
Aulia merasa merinding, pertama kalinya masuk kedalam kampus tidak seperti biasanya Aulia merasakan kehadiran makhluk kasat mata.
" Astaga kenapa merinding dan mendengar ada yang minta tolong iya." batin Aulia, Aulia yang merasa kaget, tidak seperti biasanya seperti ini.
" Kamu tenang saja, dia tidak akan ganggu kamu kok. Jadi tetep jalan saja sampai masuk kedalam kelas kamu." ucap Lili yang melihat perempuan, yang berdiri dideket pohon sambil minta tolong.
" Baik lah." batin Aulia, Aulia memfokuskan fikiran dan hatinya untuk bisa terus komunikasi dengan Lili dari dalam hati.
Aulia merasa senang, semenjak ketemu Lili membuat Aulia tidak sepenuhnya melihat makhluk kasat mata setiap saat.
**
Calvin pura-pura sedih , supaya Laila mau memberikan tabungannya untuk Calvin, karena nanti siang mau teraktir Aulia makan berdua.
" Sayang aku sedih deh, orang tua aku telat kirim uang sayang, apa aku bisa pinjam dulu sayang?" tanya Calvin, Calvin masih memberikan sensasi mantap luar biasa ke Laila.
__ADS_1
" Tidak usah pinjam sayang, aku kasih uang tunai saja iya, kebetulan aku ambil tadi sebelum ketemu kamu sayang, Aaahhh Calvin semakin mantap sayang." Desa han Laila, merasakan sensasi luar biasa mantap.
" Terimakasih sayang, memang pengertian sekali sih sayang." lanjut Calvin merasa senang, karena berhasil mendapatkan uang,untuk nanti siang teraktir Aulia disaat jalan bareng.
Calvin melanjut kan panjat pinang, sebelum berangkat ke kampus, membuat Laila siap-siap melanjutkan panjat pinang kesekian kalinya.
**
Lili melihat mahasiswa yang biasa siaran di radio kampus, lewat didepan Aulia membuat Lili terus memperhatikannya.
Lili terus ikutin Aulia jalan,sampai didalam kelasnya dan temani Aulia baca buku.
**
Khadijah jadi kangen dengan Laila, yang mau berangkat bareng ke kampus tidak seperti sekarang masing-masing berangkatnya bahkan sampai kampus pun tidak bareng.
__ADS_1
" Laila seperti berubah, apa ada sesuatu yang membuat Laila seperti sekarang iya, padahal Laila sendiri yang mau bawa motor dan tiba-tiba memutuskan untuk naik ojek oline terus karena malas bawa motor sendiri." batin Khadijah mulai curiga, dengan perubahan sikapnya Laila yang terlihat aneh, apa lagi Laila pulang malam sendirian tanpa mau kasih kabar sama sekali.
Khadijah masuk kedalam kampus, Khadijah tidak semangat untuk kuliah karena tidak bareng temennya untuk jalan masuk kedalam kampus.
**
Laila setelah rapih langsung memberikan, beberapa lembar uang merah untuk Calvin begitu saja, tanpa curiga sama sekali dengan alasan Calvin.
" Ini sayang apa cukup?" tanya Laila memberikan, uang sakunya untuk Calvin.
" Cukup sayang, terimakasih iya sayang memang pacar yang pengertian sekali sayang." ucap Calvin yang langsung mencium wajahnya Laila.
" Bagus dia mau,memberikan uang sakunya ini baru permulaan dan selanjutkan akan lebih manis minta uang dari dia supaya tidak curiga." batin Calvin merasa senang, karena lagi-lagi berhasil memanfaatkan Laila.
" Sama-sama sayang, sudah ah bermesraannya sayang bisa-bisa kita bolos kuliah saking maunya aku sayang." ucap Laila, sambil menahan nafsongnya, karena setiap sentu han yang diberikan Calvin selalu mampu membuat Laila ketagihan terus.
__ADS_1
" Baik lah sayang hayo." lanjut Calvin senyum senang, karena Laila sudah ketagihan dan mau nurut keinginanya selalu diturutin begitu saja tanpa curiga sedikit pun.