumen dokumen nya ke email bapa " ucap heri lagi.
" bagus " ucap devan
" iyaa pak " kata heri.
" kalau begitu, terima kasih banyak her, saya akan segera turun ke bawah dan pergi melihat per kembangan resto " ucap devan.
" baik pak, mobil sudah saya siap kan, tinggal menunggu bapa datang saja " ucap heri lagi.
Devan segera mematikan sambungan telfon nya, dan segera mengganti pakaian santai nya dengan pakaian kantor nya ter sebut.
__ADS_1
****************