
Devan pov
Setelah membaca note yang di buat oleh istri nya itu, devan kini meletak kan kembali note tersebut di tempat yang sama seperti tadi, supaya alana tidak curiga jika diri nya telah membaca pesan yang diri nya buat.
" ada ada saja kelakuan wanita itu yang membuat ku muak saja " kata devan.
" aku akan membuat pelajaran untuk nya " batin devan.
kini devan memasuki mobil sport milik nya dan melaju kencang ke sebuah perusahaan besar milik nya.
Ketika dalam perjalanan menuju kantor nya tanpa sengaja devan melihat ke samping jalan dan menemukan sang gadis yang hampir sebulan ini telah menemani nya.
Devan memberhentikan mobil nya sebentar dan menatap gadis itu yang sedang terduduk di trotoar sambil memainkan kedua kaki nya itu. Devan menyadari jika sang gadis itu sedang dalam suasana hati yang baik, alana duduk di trotoar sambil mengayun kan kedua kaki nya dan sembari menyanyi sesekali.
__ADS_1
" entah sedang apa wanita itu di sana " kata devan.
Devan yang menyadari jika diri nya yang hampir telat ini pun, kini melanjutkan perjalanan nya yang sempat berhenti karna memperhatikan sang gadis.
" segera jalan kan mobil nya saya sudah hampir telat " kata devan.
Alana pov
Kini diri nya sudah ber jalan lumayan jauh dari cafe tersebut, dan alana memutuskan untuk berhenti sebentar, alana kini sudah terduduk di atas trotoar sambil mengayunkan kedua kaki nya dengan suasana hati yang sedang bahagia, karna ia besok kini telah bekerja dan akan memberi uang untuk sang ayah nya nanti.
Ketika alana sedang bersantai suara nada dering ponsel yang ada di dalam ponsel nya pun ber bunyi, alana segera mengambil dan melihat nama yang tertera di dalam ponsel nya itu.
Alana mengangkat panggilan dari sang ayah, dengan perasaan tidak menentu karna dirinya pasti akan di marahi habis habisan karna tidak memberi uang kepasa sang ayah.
__ADS_1
" heh alana, anak tidak tau diri keluarga di sini sedang ke susahan dan kamu pasti sedang enak enak di sana bukan, aku sudah bilang pada mu datang ke sini dan bawa uang alana! apa kamu tidak mengerti kata kata manusia hah " ucap anton, dengan nada penuh amarah.
" pah, aku belum punya uang saat ini " ucap alana sedih, karna diri nya di marahi oleh sang ayah
" aku tidak perduli minta kepada suami kamu yang kaya raya itu dan segera bawa uang itu kemari, kalau tidak aku yang akan datang kesana, camkan itu anak tidak tau diri " ucap sang ayah dan sambungan diputus secara sepihak.
Alana memikirkan di mana diri nya akan mendapat kan uang dengan cara yang cepat, devan pasti tidak akan meminjam kan uang itu pada ku, harus kemana lagi diri nya mencari, menunggu uang kerja pun akan sangat lama, aku yakin ayah nya tidak akan sesabar itu.
Kini alana melanjutkan perjalanan menuju rumah yang sudah hampir satu bulan ia dan sang suami tempati, walau sudah ingin sebulan pun kini sifat sang suami masih sama saja, masih dingin dan masih tidak ingin memakan masakan nya.
Kini alana memasuki rumah tersebut, tanpa sengaja mata nya menatap ke arah meja makan dan diatas nya masih berada makan yang ia siap kan untuk suaminya. Namun makanan tersebut sama sekali tidak disentuh oleh sang suami.
Kini alana membawa makanan tersebut diatas lemari yang berada di dapur, alana meletak kan itu di sana. Dan kini diri nya pergi menuju ke dalam kamar yang berada di pojok ruang. Diri nya kini sudah merasa sangat panas, ia akan segera membersihkan tubuh nya itu dan akan membersih kan rumah ini sebelum sang suami pulang kerja.
__ADS_1
Alana sudah siap dengan pakaian santai dan ingin membersihkan semua bagian rumah dari mulai lantai atas dan lantai bawah, serta halaman luar.
******************