
Lanjutan dari part sebelum nya ya.
Maaf jika banyak salah salah kata atau pun tandaa baca, komen aja ya jika ada salah salah kata atau tanda baca nya.
****************
Alana ini mengambil masker yang berada di dalam tas nya. Alana memasuki mobil tersebut dan menatap sang suami yang tengah menahan amarah terlihat dari cara devan yang sedang menatap alana tajam.
" mas lama ya? " tanya alana.
" masih ber tanya? " kata devan sinis.
" mas maafin aku ya, tadi aku sempat muter muter karna aku lupa jalan menuju parkiran " ucap alana menunduk kan wajah nya.
" aku bener bener minta maaf mas " kata alana lagi.
Tanpa sengaja saat devan tengah menatap alana, devan melihat kedua mata alana yang nampak habis menangis. devan juga melihat tangan kanan alana yang memerah. Devan menaruh curiga dengan wanita itu.
" ngapain kamu make masker di dalam mobil " ucap devan sembari mengemudi.
" tidak apa ko mas " kata alana menyembunyikan.
" aku lagi sedikit pilek mas, jadi aku make masker " ucap alana meyakinkan devan.
Devan pun kembali diam seperti tadi, namun saat dalam perjalanan alana sangat mual sekali.
" mas tolong pinggirin mobil nya sebentar aku mual banget " ucap alana sambil memeggang lengan sang suami.
" sebentar saja mas, aku udah ngga tahan " kata alana.
Devan segera menepikan mobil sprt nya di pinggir jalan, alana segera turun dari mobil tersebut dan memuntah kan semua yang ia makan tadi pagi.
"Huek huek huek"
Devan hanya menatap alana dari dalam mobil saja, tanpa niat untuk turun. Devan memperhatikan wajah sang istri yang sedang membersihkan wajah nya tersebut, wajah alana di bagian bibir terdapat luka robek sedikit, dan di pipi sebelah kanan nya terdapat memar di sana.
" ada apa dengan wajah mu itu? " tanya devan.
" bukan apa apa ko ini mas " kata alana menutupi.
" kamu kira saya ini anak kecil hah? " kata devan sinis.
" kejedor tembok kamar mandi mas tadi " asal alana.
Yang sedang devan pikirkan adalah siapa yang sudah menyakiti alana di dalam rumah sakit tersebut.
__ADS_1
" tuhan aku belum siap untuk memberitahu mas devan kalau aku tengah hamil, karena aku takut jika mas devan meminta ku untuk di gugur kan nanti nya " batin alana sedih.
" dan setelah aku bilang, semoga saja mas devan mau menerima ku dan buah hati ku ini tuhan " kata alana lagi.
Kini meraka berdua telah sampai di mension.
" cepatt turunn, jangan ber harap aku buka kan pintu nya " kata devan sinis.
" jangan lupa bawa barang belanjaan mu itu " kata devan.
" baikk mas " kata alana.
alana turun terlebih dahulu dan mengambil beberapa kantong plastik yang ada di bagian belakang.
" aku masih belum menyangka kalau aku hamil anak mas devan, tapi aku takut tuhan, jika dia tidak mau menerima buah hati nya ini " batin alana.
" dan aku juga tidak menyangka bisa hamil di usia ku yang masih muda ini, semoga saja buah hati ku baik baik saja tuhan, sampai ia bisa melihat ke indahan dunia ini nanti nyaa " batin alana.
" hari ini sangat melelah kan sekali, aku ingin tidur sebentar untuk nutrisi dari calon bayi ku, karena aku sudah seharian tidak ada istirahat nya " kata alana lagi.
Kini alana memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, dokter menyarakan supaya diri nya tidak kelelahan, karna akan membahayakan calon anak nya itu.
Alana segera tidur dan akan kembali bangun saat sudah sore hari.
" akhir nya aku sudah tidak merasa kan pegal pegal lagi, karena sudah tidur dengan cukup, semoga kamu sehat di dalam sana ya nak, temenin bunda ya nak, jangan pernah menyerah " kata alana sambil mengelus perut rata nya.
" masak makan malam apaa ya aku " kata alana bingung.
" sangat bingung sekali, aku tidak tau makanan ke sukaan dari mas devan " kata alana.
" aku masak opor aja deh, sudah lama tidak masak opor ayam dan juga perkedel kentang pakai sambal" batin alana.
Kini masakan alana sudah selesai, wanita itu segera menyaji kan nya di atas meja makan. Semoga suami nya ingin makan ber sama nya kali ini.
Alana berjalan melangkah menuju ke arah kamar sang suami, untuk memberitahu jika makan malam kali ini sudah siap, semoga saja pria itu mau makan masakan nya.
" mas " panggil alana.
" aku sudah memasak makan malam mas " kata alana lagi.
" ayo kita makan ber sama sama mas " ajak alana.
" hem duluan saja aku akan turun ke bawa " kata devan.
" beneran mas? " tanya alana.
__ADS_1
" hem " kata devan lagi.
" akhir nya mas devan mau makan sama aku, aku tunggu di bawah ya mas " kata alana.
" hem " kata devan.
" astaga aku sangat tidak per caya ini, mas devan mau makan masakan ku, mas devan sangat begitu sulit di tebak " batin alana.
kini alana sedang menunggu sang suami turun dari lantai atas, diri nya sudah tidak sabar untuk makan ber sama sang suami kali ini.
" Tek tek tek " suara langkah kaki devan.
Alana yang mendengar langkah kaki dari atas tangga pun melihat nya, ternyata sang suami nya bener datang untuk makan malam kali ini, betapa bahagia nya alana kali ini.
" eh mas devan udahh dateng " kata alana.
" mas mau makan apa mas? Tanya alana kepada devan.
" ada opor ayam, perkedel kentang dan juga ada sambel mas " kata alana menawar kan.
" apa saja " ucap devan sambil memain kan ponsel nya itu.
" semua aja ya mas, aku taruh opor ayam dan juga perkedel kentang dan juga sambal nyaa mas " kata alana.
" hem " kata devan fokus ke hp nya.
" ini mas makan nyaa " kata alana.
" terima kasih " ucap devan.
" astaga aku ga percaya ini, mas devan mengucap kan ku terima kasih ke pada ku " batin alana.
devan segera memakan makanan yang alana masak, saat devan mengunyah dan benar saja masakan alana benar benar enak. Baru kali ini devan menemukan ada masakan rumahan yang seenak ini.
" bagaimana mas masakan ku? " tanya alana.
" biasa saja, tidak ada yang spesial " kata devan.
" terima kasih mas " kata alana.
Alana sedang membersih kan piring kotor yang baru saja di pakai itu.
Devan memutuskan untuk mengerjakan dokumen dokumen nya di ruang tamu.
****************
__ADS_1
Lanjut part selanjut nya gaes
Jangan lupa like dan komen juga yaa