BILLIONAIRE

BILLIONAIRE
Mas ada


__ADS_3

lanjutan part sebelum nya gaes.


**********


" sudah waktu nya untuk pulang, aku harus segera ber siap siap supaya tidak ter lalu ke malaman " kata alan.


Kini sudah pukul 10 malam, alana sedang mengganti pakaian nya dan bersiap untuk pulang kerumah, alana melangkah kan kaki nya keluar dari cafe tersebut. alana sedang berjalan kaki menuju mension sang suami.


" lindungi aku tuhan " kata alana.


alana melangkah kan kaki nya dengan sangat cepat, alana yang melihat ada banyak rombongan lelaki pun merasa sangat takut, alana melewati rombongan lelaki tersebut.


" cewe mau kemana nih, mau abang anterin ngga dek " ucap seorang pria.


" iyaa dek mau dianterin ga dek " ucap pria satu nya.


" tidak tolong jangan ganggu aku " kata alana memohon.


Alana merasa sangat takut saat kedua pria tersebut melangkah menuju ke arah nya, alana semakin mempercepat jalan nya dan setengah ber lari.


Kedua pria itu mencegat alana, alana semakin panik ketika kedua pria itu ingin menyentuh kedua tangan nya.


" jangan sentuh aku! " tariak alana.


'Tolong tolong tolong tolong' teriak alana dengan sangat kencang.


" tolong siapa pun tolong akuu " teriak alana dengan sangat kencang.


Alana memberontak, dan tiba tiba datang seseorang yang datang untuk menolong alana.


" kalian banci ya, berani nya sama perempuan doang " ucap seorang wanita dengan berani.


" kurang ajar, tangkap dia " ucap seorang pria


Kedua pria itu tengah berusaha menangkap seseorang yang ingin membantu alana, namun seperti nya wanita itu pintar dalam melakukan bela diri.


rombongan pria tersebut sudah terkulai lemas di atas jalan, dengan segara wanita tersebut mengantar alana untuk pulang kerumah nya.

__ADS_1


" terima kasih banyak ya, aku gatau kalau gada kamu, nasib aku gimana " ucap alana dengan sungguh sungguh.


" iyaa, lain kali lebih hati hati lagi ya,dan jaga diri baik baik, saya permisi terlebih dahulu, sampai jumpa lagi " ucap wanita itu sebelum pergi dari hadapan alana.


" iyaa terima kasih banyak ya " kata alana.


Kini alana tengah memasuki mension sang suami, seperti nya suami nya telah pulang dari kantor, alana melihat sang suami sudah ada di ruang tamu sambil mengerjakan laporan di laptop nya.


" malam mas " kata alana.


" mas devan lagi ngapain? " tanya alana.


" kau buta ya? " kata devan.


" haha tidak mas " kata alana ter tawa.


Devan melihat kearah alana yang tampak sangat acak acakan, devan pun melanjutkan pekerjaan nya.


" mas aku mau ke kamar dulu ya, mau mandi supaya aku cantik dan supaya mas devan suka sama aku, nanti aku ke sini lagi ya mas " kata alana ter senyum


Kini alana melangkah kan kaki nya menuju tempat di mana sang suami berada. Alana menduduk kan pantat nya di atas sofa yang empuk itu.


" mas ini ada coklat hangat untuk mu, di minum mas supaya hangat, soalnya di luar begitu dingin " ucap alana kepada devan.


Devan tidak menanggapi ucapan alana, diri nya tetap melanjutkan pekerjaan nya itu, ketika devan sedang mengerjakan pekerjaan nya tiba tiba suara perut berbunyi dengan begitu kencang. Alana yang perut nya berbunyi pun langsung memeluk perut nya tersebut, diri nya malu kepada sang suami.


Alana hanya memperhatikan sang suami yang sedang fokus memengerjakan beberapa dokumen.


" jadi mas devan enak ya mas, punya orang tua lengkap dan keluarga juga lengkap, lahir dari keluarga yang kaya sejak kecil " celoteh alana yang tidak di tanggepi sama sekali.


Devan masih fokus menatap layar laptop yang ada di depan nya itu, sesekali devan menatap ke arah sang istri yang sedang menatap diri nya, alana yang di lirik oleh devan pun tersenyum manis.


Devan memutuskan untuk memesan beberapa makanan untuk diri nya dan alana.


Alana bangun dari duduk nya menuju ke dalam dapur, untuk meminum beberapa gelas air putih, diri nya sangat lapar, namun alana meminum air putih sebanyak banyak nya supaya tidak merasa lapar.


Devan mengikuti kemana alana pergi, ternyata istri nya itu memasuki dapur dan meminum beberapa gelas air putih, devan hanya memperhatikan itu dari ke jauhan, sesekali alana memeggang perut nya yang begitu sangat lapar.

__ADS_1


Alana melangkah kan kaki nya kembali menuju di mana sang suami masih berada, suami nya itu masih saja fokus kepada layar laptop yang berada di hadapan nya.


" mas devan tampan ya " kata alana.


ketika alana sedang memperhatikan wajah sang suami yang begitu sangat tampan, tiba tiba suara bel rumah berbunyi menandakan ada seseorang yang datang.


Alana bingung ketika diri nya ingin membuka kan pintu nya atau tidak, diri nya memutus kan untuk memberitahu sang suami apa yang alana lakukan.


" mas ada yang datang, aku buka pintu nya atau tidak mas " tanya alana kepada sang suami yang masih fokus kepada kerjaan nya.


" buka kan saja pintu nya " ucap devan santai kepada alana.


" baik lah " kata alana.


alana yang mendengar ucapan sang suami pun segera bangun dari tempat nya duduk tadi, kini kaki nya melangkah ke arah pintu utama mension tersebut.


Alana membuka kan pintu nya, dia terkejut ketika yang datang adalah orang yang mengantar kan makanan makanan, alana tersenyum senang, alana ber fikir apa kah ini untuk nya atau bukan. Namun alana tidak ingin percaya diri dulu.


" terima kasih ya mas, sudah datang membawa pesanan suami saya " ucap alana kepada orang yang mengirim makanan tersebut.


" sama sama bu karna itu sudah ke wajiban saya " ucap orang tersebut.


Alana melangkah masuk dan menutup kembali pintu utama mension sang suami, alana meletak kan semua pesanan pesanan yang suami nya itu pesan di atas meja yang ada di hadapan sang suami.


" mas ini pesanan mu sudah datang, mas makan dulu, setelah itu mas bisa lanjutkan nanti " ucap alana kepada sang suami.


Devan tidak merespon ucapan alana, pria tersebut masih saja melanjutkan pekerjaan nya, alana melirik makanan makanan yang ada di atas meja dengan kedua mata yang ber binar.


" mas aku tinggal ya, aku sudah mengantuk, mas jangan terlalu larut ya " ucap alana sambil ingin berdiri dari duduk nya.


" tunggu ayo kita makan bersama, aku tau kamu belum makan kan " ucap devan kepada alana.


Alana yang mendengar ucapan sang suami pun tersenyum sangat tipis, ternyata suami nya itu begitu perduli kepada nya, alana di buat senang oleh perbuatan sang suami nya kali ini, semoga semakin hari, sifat suami nya itu akan berubah.


************


Lanjut part selanjut nya gaes.

__ADS_1


Terima kasih yang udah nyempetin baca cerita saya.


__ADS_2