BIS HANTU

BIS HANTU
BAB 20


__ADS_3

Laila merasa badannya remuk, karena dari pagi sampai malam Calvin tidak berhenti ajak panjat pinang, sampai akhirnya Laila dianterin pulang.


" Sayang, aku akan belajar mobil supaya kita kemana-mana lebih enak naik mobil. Aku sengaja minta orang tua aku, apa kamu senang." ucap Calvin, sambil melihat Laila dari kaca spion motor.


" Iya aku senang sayang!" ucap Laila dengan lemah, karena Laila merasa tenaganya tinggal sedikit, karena sudah dikuras karena ajakan Calvin hari ini.


" Tunggu aku sampai lancar bawa mobil, setelah aku lancar bawa mobil, kamu tidak usah lagi bawa motor setiap ke kampus iya." lanjut Calvin, yang akan selalu jemput Laila, tangannya Calvin tidak bisa diam terus dan terus m3r3m45 p4h4 nya Laila selama dijalan.


**


Aulia turun dari bus, mencium aroma bunga melati, membuat Aulia melihat di pinggir jalan ternyata ada pocong yang lagi berdiri.


" Permisi saya numpang lewat iya." ucap Aulia dengan sopan, karena melewati makhluk kasat mata.


" Tunggu sebentar, apa saya juga boleh ikutin kamu?" tanya Pocong melihat Lili dan satu lagi hantu yang ikutin Aulia.


" Tidak bisa maaf! Saya hantu penunggu dikamarnya, dan saya tidak mengijinkan ada yang ikutin manusia ini!" tegas Lili berusaha tenang, supaya tidak membuat pocong yang disampingnya marah.

__ADS_1


" Terlambat deh!" lanjut Pocong dengan kesal, karena tidak bisa juga ikut manusia, yang bisa melihat wujudnya.


" Kalo begitu permisi." lanjut Aulia pelan, Aulia merasa heran masih siang kenapa sudah melihat penampakan dipinggir jalan.


**


Khadijah merasa lega sekali, karena Laila akhirnya pulang ke kosan sambil bawa motornya.


" Kamu lama sekali dari bengkel, saya kwatir sekali loh karena kamu tidak bisa dihubungi sama sekali dari pagi!" protes Khadijah bener-bener kwatir dengan Laila.


" Iya sudah sekarang kita istirahat, besok kita kuliah lagi kan."lanjut Khadijah yang tidak ingin banyak tanya, yang penting Laila sudah sampai kosan dengan selamat.


☆☆


Calvin melihat belanjaan, yang berhasil Calvin minta dari Laila tadi.


"Akhirnya dapat juga, satu mangsa tinggal incaran terakhir Aulia yang harus bisa diajak jalan bareng dan dijebak seperti Laila perempuan bodoh yang akhirnya luluh dengan rayuan tadi."ucap Calvin merasa bangga, karena satu targetnya berhasil masuk kedalam jebakannya.

__ADS_1


Calvin merapihkan makanan, kebutuhan mandi, dan juga parfum. Calvin merasa senang karena bisa hemat pengeluaran untuk dua minggu kedepan.


☆☆


Aulia siap-siap untuk tidur, setelah merapihkan buku kuliah dan kerjain tugas kuliah.


"Semoga malam ini tidak mengalami,  mimpi aneh dan bikin lelah lagi."ucap Aulia sambil membersihkan wajahnya.


" Bukannya setiap tidur selalu bermimpi kan? Kenapa tidak suka mimpi aneh?"tanya Lili penasaran.


"Memang sih, saya selalu seperti itu sih, setiap dapat mimpi aneh suka berharap tidak mendapatkan mimpi aneh dan buruk lagi."ucap Aulia, sambil merapihkan tas kosmetik nya.


"Kalo itu mana bisa, tapi untuk hari ini tidak mendapatkan mimpi aneh lagi, karena tadi siang sudah mendapatkan mimpi."ucap Ochi sengaja, ikutin Aulia sampai rumah.


"Iya sudah Selamat istirahat iya, sampai jumpa besok."lanjut Lili sambil melihat, Aulia yang sudah jalan menuju kasur.


Ochi melihat Aulia sudah tidur, merasa lega karena malam ini tidak merepotkan Aulia demi misinya minta bantuan Aulia.

__ADS_1


__ADS_2