
Part sekarang adalah kelanjutan dari part ab nya ya, terima kasih buat kalian yang udah membaca, jangan lupa like, komen dan juga follow ya. Supaya saya bisa semangat lagi untuk menulis cerita ke lanjutan nya sampai ending nanti nya.
terima kasih kalian semua, jangan lupa baca juga novel novel saya yang lain nya yaps, yang semoga saja kalian semua suka dengan alur dari cerita nya.
************
Alana ter diam saat mendengar penolakan dari sang suami nya ter sebut, dan kemudian diri nya membalik kan tubuh nya untuk menghadap ke pada suami nya ter sebut.
" aku kira mas belum makan malam, ya sudah kalau begitu mas " ucap alana dengan lesu.
" makan nya aku nungguin mas pulang kerja " kata alana.
devan tidak menjawab apa pun diri nya langsung melangkah kan kaki nya menuju ke dalam kamar nya yang berada di lantai atas mension nya.
Kini alana melangkah kan kaki nya untuk menuju kembali ke meja makan, dan segera mengambil menu masakan yang tadi ia masak itu.
" semangat alana, biasa nya juga aku makan sendiri ko " kata alana menyemangati diri nya.
Alana segera menyantap makanan nya dengan sangat lahap karena dia sangat lapar karena menunggu sang suami nya itu pulang dari mengurus pekerjaan nya tadi.
" astaga aku lupa soal ayah yang meminta uang " kata alana.
alana segera melangkah kan kaki nya menuju ke dalam lantai atas di mana kamar sang suami nya berada.
" Tok tok tok "
Devan yang sedang mengecak beberapa berkas untuk nya meeting pun langsung melihat ke arah pintu.
" mas devan " kata alana.
" mas ini aku alana " kata alana.
" masuk " ucap devan setangah ber teriak.
Alana segera masuk ke dalam kamar sang suami saat yang punya kamar telah mengijin kan nya untuk masuk ke dalam kamar nya.
" ada apa kamu kemari? " tanya devan saat melihat alana yang masuk ke dalam kamar nya ter sebut.
" aku ingin ber bicara sesuatu mas " kata alana sambil menunduk takut takut.
__ADS_1
" bicara kan saja sekarang, mau menunggu apa lagi " ucap devan sambil terus membuka dokumen dokumen nya.
" aku ingin meminjam uang ke pada mu mas " ucap alana sambil terus menunduk.
" uang kata mu? " kata devan sambil menatap alana dengan serius.
" iyaa mas aku sedang membutuh kan uang saat ini " kata alana sambil sesekali menatap ke arah suami nya ter sebut.
" berapa yang kamu mau? " tanya devan sambil terus menatap alana.
" 10 juta mas " ucap alana takut takut.
Devan yang mendengar perkataan alana pun langsung menatap perempuan ter sebut.
" untuk apa kamu uang sebanyak itu hah? " tanya devan dengan aura yang menyeram kan menurut alana tentu nya.
" tadi pagi ayah ku datang ke sini mas, dan meminta uang ke pada ku " kata alana.
" aku tidak perduli itu adalah orang tua mu bukan orang tua ku, jadi jangan libat kan aku di dalam nya, camkan itu wanita murahan " ucap devan dengan tatapan membunuh.
" aku mohon mas, aku butuh uang itu " ucap alana dengan memohon.
" aku tidak peduli " kata devan sambil terus mengerjakan pekerjaan kantor nya ter sebut.
" baik lah, tapi ada satu syarat " kata devan sambil menatap ke arah alana.
" apa itu mas? " tanya alana dengan sangat penasaran.
" datang ke kamar ku nanti malam, dan puas kan aku, jika kau mau aku akan memberi mu uang yang kamu minta itu, jika tidak aku tidak akan memberi mu uang sepeser pun " ucap devan dengan tatapan tajam nya itu.
" tapi mas aku sedang hamil muda, dokter bilang tidak baik ber hubungan saat sedang hamil muda " ucap alana dengan lesu.
" aku tidak perduli jika kau mau malam ini datang kemari dan jika tidak aku tidak akan memberi mu uang sepersen pun " ucap devan lagi.
" cepat kau pergi dari sini " ucap devan lagi.
Alana yang di usir seperti itu pun segera membalik kan badan nya untuk pergi dari dalam kamar sang suami nya ter sebut. Dan kini alana sedang memikir kan bagaimana nanti nasib sang calon buah hati nya.
" astaga pilihan yang sangat sulit untuk ku pilih, bagaimana ini " kata alana.
__ADS_1
" bunda mohon untuk kamu kuat ya sayang " kata alana.
" maafin bunda ya, bunda harus pilih jalan ini " kata alana lagi.
Alana memutus kan malam ini untuk datang ke suami nya ter sebut, demi keselamatan nya juga, alana ber harap sang buah hati tidak kenapa kenapa.
kini alana memutus kan untuk mengganti pakain nya ter sebut dengan pakaian yang lumayan ter buka menurut alana.
" kita ber juang sama sama ya nak, sama bunda terus ya " kata alana sambil mengelus perut buncit nya.
Alana kini tengah ber dandan di dalam kamar nya ter sebut. Dan kini segera melangkah kan kaki nya untuk naik ke lantai dua di mana di sana tempat suami nya itu berada.
" astaga aku sangat begitu gugup " batin alana.
Kini alana sudah berada di depan pintu kamar sang suami nya ter sebut. Dan segera mengetuk pintu kamar suami nya ter sebut.
tok tok tok
" mas " panggil alana.
" mas ini aku alana " ucap alana.
Devan yang sedang mengerjakan tugas nya pun sedikit ter kejut jika alana benar benar akan datang kemari.
" masuk " teriak devan.
devan yang melihat alana malam ini pun begitu sangat ter pana karena baru kali ini diri nya melihat wanita itu berdandan dan juga devan tidak melupa kan alana tengah memakai pakaian yang lumayan ter buka menurut nya.
" ter nyata kamu bener benar seperti wanita murahan ya, yang datang kemari hanya karena uang, dasar wanita murahan " ucap devan sambil terus menatap ke arah alana.
" iya kau benar aku memang wanita murahan mas, jadi bagaimana mas jadi atau tidak ini? " tanya alana ke pada devan.
" menurut mu? " tanya devan.
" tidak tahu " kata alana.
Devan segera melangkah kan kaki nya mendekat ke arah di mana alana berada dan segera mengangkat tubuh mungil sang istri nya itu.
Tanpa basa basi lagi devan segera mengangkat tubuh sang istri nya ter sebut dan langsung mambawa nya menuju ke arah ranjang yang berada di dalam kamar nya ter sebut, tidak lupa devan memati kan lampu kamar nya ter sebut.
__ADS_1
Dan selanjut nya hanya mereka lah dan tuhan lah yang tau bagaimana ke lanjutan dari malam nya mereka ber dua itu.
************