
Di sore hari nyaa.
Alana sedang membersihkan area halaman depan rumah nya dengan sang suami, dirinya sesekali bernyanyi saat sedang menyapu, supaya ia tidak merasa sepi.
Alana sudah selesai dengan kegiatan menyapu nya dan ingin segera mandi karna badan nya terasa sangat lengket, alana segera pergi menuju kamar dan memilih pakaian apa yang ingin ia gunakan di sore ini.
Alana memasuki kamar mandi, setelah selesai dengan mandi nya, alana sempatkan membuka ponsel nya dan banyak sekali nontifikasi yang masuk dari kaka kaka tirinya dan sang ayah. Mereka ingin alana pergi kerumah nya dan membawa uang yang banyak, alana berfikir dirinya saja tidak mempunyai uang. alana tidak mempunyai pilihan lain selain meminta bantu ke pada sang suami, semoga saja sang suami ingin membantu keluarga tersebut.
hari semakin petang dan sang suami belum juga pulang dari kantor nya, sambil menunggu sang suami pulang, alana sembari memasak makanan untuk malam hari.
Sudah pukul 20:00 sang suami belum juga pulang, padahal ia ingin sekali meminjam uang untuk keluarga nya yang sedang kesusahan itu.
Setelah alana menunggu. Akhirnya alana mendengar suara mobil dari arah luar, ia mendekat kearah pintu utama, alana menunggu sang suami yang masih berada di dalam mobil.
Devan keluar dari mobil nya dengan membawa berkas-berkas yang belum sempat ia kerjakan dikantor nya.
" mas apakah ada yang perlu alana bantu? " ucap alana, dirinya melihat devan yang sedang kesusahan membawa barang-barang milik nya itu.
" tidak ada yang perlu kau bantu, awas minggir! " ucap devan dingin.
" mass " panggil alana kepada devan
Devan berhenti dan menatap kepada alana sebentar, buru buru alana mendekati devan yang telah memberi ruang untuk dirinya bicara.
" mas aku butuh uang, keluarga ku sedang ke susahan mas, tolong bantu keluarga aku mas " ucap alana memohon.
" apa kamu bilang, Membantu? itu adalah keluarga mu bukan keluarga ku " ucap devan sambil melangkah menuju tangga.
" aku mohon mas, bantu aku kali ini saja, aku akan mengganti nya mas " ucap alana
" dengan apa kamu mengganti nya bahkan kamu saja tidak mempunyai uang " ucap devan sinis dan segera melangkah menuju kamar nya.
Alana bingung entah harus kemana lagi dia pergi mencari pinjaman, bahkan sang suami saja tidak mau membantu nya, alana salah seharusnya dirinya tidak meminta bantuan kepada devan, karena suaminya itu sangat membenci diri nya.
Alana tidak menyerah dirinya ingin sekali lagi meminta bantuan kepada devan. Ia melangkah menuju ruang kerja devan yang berada tidak jauh dari kamar sang suami.
Tok tok tok
__ADS_1
" mas ini aku alana, bolehkah aku masuk? " ucap alana.
" masuk " ucap devan dari dalam ruangan nya.
Alana tersenyum saat devan menyuruh nya masuk semoga kali ini sang suami ingin membantu nya, semoga saja.
" ada apa kamu kemari " ucap devan.
Alana yang melihat devan seperti orang yang sedang banyak fikiran, seperti nya dirinya salah kali ini, semoga saja devan tidak melampiaskan nya kepada alana.
" mas aku mohon kepadamu, tolong pinjam kan aku uang mas, aku tidak tau akan meminta bantuan ke pada siapa lagi selain pada mu mas " ucap alana memohon.
Brakk
devan memukul meja kerja nya dengan sangat kencang dan menantap kearah alana dengan sangat marah.
" sudah ku bilang padamu alana! Urusi saja keluarga mu itu sendiri, dan aku tidak akan pernah memberi uang kepada wanita murahan seperti mu! " ucap devan marah.
" untuk kali ini saja mas aku mohonn " alana memohon.
Devan berdiri dari tempat duduk nya dan mencengkram kuat dagu alana dengan sangat kencang, dan memojokan badan mungil itu ke sudut ruangan.
" alana alana kau memang wanita murahan ya, sudah ku bilang tidak ya tidak! Tidak bisa bahasa manusia kah kamu " ucap devan marah, sambil menghempaskan alana ke lantai.
" pergi dari ruangan ini, atau kau akan mendapatkan yang lebih dari ini " ucap devan
Alana menguatkan dirinya untuk berdiri dan segera pergi dari ruangan tersebut. Alana mendudukan dirinya ditangga deket dengan ruang kerja devan. Dirinya menangis tersedu-sedu. dirinya bingung harus mencari pinjaman kemana lagi.
Alana segera pergi menuju kamar nya karna tubuh nya terasa begitu lemas sekali. Dan tertidur begitu saja tanpa mengganti pakaian nya.
*********
Keesokan paginya.
Alana seperti biasa bangun pagi-pagi untuk memasak sarapan dan membersihkan rumah tersebut.
Diri nya kini tengah berada di dapur sambil berkutak dengan peralatan-peralatan memasak.
__ADS_1
Saat makanan sudah siap. Alana menyapu semua bagian bagian sudut ruangan.
Kini dirinya sedang bingung, akan kah dirinya membangun kan sang suami atau kah tidak.
Alana berniat membangun kan saja karna sekarang sudah pukul 08:00. Alana takut sang suami terlambat pergi ke kantor.
Alana melangkah menuju lantai ke dua, dimana lantai tersebut letak kamar sang suami.
Tok tok tok tok
" mas, ini sudah siang mas tidak pergi kerja kah, mas sudah bangun belum , ini sudah pukul jam delapan pagi mas, aku takut mas telat pergi kerja nya " ucap alana setengah berteriak.
Devan yang mendengar suara alana dari luar, segera memasuki kamar mandi untuk berangkat bekerja. Lagi lagi ia telat untuk berangkat ke kantor.
Alana pergi setelah membangunkan devan dirinya kini tengah berada di halaman depan, sedang mencabut rumput rumput liar yang tumpuh di area itu.
Saat dirinya sedang membersihkan halaman depan, devan keluar dengan pakaian yang sudah sangat rapih.
devan melihat kearah alana yang sedang membersih kan halaman depan tersebut, tanpa mau menghampirinya.
Ketika devan ingin membuka pintu mobil tiba tiba alana mendekat dan
" hati hati dijalan mas " ucap alana tersenyum seraya tidak ada masalah diantara mereka.
Devan terdiam tanpa niat menjawab ucapan dari sang istri. Devan sudah pergi menuju kantor nya.
Alana memasuki kembali rumah yang sudah hampir satu minggu ini suami dan diri nya tempati.
Alana sedang duduk disofa, dan bunyi nada dering ponsel milik nya berbunyi, ia melihat ke arah ponsel tersebut, tidak ada nama yang tertera hanya nomor saja.
" halo dengan mba alana? " tanya seseorang dalam telfon.
" iyaa benar, saya bernama alana, ada apa ya ini? " tanya alana
" kami dari cafe yang pernah mba alana lamar, kami ingin anda besok datang ke cafe kami mba " ucap orang tersebut.
" benarkah mba " tanya alana senang
__ADS_1
" benar mba, kami tunggu besok, sampai jumpa " orang tersebut segera mematikan sambungan telfon nya.
akhir nya alana akan segera bekerja, supaya dirinya bisa memberikan uang kepada ayah nya itu.