
alana sedang memikirkan menu makan malam kali ini, walau hanya diri nya saja yang memakan masakan nya, tetapi alana ber harap sang suami ikut makan bersama. Dan menu makan malam kali ini adalah ayam goreng sambal mantah, menu makanan yang sangat simple fersi alana.
alana menyiapkan semua keperluan yang akan ia gunakan untuk memasak makan malam. Diri nya sesekali ber nyanyi agar tidak merasa ke sepian, dirinya selama seminggu ini hanya ber diam diri di rumah yang mewah ini, diri nya bingung harus pergi ke mana jika ingin ber main. Tidak mungkin jika alana pergi kerumah sang ayah, ayah nya itu akan meminta uang yang tempo hari sudah ayah nya pinta.
Kini alana sudah selesai dengan acara memasak nya.
Hari mulai petang dan kini alana sedang menunggu sang suami pulang dari kantor, semoga saja kali ini devan mau makan bersama nya, alana hanya bisa berharap.
Saat pukul jam delapan malam. Devan memasuki rumah nya, dia melihat seorang wanita sedang duduk sambil membaca buku.
Devan tidak memperdulikan itu,dirinya terus berjalan tanpa menghiraukan alana yang berada di sana.
Alana mendengar jejak langkah sang suami, alana segera bangun dari duduk nya dan berjalan mendekat ke arah devan.
" mas, sudah makan belum? aku membuat ayam goreng sambal matah mas " ucap alana
devan hanya diam saja mendegar ucapan dari gadis itu. Tanpa niat ingin menjawab ucapan alana.
alana yang melihat devan hanya diam saja pun menundukan pandangan nya, lagi dan lagi suami nya itu tidak ingin makan bersama nya.
devan pergi dari hadapan alana begitu saja menuju lantai atas rumah nya. Alana hanya melihat punggung devan dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
Alana ingin meminta izin untuk bekerja besok, semoga saja suaminya itu mengizinkan diri nya untuk bekerja.
Lagi dan lagi alana hanya makan seorang diri nya.
Sudah pukul sebelas malam alana masih berada diruang tamu, dirinya sedang membaca beberapa buku milik sang suami yang sudah tidak terpakai lagi.
tap tap tap
Alana yang mendengar suara langkah dari arah tangga pun mencoba melihat, ternyata itu adalah sang suami yang akan turun.
Devan hanya melewati alana yang sedang duduk di sofa ruang tamu. Alana mengikuti devan sampai luar halaman.
__ADS_1
" mas aku ingin bicara " ucap alana
Devan yang mendengar itu pun menghentikan langkah nya dan berhenti sebentar untuk mendengar kan ucapan alana selanjut nya.
" aku ingin izin bekerja mas besok " ucap alana, sambil menatap punggung tegap suaminya.
devan yang mendengar itu punya hanya diam saja, dan dirinya segera pergi meninggalkan alana yang mematung.
suami nya tidak menjawab pertanyaan ketika dirinya meminta izin untuk bekerja, sang suami hanya diam saja, mas devan diam yang berarti dirinya mengizinkan alana untuk bekerja.
Alana lupa menanyakan mau kemana suaminya itu pergi, rasanya percuma jika alana menanyakan akan pergi kemana suami nya itu tadi, pas devan tidak akan menjawab ucapan yang alana berikan.
Bahkan setelah dua minggu pernikahan nya pun, meraka berdua tidak saling bertuker nomor handphone, devan seakan tidak menganggap nya sebagai seorang istri.
Devan pov
Devan masih memikirkan ketika sang wanita itu izin untuk bekerja, devan sadar wanita itu ingin bekerja karna devan tidak memberi nya uang sepeser pun, bahkan makanan-makanan yang alana buat adalah uang dari tabungan nya sendirinya.
*******************
pagi pagi alana bangun seperti biasa, kini ia tengah bersiap untuk bekerja dicafe yang tidak jauh dari tempat kediaman alana.
Kini sudah pukul tujuh pagi dirinya menyempatkan untuk memakan sarapan yang ia buat, sebelum berangkat alana ingin membangunkan sang suami terlebih dahulu, takut jika sang suami telat untuk pergi bekerja.
alana melangkah kan kaki nya ke tangga untuk menuju ke kamar sang suami.
Tok tok tok tok tok
" mas mas bangunn, ini sudah pukul tujuh pagi mas, aku ingin pergi bekerja, aku sudah menyiapkan teh dan sarapan mas di meja makan mas, jangan lupa dimakan " ucap alana setengah berteriak, khawatir jika yang di dalam tidak mendengar.
Devan yang mendengar suara dari balik pintu kamar nya pun membuka mata nya perlahan, dan melihat kearah jam yang ada di meja dekat ranjang.
Devan bangun dari tempat tidur dan melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi.
__ADS_1
Alana pov
Kini diri nyaa tengah berjalan menuju cafe yang tidak jauh dari tempat yang ia dan suaminya tempati. Alana bisa saja memesan ojek online, tetapi diri nya kini tidak memeliki uang yang banyak, ia harus berhemat guna makan sehari hari nya.
Kini alana sudah sampai di tempat kerja.
Ia memasuki cafe tersebut dan menghampiri resepsionis.
" mba saya alana, saya mendapatkan telfon kemarin dari cafe ini kalo saya keterima disini mba dan suruh datang hari ini jam segini " ucap alana
" iya benar mba, saya yang kemarin menelfon mba, boleh duduk sebentar di sana ya, saya akan menyiapkan baju nya " ucap resepsionis dengan tersenyum.
Alana menuju tempat yang resepsionis itu beritahu, diri nyaa segera duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.
Resepsionis itu datang dengan membawa tiga baju, resepsionis itu memberikan kepada alana dan alana mengambil nya sambil tersenyum.
" mba sebelum nya mohon maaf ya, mba mulai kerja besok pagi ya, disini sudah ada semua jadwal jadwal nya " ucap resepsionis, sambil memberikan beberapa kertas kepada alana.
" iyaa mba terimakasih banyak " ucap alana sambil mengambis kertas kertas yang diberikan.
Resepsionis itu hanya mengangguk. dan alana segera pergi dari cafe tersebut menuju rumah nya dan devan.
Devan pov.
Diri nyaa baru saja selesai dari acara memandi nya, dan segera memakai pakaian nya.
devan segera turun ke lantai bawah, dirinya kini melihat lihat keadaan sekitar, tidak ada gadis itu, sepertinya gadis itu benar benar bekerja.
Devan tanpa sengaja melihat note yang ada di gelas kaca yang didalam nya berisi teh hangat, devan membaca pesan itu dan tersenyum kecil, sangat kecil, lucu batin nya, kemudian devan merubah kembali mimik wajah nya seperti awal.
Yang ada didalam note tersebut adalah:
" selamat pagi mas, semoga pagi mu cerah ya, semangat kerja nya, dan jangan lupa di minum teh hangat nya, aku sudah berangkat untuk bekerja "
__ADS_1