
Lanjutan part sebelum nya gaes
Jangan lupa like dan komen juga yaa, terimakasih.
*****************
Alana memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, karna diri nya tidak akan bisa jika harus pergi seorang diri, semoga saja besok sang suami mau mengantar kan nya untuk pergi ke dokter.
" aku tidur saja dulu, semoga besok mas devan mau mengantar ku ke dokter " batin alana.
Alana yang susah ter tidur pun berusaha supaya diri nya tidur kali ini, karna badan nya sudah sangat lelah dan lemas.
" astaga mengapa tubuh ku jadi lemas tak ber daya seperti ini tuhan " kata alana menangis.
pagi pun telah tiba, alana masih sangat nyenyak dengan tidur nya, devan yang merasa heran karna alana tidak membangun kan nya pun merasa sangat ingin tau keberadaan alana.
Devan membuka sedikit pintu kamar sang istri, diri nya melihat jika sang istri masih ter tidur nyenyak. devan melangkah kan kaki nya menuju ke arah ranjang yang hanya muat untuk satu orang.
" astaga panas sekali suhu badan nya, aku harus segera mengompres nya, jika tidak turun juga, aku akan membawa nya ke dokter " kata devan panik.
Devan meninggal kan kamar sang istri, takut jika alana terbangun dan melihat nya berada di sana, wanita itu pasti akan ke pedean nanti nya.
" aku akan mengantar kan nya jika dia meminta untuk di antar kan ke rumah sakit, namun jika dia tidak meminta untuk di antar maka akan devan tidak akan menawar kan, karena bagi ku itu adalah sebuah gengsi " batin devan.
Alana pov
Alana baru saja bangun di jam sebelas siang, diri nya kaget baru kali ini dia bangun sesiang ini, diri nya panik karna tidak membangun kan sang suami nya.
" astaga aku sudah sangat ke siangan sekali, aku belum membangun kan mas devan, takut jika mas devan ke siangan nanti " kata devan dengan panik.
Alana segera melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi untuk membersih kan tubuh dan mengganti pakaian nya.
" seperti nya aku masih begitu tidak enak badan, tubuh ku begitu sangat lemas tuhan " kata alana lagi.
Alana melihat devan yang berada di halama luar sedang ber santai, alana segera menghampiri sang suami untuk meminta maaf karna tidak sempat membuat sarapan dan tidak membangun kan nya.
" mas devan " panggil alana.
" hemm " kata devan.
" maafin aku ya mas " kata alana.
__ADS_1
" maaf kenapa? " tanya devan.
" mas maafin aku ya, karna aku belum masak sarapan, karna kemarin aku tidak sempat untuk membeli bahan bahan makanan mas, maaf buat tadi pagi karna aku tidak membangun kan mu mas " ucap alana sambil menunduk.
Devan hanya berdehem mendengar ucapan alana.
" mas aku boleh minta tolong tidak? " kata alana.
" apa? " tanya devan.
" mas, aku boleh minta anter tidak aku ingin membeli bahan bahan makanan dan ingin pergi ke dokter untuk berobat karna aku sedang tidak enak badan sejak kemarin " ucap alana kepada sang suami.
" sebentar saja ko mas, kalau lama juga tidak apa apa, mas boleh tinggalin aku di rumah sakit nanti " kata alana lagi.
" ya, kau siap siap saja terlebih dahulu, aku akan mengantar kan mu " ucap devan sambil memainkan ponsel nya.
" jangan sampai lama " kata devan lagi.
" baik mas " kata alana senang.
Alana tersenyum senang, karna sang suami nya itu ingin mengantar kan nya untuk belanja bulanan dan pergi ke dokter.
Kini alana dan devan sudah berada di dalam mobil sport sang suami. Mereka di perjalanan hanya diam saja tidak ada yang membuka suara antara kedua nya.
" hem " kata devan.
" terima kasih banyak mas devan " kata alana.
" jangan lama lama " kata devan.
" iyaa mas devan " kata alana.
Kini alana sudah selesai dengan memilih milih belanja bulanan nya itu, kini sedang membayar semua belanjaan yang ia pilih di kasir, devan menunggu alana di dalam mobil, karna pria itu tidak suka dengan keramaian yang ada di luar.
" sudah selesai mas belanja bulanan nyaa " kata alana.
" terima kasih sudah mengantar kan ku mas " kata alana lagi.
Kini alana dan devan ingin pergi ke dokter untuk memeriksa alana yang sedang sakit. Alana sedang berada di dalam ruangan sang dokter, dan dokter tersebut yang mendengar keluhan dari alana segera mengecak dengan alat untuk mengecek kehamilan.
" selamat ya bu, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu " kata dokter itu.
__ADS_1
" hah yang bener dok? " tanya alana.
" iyaa bu benar " kata dokter.
" jangan kehamilan nya dengan baik ya bu, jangan ngangkat yang berat berat ya bu, tidak baik untuk kesehatan janin nya bu " kata dokter menasehati.
" terima kasih banyak dok " kata alana.
Alana sempat syok saat sang dokter memberitahu nya jika diri nya kini tengah mengandung, alana bingung diri nya harus senang atau sedih.
alana segera melangkah kan kaki nya untuk menemui sang suami. Namun saat diri nya ingin melangkah menuju parkiran ada seseorang yang menarik nya kencang.
Alana terkejut jika yang menarik nya tadi adalah ayah kandung nya, alana panik untuk saat ini.
" ayah " kaget alana.
" iyaa ini aku, anak tidak tahu di untung " kata anton sinis.
" sudah tidak tau diri ya kamu " kata anton marah.
" akhir nya kita ketemu di sini anak tidak tau diri, sudah aku bilang, jika aku sedang membutuhkan uang, namun kamu tidak juga datang datang " ucap anton sambil mengcekram tangan alana dengan erat. Alana meringis ke sakitan.
" ayah lepas kan aku, ini sangat sakit ayah " kata alana.
" rasakan ini " kata anton.
Plak
Anton menampar alana dengan begitu kencang sampai sampai bibir alana mengeluarkan begitu banyak darah dari mulut nya.
" kau ingin main main dengan ku bukan wanita murahan, anak tidak tau diri, harus nya aku membunuh mu saat itu juga " ucap anton marah.
" kau benar benar sudah membuat ku sangat muak anak tidak tahu di untung " teriak anton.
" maaf kan aku ayah " kata alana.
Alana hanya bisa menangis ketika sang ayah nya memarahi nya dan sesekali memukul nya.
Devan menunggu alana dengan khawatir karna alana belum juga datang datang, selain khawatir juga devan merasa sangat kesal dengan alana karna membuat nya menunggu lama.
" aku tunggu kamu kamis besok, jika kamu tidak datang datang juga maka akan aku datangi rumah suami mu itu " ucap anton sembari pergi dari hadapan alana yang sedang menangis.
__ADS_1
**************