
Part sekarang adalah kelanjutan dari part ab nya ya, terima kasih buat kalian yang udah membaca, jangan lupa like, komen dan juga follow ya. Supaya saya bisa semangat lagi untuk menulis cerita ke lanjutan nya sampai ending nanti nya.
terima kasih kalian semua, jangan lupa baca juga novel novel saya yang lain nya yaps, yang semoga saja kalian semua suka dengan alur dari cerita nya.
*************
Devan memutus kan untuk segera mandi, karena dia akan ada pertemuan penting dengan klien nya yang berasal dari singapura itu.
Setelah devan selesai dengan mandi nya itu, devan kini waktu nya itu untuk turun ke lantai 1 mension nya.
Tek tek tek
Suara langkah kaki dari devan.
Alana yang sedang menyiap kan makanan pun segera menghampiri suami nya itu, takut jika sang suami pergi ter lebih dahulu.
" mas mas mas " panggil alana.
Devan yang di panggil pun segera menghenti kan langkah kaki nya.
" mas hari ini bisa antar kan aku cek kandungan tidak? " kata alana.
" karena hari ini waktu nya aku untuk cek kandungan mas " kata alana lagi.
" aku tidak peduli, karena itu bukan anak ku " kata devan.
" mas tolong anterin aku ya " kata alana memaksa.
" sudah aku bilang pada mu kalau aku tidak peduli dengan anak mu itu, jadi jangan libat kan aku di dalam nya " kata devan.
" tapi ini anak mu mas, darah dagging mu, bagaimana tidak merepot kan mu kalau ini anak mu " kata alana.
" aku tidak sudi menganggap anak haram itu sebagai anak ku " kata devan.
Deg
Alana yang mendengar jika anak nya di katai anak haram pun begitu sangat sakit di buat nya.
" mas boleh saja mencaci ku, menghina ku, tapi jangan pernh mas mengatakan jika anak ku anak haram, jelas jelas dia bukan anak haram, ayah nya saja yang bejingan tidak ingin mengakui anak nya sebagai daraj daging nya. Kau bajingan mas devan " teriak alana menggebu gebu.
" apa kau bilang, aku bajingan hah " kata devan sangat marah.
Devan sangat begitu murka ketika mendengar alana mengatakan nya bahwa diri nya seorang lelaki bajingan.
Devan segera mendekati alana dan tanpa di sangka devan menampar pipi alana dengan sangat begitu kencang.
__ADS_1
Plak
Alana ter diam saat devan menampar nya begitu saja, saat diri nya tidak sengaja mengatakan bahwa suami nya itu seorang lelaki bajingan.
Hiks hiks hiks
Alana di serat oleh devan dan di bawa ke dalam kamar nya alana. Alana yang di seret seperti itu pun hanya bisa pasrah saja tanpa bisa melakukan apa pun.
" mas sakit " kata alana.
" tolong pelan pelan mas " kata alana lagi.
Hiks hiks hiks.
" cepat kau beres kan barang barang mu itu semua, dan segera pergi dari mension ku, wanita sialan " kata devan dengan nada marah.
alana yang mendengar itu pun begitu sangat kaget.
" mas tolong maafin aku, aku tidak sengaja mas, tolong maaf kan aku " kata alana memohon. Karena dia tidak tau akan tinggal di mana jika sudah di usir seperti ini.
" mas tolong kasihanin anak kita mas, aku mau tinggal di mana jika mas mengusir ku " kata alana.
Hiks hiks
" aku tidak perduli wanita sialan, segera beras kan barang barang mu dan segera pergi dari sini " kata devan.
Devan yang melihat itu, ada rasa belah kasih yang menghampiri nya namun alana begitu sangat mengurus emosi nya itu.
Devan langsung pergi dari kamar alana begitu saja, alana yang melihat itu pun merasa sangat begitu lega karena suami nya itu tidak lagi memaksa nya untuk pergi dari mension.
**************
Devan pov
Devan memutus kan untuk segera ber temu dengan klien nya yang dari negri tetangga itu.
" heri heri " panggil devan di dalam gerasi.
" cepat siap kan lagi mobil nya, kita sudah sedikit ter lambat sekarang " kata devan lagi.
" baik pak " kata heri.
Mobil pun sudah siap, kini devan segera pergi menuju ke tempat di mana diri nya ber janji untuk ber temu klien nya itu.
" heri kamu bawa dokumen yang di butuh kan nya kan " kata devan.
__ADS_1
" iya pak, sudah saya bawa " kata heri.
Devan yang mendengar itu pun tidak lagi melanjut kan ber tanya nya.
***********
Alana pov.
Setelah devan keluar dari dalam kamar nya itu, alana memutus kan untuk makan ter lebih dahulu, karena sang calon buah hati nya ini, membutuh kan asupan yang masuk dari nya.
Setelah makan alana segera meminum obat nya, seperti nya hari ini cek kandungan gagal sudah, karena suami nya itu tidak mau mengantar kan nya.
alana memutus kan untuk beres beres mension ter lebih dahulu.
***************
Devan pov.
Devan kini sudah selesai ber temu dengan klien nya itu, dan memutus kan untuk pergi ke kantor, karena ada beberapa yang mem butuh kan tanda tangan dari nya itu.
" her kita pergi saja ke kantor ya " kata devan.
" baik pak " kata heri.
Heri sebenar nya memberitahu kan kepada orang tua dari devan tentang perilaku anak nya itu ter hadap sang istri.
Dan heri juga di utus kan oleh sean ayah dari devan itu, untuk mengumpul kan beberapa bukti bukti kalau saja alana bukan wanita murahan yang seperti di katakan oleh devan itu.
Dan heri juga memutus kan untuk men dna kandungan dari istri atasan nya ter sebut, supaya devan sadar kalau di kandungan alana itu adalah anak kandung nya sendiri atau darah dagging nya sendiri.
" heri tolong sampai kan ke pada semua yang ada di kantor bahwa besok kita akan mengadakan cuti ber sama " kata devan lagi.
" baik pak, saya akan menyapai ka pada semua nya " kata heri.
*******************
Kini devan dan juga heri baru saja sampai di depan kantor perusahaan nya itu, dan segera masuk ke dalam, menuju ke ruangan kerja nya itu, karyawan karyawan yang melihat devan datang pun langsung ber diri dari tempat duduk nya masing masing.
" ada amanat dari pak devan, bahwa besok kita akan mengadakan cuti ber sama, jangan sampai ada yang datang jika bukan ke pentingan kantor " kata heri.
Orang orang yang mendengar itu pun langsung senang, karena besok mereka akan cuti ber sama sama.
" baik pak terima kasih atas informasi yang telah di berikan " kata karyawan ter sebut.
Heri hanya mengangguk saja.
__ADS_1
******************