BILLIONAIRE

BILLIONAIRE
Heh bangun


__ADS_3

Mereka semua tengah memeriksa barang barang yang ada di kamar tamu, di mana di sana alana dan ember tidur bersama.


" ini tas milik siapa ya? " tanya seorang wanita.


" tas itu milik ku tante " ucap alana langsung pegang tas miliknya


" saya izin meriksa tas milik mu ya alana " ucap seorang wanita itu.


" Iyah boleh tante silahkan" Lanjut alana langsung kasih tas milik nya untuk diperiksa


Dan kini wanita itu sedang memeriksa tas yang alana bawa kemarin. Dan ternyata di dalam nya terdapat beberapa perhiasan milik ember.


Alana pun terkejut jika di dalam tas nya terdapat beberapa perhiasan, diri nya tidak pernah mencuri apa pun.


" lihatt itu perhiasan milik ku, dasar kau seorang pencuri, aku tidak habis pikir menantu dari keluarga ini adalah seorang pencuri " ucap ember sambil menunjuk kearah alana.


" tidakk aku tidak tau tentang perhiasan itu, aku sama sekali tidak mengerti, mengapa perhiasan itu bisa ada di dalam tas ku " ucap alana seraya melihat kearah sang suami untuk meminta pembelaan.


" mas tolong aku beritahu kepada mereka semua bahwa aku tidak pernah mencuri perhiasaan itu " ucap alana, memohon kepada sang suami sambil menautkan kedua tangan nya.


" hih menjijikan bahkan kau baru beberapa bulan saja menjadi menantu keluarga ini, kau sudah ketahuan mencuri, memalukan " ucap tante devan, seraya menatap sinis alana.


" gimana ini ka menantu mu mencuri perhiasan dari ponakan ku, apa kamu tidak ingin memberi nya pelajaran " ucap adik dari sean.


Ayu dan sean hanya diam saja ketika semua orang berbicara, kini mereka telah keluar dari kamar itu. Devan buru buru membawa alana pergi dari mension keluarga ini, untuk membawa nya pulang kerumah.


Devan mengendarai mobil dengan kecapatan yang sangat tinggi, alana yang duduk disamping nya pun merasa sangat ketakutan.


" mas tolong pelan pelan bawa mobil nya, aku takut " kata alana.


Alana melirik kearah suaminya, alana melihat kedua mata suami nya seperti sedang menahan amarah, alana takut jika devan menyakiti nya lagi.


Kedua nya telah memasuki pekarang mension kedua nya, dan devan dengan cepat membuka pintu untuk alana, menarik wanita itu dengan sangat cepat menuju kedalam rumah.


Hiks hiks hiks

__ADS_1


" mas sakit mas pelan pelan " ucap alana sambil memohon.


" mas ini sangat sakit mas " kata alana sambil terus menangis.


Devan menghempaskan tubuh alana di ruang tamu, dan kini diri nya pun menarik kembali tubuh alana untuk berdiri.


Plak plak plak


Tiga kali devan menampar alana dengan sangat kencang, alana hanya bisa menangis.


Hiks hiks hiks


devan mendorong tubuh alana dengan sangat kencang, hingga mengenai meja yang ada di ruang tersebut.


Brak


Alana sudah tidak mempunyai tenaga lagi, diri nya sudah sangat lemas.


" kau dasar memalukan keluarga ku, wanita tidak tau diri, wanita murahan, bisa bisa nya kau mencuri di dalam rumah keluarga ku alana! " ucap devan marah.


" mas aku tidak mencuri perhiasan itu, bahkan aku tidak tau kalau di dalam tas ku ada perhiasan itu " ucap alana menangis.


Devan yang mendengar itu pun semakin membuat nya emosi. Devan mencekik leher alana yang mulus itu. Alana memukul mukul kedua tangan sang suami, yang berada di leher alana. Alana sudah hampir ke habisan nafas jika sang suami tidak melepaskan nya. Diri nya kini menarik rambut alana menuju gudang yang ada di rumah ini.


' brak '


" mas tolong jangan mas " kata alana sambik terus memohon.


Alana dihempas kan kedalam gudang yang sangat gelap ini, alana takut dengan gelap diri nya sangat trauma dengan kegelapan. alana menahan satu kaki devan untuk tidak meninggal kan nya. Alana di tendang begitu saja dengan devan. Kini devan mengunci gudang itu.


" mas tolong bukain mas, aku takut kegelapan mas aku mohon bukaaa " ucap alana sambil terus menangis kencang.


Devan yang masih berada di luar pun hanya mendengar kan tanpa mau membuka pintu itu kembali.


Alana yang berada di dalam gudang tersebut tidak sadar kan diri, diri nya sangat takut dengan ke galapan sampai sampai diri nya jatuh pingsan.

__ADS_1


Di kediaman keluarga devan kini tengah berkumpul, para saudara sudah pulang ke rumah nya masing masing.


" bunda jadi takut kalau devan menyakiti alana, devan membawa alana pergi dengan ter buru buru, membuat bunda takut. Bunda kasihan dengan menantu bunda itu. Bunda yakin ember menjebak alana, dia wanita yang licik " ucap bunda ayu, kepada semua orang yang berada disana.


" iyaa bun, aku juga takut kalau devan menyakiti alana, devan seperti nya sangat marah tadi ketika membawa alana pergi " ucap laras.


" seperti benar kata bunda, alana di jebak oleh wanita itu, yang kalian tau sendiri bukan, bahwa ember menyukai devan sudah sejak lama " ucap bram dengan serius.


" semoga saja devan tidak melalukan kekerasan ke pada alana " kata mereka semua.


Devan pov


Kini diri nya tengah bertemu dengan sahabat sahabat nya. Mereka sedang berkumpul, padahal setiap hari nya mereka bertemu.


" kabar bini lo apa kabar dev, gw ga pernah liat dia, lo kurungin dia ya " ucap rangga sahabat baik devan.


Devan yang mendengar ucapan rangga pun hanya melirik rangga dengan sinis.


" santai dong bro tatapan nya " kata rangga.


Devan tanpa sengaja memikirkan sang gadis, diri nya seperti nya sudah sangat keterlaluan. namun pria tersebut membuang pikiran nya itu.


Wanita murahan itu sangat menjijikan, bahkan diri nya mencuri di dalam rumah nya sendiri, orang tua nya pasti sangat malu melihat kelakuan sang menantu.


kini sudah pukul satu dini hari, devan baru saja pulang kerumah, diri nya segera membuka pintu gudang yang di dalam nya terdapat alana. Devan kemudian membangunkan alana dengan cara di goyangkan tangan nya dengan mengunakan satu kaki nya.


" heh bangun wanita murahan " ucap devan


Alana pun yang mendengar suara devan pun segera bangun, karna diri nya sudah sangat takut saat ini, devan membawa alana keluar dari gudang tersebut dan membawa nya kembali menuju kamar mandi yang ada di dekat dengan dapur.


" mas tolong ini sangat sakit sekali " kata alana lagi.


Devan menarik tangan alana dan menghempaskan nya kembali, kini devan sudah menyalakan kran air dan mengguyur tubuh alana, alana yang terkejut pun hanya bisa pasrah dengan kelakuan sang suami.


" sampai kapan aku harus seperti ini tuhan, aku memohon untuk bahagia kan diri ku ini, aku mohon jadi kan mas devan pria yang baik untuk ku " kata alana.

__ADS_1


__ADS_2