
Part sekarang adalah kelanjutan dari part ab nya ya, terima kasih buat kalian yang udah membaca, jangan lupa like, komen dan juga follow ya. Supaya saya bisa semangat lagi untuk menulis cerita ke lanjutan nya sampai ending nanti nya.
terima kasih kalian semua, jangan lupa baca juga novel novel saya yang lain nya yaps, yang semoga saja kalian semua suka dengan alur dari cerita nya.
************
Kini alana baru saja meminum obat yang di beri kan dokter waktu itu, alana baru inget jika besok diri nya harus datang kembali untuk mengecek ke adaan buah hati nya itu .
" lelah sekali hari ini " kata alana.
Alana memutus kan untuk tidur ter lebih dahulu, karena diri nya sangat ke lelahan hari ini, tidak membutuh kan waktu yang lama, alana pun sudah ter tidur dengan sangat lelap.
Devan pov.
Devan sangat tidak menyangka jika diri nya bisa melaku kan hal yang di luar nalar nya sendiri, diri nya sempat melihat tubuh alana yang merosot ke bawah lantai, saat ia lepas kan cekikan yang berada di leher nya itu.
" seperti nya saya sudah sangat jauh, tapi mau bagaimana lagi wanita itu memancing amarah nya kali ini " kata devan bicara ke pada diri nya sendiri.
Devan segera mengganti pakaian nya ter sebut dan pakaian rumahan, karena diri nya akan sedikit mengerjakan tugas kantor nya di mension.
" heri tolong bawakan berkas berkas per kembangan resto tadi pagi " kata devan dari dalam telfon.
" baik pak, saya akan memberi kan berkas berkas nya sekarang " kata heri.
Heri segera naik ke lantai 2 untuk memberi kan berkas berkas yang atasan nya itu minta, heri juga akan sedikit memperingati apa yang telah atasan nya itu lakukan ke pada istri nya itu.
Tok tok tok
" masuk saja heri, pintu tidak di kunci " kata devan dari dalam kamar nya.
Heri segera membuka pintu nya saat atasan nya itu bicara.
" ini pak berkas yang anda minta tadi, semua nya ada di sini " kata heri sambil menyodor kan berkas nya ke pada atasan nya itu.
" baik heri, terima kasih " kata devan.
__ADS_1
" kamu boleh keluar dari sini " kata devan bicara lagi.
Namun heri tidak kunjung pergi dari ruangan atasan nya itu. Devan yang melihat heri masih berada di tempat nya itu pun segera ber tanya.
" ada apa lagi heri, kenapa kamu tidak keluar? " tanya devan bingung dengan sikap tangan kanan nya itu.
" saya ingin menasehati mu pak, soal yang tadi bapak lakukan ke pada bu alana " kata heri dengan menatap ke dua mata atasan nya itu.
" kau tidak perlu ikut campur dengan urusan ku heri, cukup urusi pekerjaan mu saja " kata devan.
" tapi pak, saya sangat kasihan melihat bu alana tadi, padahal dia tengah mengandung anak mu pak buah hati kalian " kata heri.
" bukan, dia buka anak ku, dia wanita murahan bisa saja dia main dengan banyak lelaki di luaran sana " kata devan.
" tau dari pak, jika dia bukan buah hati mu, jika memang itu anak mu, bagaimana pak? " kata heri lagi menakut kan devan.
" tidak pasti itu bukan anak ku heri, aku sangat tau dengan wanita murahan itu, wanita itu pasti menjual tubuh nya sendiri " kata devan.
" yasudah la pak devan, terserah pada mu saja, tapi aku yakin kalau itu memang anak bapa, karena aku per caya kalau bu alana yang tidak seperti bapa bilang tadi " kata heri ke pada devan.
" yaa, hati hati di jalan " kata devan.
" iyaa pak " jawab heri.
Heri segera keluar dari ruangan atasan nya itu, heri sedikit kesal ke pada atasan nya itu, karena pak devan begitu sangat keras kepala, dan tidak mau mencari tahu dengan apa yang ter jadi, dia hanya mengandal kan feeling nya saja tanpa mencari tahu yang sebenar nya.
Devan tidak memikir kan sama sekali apa yang di ucap kan oleh anak buah nya itu, devan menganggap kalau itu sebagai angin yang ber lalu saja. Devan segera bangkit dari meja kerja nya itu, dan segera naik ke dalam ranjang kamar nya itu, karena hari sudah semakin malam, devan membutuh kan tidur yang cukup saat ini.
************
Alanaa pov.
kini matahari sudah menampak kan sinar cahaya nya itu, alana segera bangun dari tidur nya itu, dan duduk di tepi ranjang nya, sedang mengumpul kan niat untuk pergi mandi.
" heh, hari ini cerah sekali cuaca nyaa, semoga saja hari yang cerah menanda kan kalau semua nya akan baik baik saja " kata alana.
__ADS_1
Alana segera bangkit dari duduk nya untuk mandi, ingin menyiap kan sarapan untuk suami nya itu, alana tidak terlalu menanggapi yang telah terjadi semalam.
" masak apa ya hari ini " pikir alana.
" masak sop ayam aja kali yaa "
" emm, sama telor mata sapi seperti nya enak dan tidak lupa juga sambal yang menemani " kata alana.
Alana segara menyiap kan bahan bahan yang di butuh kan untuk memasak kali ini.
" semoga saja ayah mu, mau mengantar kan mu untuk cek ya sayang, karena bunda tidak punya uang untuk membawa mu kesana jika tidak ber sama ayah mu itu " kata alana sembari mengelus perut nya itu.
Alana kini masih sibuk dengan masakan nya itu, karena sebentar lagi suami nya itu pasti akan segera bangun, dan pasti akan segera berangkat ke kantor, maka dengan itu alana ter buru buru di buat nya.
***************
Devan pov.
Devan yang mendengar suara alarm yang ber bunyi pun segera bangun dari tidur nya itu, karena hari ini dia akan ber temu dengan klien penting nya. Guna membicara kan kerja sama ke dua perusahaan besar.
" tumben sekali jakarta sangat cerah seperti ini, biasa nya sudah sangat banyak sekali polusi " kata devan.
devan mengambil handphone untuk menelfon tangan kanan sekaligus asisten pribadi nya itu.
" halo heri " kata devan.
" iyaa pak, ada yang bisa saya bantu? " kata heri dari sebrang sana.
" jangan lupa bawa dokumen yang di butuh kan untuk pertemuan pagi ini dengan pak wira " kata devan lagi.
" baik pak, saya sudah menyiap kan semua yang di butuh kan untuk per temuan nanti pagi " kata heri.
" terima kasih her " kata devan dan langsung memutus kan panggilan telfon nya secara sepihak saja.
**************
__ADS_1
Terima kasih banyak yang udah mampir buat baca cerita saya, see you di part selanjut nya.