BILLIONAIRE

BILLIONAIRE
Aku engga


__ADS_3

Kini alana dan sang suami sedang dalam per jalanan menuju rumah ke dua orang tua devan, mereka ber dua hanya berdiam tanpa ada yang membuka suara sama sekali.


Tinggal beberapa menit lagi kedua nya akan segera sampai di tujuan.


Dan kini alana dan devan sudah memasuki mension kedua orang tua devan.


" mas aku sangat begitu gugup sekali " kata alana.


" bagaimana ini mas " Sambung alana lagi.


" aku sama sekali tidak perduli alana " kata devan singat dan padat.


Devan keluar terlebih dahulu dari mobil sport nya dan membuka pintu mobil untuk alana, alana yang di perlakukan seperti itu pun ter senyum, namun diri nya sadar kalau ini hanya sebuah drama yang di main kan oleh sang suami.


namun tanpa di sadari sang bunda mertua menghampiri nya dan membawa diri nya mendekat untuk di perkenalkan lebih jauh lagi.


" hei kalian semua sini, ini dia kenalin dia adalah istri dari devan, pasti dari kalian belum ada yang tau dengan istri dari devan kan " ucap sang mertua dengan bahagia.


" halo om tante " kata alana sopan


Alana yang di perkenalkan seperti itu pun hanya tersenyum malu, diri nya kini merasa canggung berada di perkumpulan orang orang dewasa.


" oh jadi inii istri nyaa devan " kata saudara dari devan.


" iyaa tante " kata alana ter senyum


" oh ternyata kamu yang jadi istri nya devan, sangat bawah dari kita ternyata, bisa bisa nya devan memilih mu untuk di jadikan istri, seperti nya mata devan ber masalah saat itu " ucap seorang wanita tersebut, dengan tersenyum licik.


Wanita itu pun berlalu begitu saja dari hadapan alana, alana tidak terlalu memikirkan ucapan wanita tersebut. Alana melanjutkan langkah nya menuju dapur. Kini diri nya telah ber kumpul kembali dengan para saudara dari sang suami.

__ADS_1


" alana, devan gimana alana, dia suka kasar sama kamu ngga ? " tanya seorang wanita yang sekira nya umur 40 tahun.


Devan yang sedang duduk di samping alana pun, menginjak kaki sang wanita tersebut, supaya sang gadis itu tidak memberitahu hal yang sebenar nya terjadi.


Alana yang di perlakukan itu oleh devan pun hanya meringis sakit. Alana sudah tau jawaban nya diri nya akan ber bohong kepada semua orang terntang sifat sang suami nya itu. Demi kebaikan nya.


" devan baik ko, dia ngga pernah kasar sama alana, selalu menjaga alana " ucap alana tersenyum seraya meyakinkan semua orang yang berada di sana.


" bagus kalau begitu, kami takut jika dia kasar sama kamu alana " kata kaka devan.


" tidak ko kak, devan baik banget ko selama ini " kata alana lagi.


namun di satu ruang tersebut ada seseorang yang melihat alana dengan tatapan tidak suka. Seperti nya wanita itu akan membuat rencana jahat untuk alana.


wanita tersebut bernama ember, sepupu jauh dari devan, sebenar nya wanita itu menyukai devan sudah sejak lama, namun devan tidak menanggapi wanita itu, namun sampai sekarang seperti nya wanita itu masih menyukai devan.


" awas saja ya kau, aku akan membuat kamu di benci dengan banyak orang " kata ember ter senyum sinis.


Kini wanita itu tengah membua rencana untuk membuat semua orang membenci alana, wanita itu sangat begitu licik.


" tan aku boleh tidur bareng alana ga tan, aku ingin lebih dekat dengan istri devan tante " ucap ember kepada bunda ayu.


" kalo bunda si gimana devan sama alana nya aja, tanya devan dia ngizinin apa ngga istri nya tidur sama kamu malem ini " ucap ayu.


" iya tante nanti ember ngomong sama devan nya " ucap ember dan berlalu menghampiri devan yang sedang berada di luar halaman.


" dev boleh ngga malem ini, istri kamu tidur bareng aku, soalnya aku gada temen nya, aku gabisa kalo tidur ga di temenin " ucap ember seraya memohon.


Devan hanya mengangguk ketika mendengar permintaan dari devan, kini diri nya masuk kembali untuk menemui tante ayu dan alana.

__ADS_1


" tan, aku udah minta izin sama devan dia ngebolehin tan " ucap ember tersenyum


" kalo gitu alana gimana kamu, mau tidak tidur bareng dengan ember " ucap ayu. Alana hanya bisa mengangguk saja. Diri nya pasti tau ember akan mencoba menyakiti nya, dia terlihat seperti seorang wanita yang sangat licik.


kini ember ingin menjalan kan rencana nya itu. Diri nya kini melepaskan semua perhiasan yang ia gunakan, dan kemudia memasuk kan perhiasan tersebut ke dalam tas yang semalam alana bawa.


" Alana pasti akan di benci dengan semua orang ", bantin ember senang, karena merasa yakin jika alana akan dibenci banyak orang


****************


Sama seperti biasanya alana bangun pagi pagi sekali, diri nya kini masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang sudah sangat lengket ini.


Kini alana melangkah kan kaki nya menuju ke arah dapur yang berada di lantai bawah mension ini.


alana mendengar suara ember yang sedang menangis histeris dari arah ruang utama mension mertua nya ini. Alana menghampiri arah sumber suara tersebut. Di sana sudah ada bunda, ayah, kaka ipar, sang suami, dan para saudara yang sebagian masih belum pulang.


ember melangkah ke arah alana dan menunjuk alana sambil menangis.


" kamu pasti kamu kan alana, yang sudah mencuri semua perhiasan ku, kamu terlihat begitu tidak menyukai ku " ucap ember sembari menangis.


" ember kamu jangan asal tuduh ya, dari mana kamu tau kalau alana yang mencuri nya " ucap bunda ayu seakan membela alana yang tengah di tuduh sebagi pencuri perhiasan ember.


" aku ngga punya bukti si ntan, tapi aku yakin kalo dia yang mencuri perhiasan ku, karna aku tidur ber dua dengan alana, aku sebelum tidur naro perhiasan itu di atas nakas yang ada di kamar tamu ntan " ucap ember.


" aku ngga ngambil perhiasan milik nya bun, aku sama sekali gatauu apa pun " ucap alana sambil menahan tangis yang akan turun.


" kalau begitu kita periksa saja kamar tamu itu, biar kita tidak saling menuduh " ucap sean selaku kepala rumah tangga di mension ini.


" aku nggaa mengambil nya demi tuhan, percaya lah dengan aku " kata alana.

__ADS_1


Mereka semua pun melangkah kan kaki nya menuju lantai dua, di mana di sana tempat alana dan ember tidur bersama.


Kini mereka sedang memeriksa beberapa barang yang ada disana dan ternyata......


__ADS_2