
" astaga aku lupa kalau belum meminum obat penguat kandungan " batin alana.
diri nya segera meninum obat yang di berikan oleh sang dokter.
Alana ingin memberitahu berita kehamilan nya kepada sang suami, Namun alana sempat ragu untuk memberitahu nya.
kini alana melangkah menuju tempat di mana sang suami kini berada, alana mendekati sang suami dan duduk di atas sofa yang berada di dekat sang suami.
" mas devan " panggil alana.
" ada apa? " tanya devan.
alana tengah gugup kali ini, diri nya sangat takut, takut jika sang suami ingin menyakiti buah hati nya.
" aku mau ngasih tahu sesuatu yang penting mas " kata alana.
" kata kan saja tidak usah ber belit belit " geram devan.
" mas aku boleh mengatakan sesuatu ngga " tanya alana sambil menggenggam kedua tangan nya dengan sangat erat, alana tengah sangat takut.
Devan hanya melirik sang istri tanpa niat membalas ucapan istri nya itu, devan hanya berdehem saja.
" mas aku hamil " ucap alana seraya menunduk takut takut.
Degh
" iyaa mas aku hamil anak mas " kata alana.
Devan cukup terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut sang istri jika diri nya tengah mengandung buah hati nya.
Alana yang hanya melihat sang suami hanya diam saja pun, merasa sangat takutt, alana kini bingung harus apaa.
" kalau begitu aku ke kamar duluan ya mas, jangan tidur ter lalu malam mas, tidak baik untuk ke Sehatan mu " kata alana.
" selamat malam mas " kata alana lagi.
" hem " kata devan.
Alana segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti pakain nya, alana sudah selesai dengan mengganti pakaian nya.
" reaksi mas devan sama sekali bukan yang aku harap kan, dia hanya diam saja, saat aku memberitahu nya " batin alana dengan lesu.
" lebih baik aku tidak memikir kan nya, takut jika ber dampak ke kandungan ku, lebih baik aku pergi tidur saja " kata alana.
Alana segera merebah kan tubuh nya ke atas ranjangan.
" semoga hari esok akan lebih baik " batin alana.
Alana segera memejam kan ke dua mata nya.
__ADS_1
Devan pov
" astaga apa yang sudah ter jadi ini, aku sangat tidak menyangka sekali, kalau wanita murahan itu hamil anak ku, jangan jangan dia hamil dengan pria lain " kata devan.
" kita baru saja melakukan nya sekali, tidak mungkin kalau itu anak ku " kata devan geram.
" bisa bisa nya wanita itu hamil anak orang lain, saat diri nya masih mempunyai status " geram devan.
Devan langkah kan kaki nya menuju ke arah ranjang kamar nya, diri nya kini telah merebahkan tubuh nya dan akan segera tertidur karna diri nya besok akan ada meeting penting.
**************
Pagi pagi hari sekali alana sudah terbangun karena merasa kan mual, alana segera melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi karna merasa sangat mual di pagi hari ini.
Huek huek huek
" astaga kenapa harus mual mual, nak tolong jangan bikin bunda susah ya, kita harus ber juang sama sama " kata alana sambil mengelus perut rata nya.
setelah selesai dengan mual mual di pagi hari nya, alana mengambil pakaian nya untuk diri nya mandi dan ber ganti pakaian.
setelah selesai mandi alana memutus kan untuk memasak sarapan nya dan juga untuk suami nya itu.
" masak apa ya hari ini? " pikir alana.
" kaya nya enak nih kalo masak ayam goreng make sambal " kata nyaa.
" semoga saja mas devan suka dengan masakan ku, dan mau makan dengan ku lagi " kata alana.
Huek huek
Alana merasa sangat lemas, diri nya berpanggangan ke sebuah tembok yang ada di dekat nya.
Setelah mual nya sudah ber angsur membaik, alana pun melanjut kan acara memasak nya yang tadi sempat tertunda, karna diri nya merasa sangat mual.
" akhir nya masakan ku beres juga ni, aku bisa makan supaya aku bisa meminum obat " kata alana.
devan baru saja turun dari lantai atas, pria tersebut sudah sangat rapih menggunakan pakaian kantor nya. Alana merasa sangat terpesona dengan ke tampanan ayah dari anak yang sedang ia kandung itu.
" astaga mas devan ganteng banget hari ini, aku jadi nambah cinta deh sama dia " batin alana sambil ter senyum.
Alana menghampiri devan.
" mas sarapan udah aku siapin di atas meja makan, ada teh hangat juga di sana " ucap alana tersenyum kepada sang suami.
" hemm " kata devan.
devan hanya mengangguk, sambil melangkah kan kaki nya menuju dapur mension ini, alana segera mengambil kan beberapa lauk untuk sang suami.
Devan sudah selesai dengan sarapan nya itu, suami nya itu segera berangkat menuju kantor.
__ADS_1
" hati hati di jalan ya mas dan semangat kerja nyaa " kata alana.
Devan hanya diam saja tidak menanggapi apa pun.
Alana mengantar kan sang suami sampai pintu mension utama, alana melambaik kan tangan nya ketika sang suami sudah melaju pergi dari pekarangan mension tersebut.
" aku santai santai dulu kali ya, sebelum mengerja kan pekerjaan rumah " kata alana.
" lebih baik aku mencari tahu tentang ibu hamil di internet " ucap alana.
Namun saat alana tengah membuka interntet nya itu, tiba tiba saja ada seseorang yang memencet bel rumah nya, alana sangat heran saat ada orang yang datang di pagi hari.
' ting tong '
" sebentar " kata alana.
Alana segera membuka kan pintu tersebut dan betapa terkejut nya seseorang tersebut adalah ayah dan ibu tiri nya.
" ayah ibu mengapa datang pagi pagi sekali " kata alana.
" dasar wanita tidak tau diri, kamu pura pura tidak tahu hah! " kata ayah alana.
Alana syok dan diri nya takut karna hanya seorang diri di sini, alana mengundur kan diri nya supaya sang ayah tidak dekat dengan nya.
Namun saat alana tengah mundur alana di seret oleh sang ayah menuju di halaman belakang mension devan.
" ayah jangann " pinta alana.
" dasar kau anak tidak tahu di untung, harus nya aku membunuh mu dan ibu mu " kata ayah alana.
di halaman belakang mension alana di sana di iket di sebuah pohon yang lumayan besar, alana berteriak meminta tolong kepada siapa pun yang mendengar suara nya.
" ayahhh lepasin alanaa yah " kata alana.
" Tolong tolong sayaa " teriak alana sekuat tenaga.
" tidak ada yang akan menolong mu anak tidak tau diri " kata ayah nya.
Ayah nya menempel kan sebuah plaster yang berukuran besar, alana hanya bisa menangis dan berdoa saja sang calon buah hati nya baik baik saja, ayah tiri alana mencambuk alana dengan ikat pinggang yang anton bawa dari rumah.
" bugh bugh bugh "
" plak plak plak "
" ayah sakit yah " kata alana menangis.
Alana hanya bisa menangis menahan rasa sakit yang begitu luar biasa sakit.
Anton menampar alana berkali kali.
__ADS_1
" sudah pernah ku bilang pada mu, jika kamu tidak datang membawa uang nya maka kamu akan habis di tangan ku anak tidak tau diri, kau mencoba main main dengan ucapan ku ya " ucap anton tersenyum licik.
Sang ibu tiri hanya melihat itu dengan wajah yang sangat senang.