BILLIONAIRE

BILLIONAIRE
sebentar


__ADS_3

lanjutan part sebelum nya.


***************


kali ini alana tidak bangun seperti biasanya, karna alana baru bisa tertidur jam 3, alana merasa tubuh nya begitu lemas, namun diri nya harus segera berangkat bekerja.


" aku mau bikin sarapan apa ya kira kira hari ini " kata alana bingung.


" aku mau masak makanan yang simple dan mudah aja deh " kata alana.


Sama seperti biasa diri nya membuat sarapan juga untuk sang suami, walau setiap hari nya makanan itu tidak di sentuh sama sekali.


sama seperti pagi pagi sebelum nya, diri nya melangkah menuju ke lantai atas, tempat di mana sang suami berada.


Alana sudah sampai di depan pintu kamar sang suami.


Tok tok tok tok


" mas devan mas " kata alana.


" mas, bangun ini sudah siang mas, aku sudah siap kan sarapan di bawah mas dan juga ada teh hangat di sana, jangan lupa di makan ya mas, aku ingin pergi bekerja " ucap alana.


" aku berangkat kerja dulu ya mas, makanan jangan lupa di makan mas " teriak alana


diri nya tidak merasa dendam kepada sang suami, seperti dia menyadari bahwa diri nya telah jatuh cinta kepada sang suami nya.


Devan pov


Devan sudah bangun pagi pagi sekali, lebih dulu dari alana, pria itu hanya tertidur hanya 4 jam saja.


Devan yang mendengar suara pintu yang di ketok pun hanya diam saja tanpa niat membuka kan.


" tidak ada kapok nya ya wanita itu " kata devan.


" padahal sudah jelas semalam aku menyakiti nya " kata devan lagi.


Devan merasa jika alana peduli padanya, devan berfikir tidak adakah rasa benci alana kepada diri nya, karna telah menyakiti gadis itu.


Devan melangkah menuju lantai bawah, dia tanpa sengaja melihat sebuah makanan yang berada di meja makan seperti pagi hari sebelum nya.


" wanita murahan itu masih saja membuat kan ku makan, jelas jelas aku tidak sudi untuk memakan nya " kata devan lagi.


" seperti nya dia ber harap aku memakan nya " kata devan.


Devan segera melangkah kan kaki nya menuju ke dalam garasi yang berada di mension nya itu.


Alana pov


Kini alana tengah berjalan menuju tempat di mana cafe itu di bedirikan, alana masih memikir kan sampai kapan sifat sang suami itu.


" semangat alana kita bentar lagi sampai di cafe, jangan sampai aku ter jatuh di sini " kata alana sambil ter tawa sendiri.

__ADS_1


*****************


Devan memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu, diri nya memutuskan untuk membeli nya lewat ponsel.


Tidak begitu lama menunggu, pesanan yang devan pesen sudah datang.


" pak, permisi ini pesanan bapa " ucap asisten pribadi nya.


" letakkan sajaa di sana " ucap devan, sembari menunjuk ke arah tempat untuk meletak kan makanan nya.


" baik pak " kata asisten pribadi devan.


devan meninggal kan berkas berkas nya untuk makan terlebih dahulu..


***************


Hari sudah sore.


" belum pulang lan? " tanya senior alana.


" mau pulang ini mbak, mau siap siap hehe " kata alana.


" ya sudah hati hati di jalan ya " kata senior nya.


" iyaa mbak pasti ko " kata alana.


Kini alana sudah ingin bersiap siap pulang kerumah, diri nya sedang berganti pakaian.


" tapi aku harus tetap semangat terus " kata nya lagi.


Alana kini tengah melangkah kan kaki nya menuju mension, diri nya sesekali berhenti supaya tidak terlalu lelah ber jalan.


Alana sudah sampai di rumah, sebelum diri nya membersihkan tubuh, kini alana sempat kan untuk membereskan mension, dan membersihkan meja makan.


" lumayan melelah kan, tapi aku senang mengerjakan nya " batin alana.


Alana sudah membereskan mension itu. Kini waktu nya alana untuk membersihkan badan, dan ber istirahat sejenak.


" aku akan mengistirahat kan tubuh ku sebentar supaya tidak sangat lelah " kata alana.


kini diri nya sudah berada di dapur untuk menyiapkan makan malam, alana hanya memasak makanan yang praktis.


" semoga saja kali ini, mas devan mau memakan makanan yang aku buat ini " kata alana ber harap.


" pasti aku sangat begitu senang " kata alana.


*******************


Devan memutuskan untuk pergi ke club malam ber sama ke tiga sahabat nya itu, diri nya sangat pusing memikirkan pekerjaan yang begitu banyak.


Sesekali diri nya pergi ke club malam.

__ADS_1


" wih bos muda udah datang nih gaes " ucap rangga senang, karna ini semua pasti devan yang akan membayar.


" lamaa banget si lo dev, kita nunggu udah lama tau " ucap riski


" tumben banget ni lo ngajak ke club, pasti lo lagi ada masalah ya " ucap rangga.


Devan mengabai kan ucapan ucapan yang sahabat nya itu berikan, kini diri nya tengah meminum wine yang ada di meja.


" wih kaya nya si bos udah mulai mabok berat tuh " ucap rangga kepada yang lain nya. Karna melihat devan yang sudah oleng dan merancau tidak jelas.


" lebih baik kita antar dia pulang, jangan sampai dia bawa mobil sendiri bisa sangat berbahaya " ucap riski sambil memapah badan devan.


*****************


Alana pov


Kini diri nya masih belum mendengar deru mobil sport yang biasa sang suaminya itu gunakan, biasanya sang suami sudah pulang kerumah.


" mas devan kok belum juga pulang pulang ya, aku sangat begitu khawatir " kata alana.


" semoga saja mas devan baik baik saja " kata alana lagi.


alana yang masih khawatir memutuskan untuk menunggu sang suami di ruang tamu.


dan tiba tiba ada yang mengetok pintu dari luar, alana semakin takut, biasa nya devan tidak mengetok pintu seperti itu.


" sebentar " kata alana.


Alana membuka pintu tersebut dan betapa terkejut nya ketika melihat sang suami di bopong oleh dua laki laki.


" astagaa, apa yang terjadi dengan mas devan kak?" tanya alana.


" dia kebanyakan minum di club tadi " ucap rangga.


" biar aku saja yang membawa mas devan ke kamar " ucap alana. Sambil mengambil alih tubuh devan.


" terima kasih ya kalian sudah repot repot mengantar mas devan " ucap alana


" iya sama sama, kami pergi dulu ya, sampai jumpa lain kali " ucap riski seraya tersenyum kepada alana.


" iyaa kak " kata alana.


Kini alana tengah memapah tubuh besar sang suami, lumayan sulit tapi alana bisa melewati nya dan kini sudah sampai di depan kamar sang suami.


Alana membuka pintu tersebut dan meletak kan tubuh mas devan dengan sangat hati hati, supaya sang suami tidak terganggu.


" mas devan sangat begitu tampan saat sedang ter tidur " kata alana sambil ter senyum.


*************


Sampai sini dulu ya, kelanjutan nya ada di part 14 yaaa. Terimakasih yang udah nyempetin waktu untuk membaca.

__ADS_1


__ADS_2