BILLIONAIRE

BILLIONAIRE
Yang sabar


__ADS_3

Part sekarang adalah kelanjutan dari part ab nya ya, terima kasih buat kalian yang udah membaca, jangan lupa like, komen dan juga follow ya. Supaya saya bisa semangat lagi untuk menulis cerita ke lanjutan nya sampai ending nanti nya.


terima kasih kalian semua, jangan lupa baca juga novel novel saya yang lain nya yaps, yang semoga saja kalian semua suka dengan alur dari cerita nya.


*************


Kini alana sudah berada di dalam mension, dan segera melangkah kan kaki nya untuk pergi ke dalam kamar nya itu, alana segera membersih kan tubuh nya yang terasa begitu sangat lengket sekali.


Setelah selesai dengan ritual mandi nya itu, alana memutus kan untuk memasak makan malam.


" semoga saja mas devan mau makan ber sama malam ini " kata alana.


Alana segera menyiap kan bahan bahan yang ingin ia gunakan untuk memasak makan malam nya kali ini, alana memutus kan untuk membuat ayam kecap saja, karena menu itu yang sangat simple kali ini.


Devan pov.


Devan memutus kan untuk pulang saja ke rumah nya.


" heri kita pulang saja ke mension, aku sangat pegal kali ini " kata devan ber bicara ke pada heri.


" baik pak " kata heri.


Devan kini sudah sampai di halaman luas mension nya, dan langsung masuk ke dalam, ia melihat alana sedang berada di ruangan tengah.


Tek tek tek


Alana yang mendengar suara langkah kaki pun segera melihat siapa yang datang, dan ter nyata suami nya lah yang datang.


" eh mas devan, sudah pulang mas? " kata alana sambil ter senyum hangat.


" mas aku udah nyiapin makan malam buat kita ber dua, sudah siap di meja makan mas " kata alana lagi.


" sudah berapa kali aku bilang ke pada mu hah, aku tidak akan pernah sudi memakan masakan buatan mu itu " kata devan sambil setengah ber teriak.


" tapi mas kali ini saja, temani aku makan malam " ucap alana.


" tidak akan pernah " kata devan.

__ADS_1


" tapi ini ke inginan anak kita mas, aku ngidam ingin makan ber 2 ber sama mu " kata alana sambil mengelus perut nya.


" mas mau kan? " tanya alana lagi.


Saat melihat devan yang masih ter diam membisu itu.


" heh apa kamu pikir saya per caya jika itu anak ku hah? " kata devan.


" tapi memang ini anak kamu ko mas, aku cuma melakukan nya hanya sama mas saja " ucap alana sambil menunduk.


" aku tidak akan pernah per caya ke pada mu wanita murahan, aku tidak akan pernah menganggap kalau itu anak saya " kata devan.


" mas ga bisa gitu dong, anak ini butuh kamu mengakui nya " kata alana.


" tidak akan pernah sampai kapan pun itu " kata devan.


hiks hiks hiks


Alana menangis saat mendengar ucapan dari suami nya itu.


" pria yang tidak punya hati nurani " kata alana.


" apa kamu bilang hah " kata devan sambil mencekek leher wanita itu.


Alana yang di perlaku kan seperti itu pun hanya bisa memukul mukul dan menangis, tidak bisa melepas kan cekikan yang berada di leher nya itu.


" kau wanita yang tidak tau diri, syukur syukur saya mau menampung wanita murahan kaya kamu di dalam mension ini " kata devan.


heri yang saat itu ingin pergi ke kamar sang bos nya pun tidak sengaja melihat, atasan nya itu sedang meng cekik istri nya sendiri.


heri langsung ber lari untuk melepas kan cekikan yang di lakukan atasa nya itu.


" pak jangan gitu pak, kasian dia sedang hamil muda pak, itu juga anak bapak nanti nya " kata heri sambil berusaha melepas kan cekikan nya.


" diam heri jangan ikut campur urusan ku kali ini " kata devan.


Heri berhasil melepas kan cekikan yang di lakukan oleh atasan nya itu.

__ADS_1


Uhuk uhuk uhuk


Alana segera mengambil oksigen nya dengan sangat cepat takut jika diri nya ke habisan nafas.


Alana segera ter duduk sangat lemas sekali di bawah lantai, heri segera membantu istri dari atasan nya ter sebut untuk membawa nya ke kamar wanita itu.


" bu ibu harus banyak banyakin sabar ya sama kelakuan pa devan, mungkin pa devan belum bisa menerima ini semua, mungkin pak devan masih harus butuh waktu " kata heri bicara ke pada alana.


" tapi sampai kapan pak harus seperti ini terus " kata alana sambil menangis terisak.


" bahkan dia sendiri tidak menganggap anak yang ada di kandungan ku ini pak " kata alana.


Hiks hiks hiks


Heri yang melihat istri dari atasan nya itu yang sangat ter luka pun, begitu sangat kasian melihat nya, tapi mau bagaimana lagi heri tidak bisaa membantu banyak dalam persoalan rumah tanggan atasan nya ini.


" ibu istirahat saja, tidak baik untuk ibu hamil muda banyak menangis, bisa ber pengaruh ke calon bayi nanti nya " kata heri mengingat kan istri dari atasan nya ter sebut.


" iyaa kau benar pak, aku sampai lupa jika ada nyawa yang harus aku jaga baik baik " kata alana ke pada heri.


" tapi aku sangat yakin, pak devan pasti akan mencintai mu dan juga menerima mu nanti nya, mungkin sekarang dia belum bisa menerima semua nya " kata heri lagi.


" terima kasih banyak pak telah membantu saya " kata alana sambil ter senyum ke pada tangan kanan suami nya itu.


" sama sama bu, kalau begitu saya pergi dulu, dan jangan lupa juga untuk di minum obat yang di resep kan oleh dokter nya " kata heri lagi.


" iyaa terima kasih ya " kata alana.


Heri segera pergi dari dalam kamar istri dari atasan nya ter sebut.


Alana segera mengambil obat yang berada di atas laci samping tempat tidur nya itu, untung saja pak heri mengingat kan nya untuk meminum obat, kalau tidak mungkin alana sudah lupa jika ada nyawa yang harus ia jaga dengan sangat baik ini.


Heri benar semoga saja suami nya itu nanti bisa menerima diri nya dan juga anak nya ini kelak, karena alana tidak ingin, anak nya itu tidak di akui oleh ayah nya sendiri.


" yang sabar ya nak, masih ada bunda yang bisa menjaga mu sekuat bunda " kata alana sambil mengelus perut nya itu dengan sayang.


****************

__ADS_1


Terima kasih buat kalian yang udah menyempat kan untuk baca cerita dari saya ini, semoga kalian semua suka dengan alur cerita nya. See you kalian semua nya.


__ADS_2