
pulang jam berapa semalam mas? " tanya alana.
Devan hanya melihat sekilas tanpa mau menjawab pertanyaan dari alana itu. Devan pergi begitu saja dari hadapan alana, dan dia pergi keluar rumah, saat ingin menaiki mobil alana berucap:
" hati hati di jalan mas, semangat kerja nya " ujar alana sambil tersenyum hangat.
Devan tidak menanggapi nya, dirinya tetap masuk kedalam mobil tanpa memperdulikan alana yang menunggu nya pergi bekerja.
Ketika devan sudah pergi kekantor, alana masuk kedalam rumah mewah tersebut, kini dirinya harus membersihkan rumah sebesar ini tanpa bantuan art.
Sebelum membersihkan rumah ini, alana ingin sarapan terlebih dahulu supaya badan nya tidak terasa lemas.
Saat dirinya ingin membersihkan rumah, tiba-tiba suara notifikasi handphone milik nya berbunyi, menandakan ada yang mengirim pesen untuk nya, alana hanya melihat pesen tersebut tanpa mau membalas nya.
Selang beberapa detik handphone alana berbunyi nyaring, alana melihat dan ternyata sang ayah nya lah yang menelfon dipagi-pagi buta ini.
" halo yah, selamat pagi " ucap alana
" heh, kau kenapa tidak membalas pesan dari ku hah, mentang-mentang kau sudah menikah dengan lelaki kaya kau menjadi sombong seperti ini, menjijikan ". Ucap anton, didalam ponsel tersebut.
" maaf yah, alana tadi sedang beres-beres rumah jadi alana tidak sempat membalas pesan dari mu ayah ". Ucap alana, memohon maaf.
" kami disini sedang membutuhkan uang, jadi aku mau kamu datang kesini membawa uang, sebagai ganti karna kamu sudah ku nikahkan dengan pria kaya " ucap anton sebelum mematikan sambungan telfon nya.
Alana memikirkan uang dari mana yang bisa ia berikan kepada ayah nya itu, bahkan alana saja tidak bekerja, devan tidak memberi nya uang setelah dua minggu pernikahan nya.
Alana tidak mempunyai pilihan selain dirinya mencari pekerjaan, karna dia yakin devan tidak akan memberi nya uang.
siang hari nya alana mencari pekerjaan ditempat-tempat dekat rumah. Dia mencoba melamar di cafe yang berada di sebrang jalan.
alana memasuki cafe tersebut, banyak sekali orang yang datang dicafe ini, sepertinya ini cafe sangat terkenal. Alana menuju resepsionis dan bertanya.
" permisi mba, apakah disini ada lowongan pekerjaan? " tanya alana
" kebetulan sekali kak disini sedang membutuh kan pegawai yang membersih kan meja-meja ka, jika kaka nya berminat bisa berikan lamaran itu kepada saya ". Ucap resepsionis ramah.
__ADS_1
alana menyerah kan map coklat yang dia bawa untuk melamar.
" terimakasih banyak ka, aku tunggu kabar baik nya " ucap alana sopan. Ucap alana sambil tersenyum ramah
Resepsionis itu hanya mengangguk sambil tersenyum dan alana segera pergi meninggal kan cafe tersebut. Ketika alana sampai dirumah dia segera menyiapkan makan malam, semoga saja kali ini suaminya itu ikut makan bersama nya.
Di malam hari nyaa.
Pukul jam 21:00 devan baru saja pulang dari kantor, alana menunggu devan seperti biasa di ruang tamu.
Devan memasuki rumah dengan membawa jas yang ia sampirkan ditangan kanan nya. Ceklek, alana melihat ke arah sumber suara yang disana sudah ada suaminya yang baru memasuki rumah nya.
alana menghampiri devan, niat hati ingin mengambil jas yang ada di tangan devan, sang empu menolak dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan alana seorang diri.
Alana mengikuti langkah jejak sang suami.
" mas aku sudah masak makan malam dan sudah siap di meja makan ". Ucap alana dengan bersemangat. berharap sang suami mau memakan masakan alana.
" tidak, aku sudah makan diluar tadi " ucap devan dingin.
" tidak ada yang menyuruh mu untuk menunggu ku, alana! sudah kubilang bukan, aku tidak ingin makan masakan dari mu itu " ucap devan dingin dan masuk kedalam kamar nya.
Brakkkk
suara pintu yang ditutup oleh devan dengan sangat kencang. Alana hanya melihat kearah kamar devan dengan pilu. Diri nya harus bersabar karna ini adalahh permulaan, entah kapan sikap suaminya itu akan berubah.
Alana segera turun dari lantai atas dan melangkah menuju meja makan yang disana sudah ia siapkan makan malam dirinya dan sang suami, tetapi lelaki itu tidak ingin memakan masakan nya.
ketika sudah selesai dengan makan malam nya, alana membersihkan sisa-sisa makanan yang baru ia makan itu, mencuci piring bekas satu per satu yang baru ia gunakan untuk makan dan menaruh nya kembali di atas rak lemari.
ketika sudah selesai mencuci semua piring kotor, alana pergi menuju kamar nya yang berada dipojok ruangan, ketika alana ingin menuju kamar nya ia harus melewati lorong-lorong yang sangat gelap.
Alana segera mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur, dia segera melangkah mendekati kasur yang pas untuk tubuh mungil nya itu.
tidak terlalu lama alana sudah tertidur lelap dan sudah berada dalam mimpinya.
__ADS_1
*****************
Pagi-pagi sekali alana bangun dari tidur nya. Karna ia harus segera mempersiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan sang suami. Semoga sang suami ikut makan bersama.
masakan yang alana masak sudah siap disajikan dimeja makan, sambil menunggu sang suami turun dari kamar nya. Alana menunggu sambil membersihkan ruangan-ruangan tersebut.
alana melihat kearah tangga ternyata sang suami sudah siap dengan pakaian kantor nya itu. Alana mendekati devan dan berkata:
" mas aku sudah masak makanan kesukaan mu, bunda bilang mas sangat suka dengan ayam opor " ucap alana, sambil tersenyum hangat.
Devan melangkah menuju meja makan yang diatas nya sudah alana siapkan makan untuk dirinya, devan menatap makanan itu tanpa minat sama sekali.
Alana yang sudah sangat bahagia melihat sang suami melangkah kearah meja makan, hanya sampai disitu tiba-tiba devan membuang semua makanan itu dilantai.
Prangggggg
Alana terkejut ketika melihat makanan-makanan yang ia masak sudah berantakan diatas lantai.
alana melihat kearah devan, pria tersebut tersenyum licik karna sudah membuang semua makanan-makanan yang alana siapkan untuk diri nya itu.
" mas apa yang kamu lakukan, ini makanan mas tidak baik membuang-buang makanan seperti itu, diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan " ucap alana, dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
Devan melangkah mendekat kearah alana dan
Plakkk
Devan menampar wajah alana yang mulus itu. Alana memeggangi pipi nya yang baru saja di tampar oleh suaminya itu dan alana menangis
" heh kamu jangan berani-berani kamu menasehati saya! Karna saya tidak butuh nasehat dari wanita murahan seperti kamu itu alana, camkan itu " ucap devan, dan berlalu pergi keluar rumah.
Alana segera membersihkan semua makanan-makanan yang baru saja devan buang itu, alana menangis tersedu-sedu, apakah dia hidup hanya untuk disiksa seperti ini tuhannn.
Hikss hiksss
Alana menangis dengan tubuh yang bergemetar, dirinya semakin takut dengan sang suaminya itu.
__ADS_1