BIS HANTU

BIS HANTU
BAB 18


__ADS_3

Aulia merasa senang sekali, karena temen-temen di kelasnya ajak ke pantai, buat berenang sekaligus naik perahu bareng.


" Kapan kita jalannya?" tanya Aulia antusias, karena Aulia suka sekali naik perahu setiap ke pantai.


" Minggu ini yuk, kita ke pantai yang ada di Anyer yuk sepertinya seru dan kita naik kereta bagaimana?" tanya Khadijah yang ingin, liburan naik kereta ramaian.


" Apa tidak ribet naik kereta? Bagaimana kalo kita sewa mobil travel saja, supaya tidak cape bawa mobil sendiri?" ucap Citra yang malas, bawa mobil untuk jalan-jalan jauh.


" Saya sih setuju saja, kemana pun kita liburan hayo saja." lanjut Aulia yang tidak mau pusing, naik apa saja yang penting bisa jalan dan sampai di tempat tujuan.


" Apa enaknya ke pantai, kan bahaya tahu lebih baik jalan-jalan ke tempat yang aman saja!" protes Ochi mendengar rencana liburan, Aulia dan temen-temennya.


" Biarin saja lah, setiap manusia kan ada saja tempat liburannya, tidak selalu ke tempat wahana, Mall, maupun haiking." ucap Lili, Lili dulu waktu masih hidup selalu, mencoba semua tempat liburan tidak berpatokan dengan satu tempat saja.


" Pengalaman juga sih, kita bisa naik kereta rame-rame dari pada sewa mobil atau bawa mobil sendiri." ucap Nikita yang setuju naik kereta.


" Iya sudah karena banyak yang setuju naik kereta, kita semua bakal naik kereta untuk pengalaman perdana jalan-jalan sekelas naik kereta api." lanjut Aulia setuju saja naik kereta, pengalaman pertama naik kereta bersama temen-temen.

__ADS_1


**


Calvin senyum bahagia, karena Laila mau belanjakan kebutuhan Calvin di kosan, karena sudah habis dan Calvin berencana ajak Laila ke kosan setelah belanja.


" Sayang, setelah ini ke kosan aku iya kita lanjutin bermesraan di kosan aku sampai makan malam." ucap Calvin, sambil gandeng tangannya Laila, sambil jalan didalam supermarket beli barang-barang yang Calvin butuhkan.


" Iya sayang, kita lanjutin lanjut lagi." ucap Laila berusaha, tidak nolak ajakan Calvin.


" Perempuan bodoh, mau saja di manfaatkan dan saat saya bosan tinggal di buang deh." batin Calvin yang tidak ingin setia, selama Calvin masih mau bersama Laila akan di manfaatkan semaksimal mungkin.


Calvin langsung gandeng tangannya Sri untuk melanjutkan belanjanya, setelah belanja Calvin akan ajak Sri ke kosannya.


☆☆


Ochi melihat kantin di kampusnya Aulia, banyak sekali makluk kasat mata ada dimana-mana.


"Banyak sekali dari mereka pakai, Pelaris iya pun jahat sekali."ucap Ochi, melihat tuyul masukin darah ayam kedalam mangkok mahasiswa yang lagi makan Bakso.

__ADS_1


"Mereka melakukan kekurangan seperti itu, supaya dagangannya ramai."ucap Lili tidak heran,melihat manusia curang seperti itu.


"Yang bisa melihat pasti merasa jijik, Apa Aulia sering makan disini?"tanya Ochi penasaran.


"Makan disini, tapi sepertinya Aulia pilih makanan terutama yang pakai bantuan makhluk seperti kita, Aulia pasti tidak jadi makan."lanjut Ochi yang sering memperhatikan Aulia setiap ke kantin, kelihatan pilih-pilih makanan.


☆☆


Aulia mencium bunga Melati, Aulia berusaha tenang sambil melihat sekelilingnya.


"Kantin ini kenapa begitu banyak aroma, bunga Melati iya bikin malas makan rasanya."batin Aulia melihat sekeliling kantin.


"Hey kenapa diam saja? Hayo buruan Aulia sebelum bel Masuk kelas bunyi." ucap Amel tidak sabar, mau makan sushi.


" Iya hayo."ucap Aulia pasrah, Aulia berharap makan di tempat yang tidak ada gangguan makhluk kasat mata sama sekali.


Aulia langsung jalan ke stand penjual makanan khas Jepang.

__ADS_1


__ADS_2