
Ochi datangin Aulia, setelah selesai melihat supir bus selesai benerin bus nya.
"Masih didalam kelas ternyata."ucap Ochi melihat Aulia, yang sibuk dengan buku nya.
"Iya nih, kamu sendiri dari mana?Tidak kelihatan dari tadi?"batin Aulia, Aulia penasaran kenapa Ochi tiba-tiba pergi.
"Habis dari bengkel, melihat bus dibenerin dan bantuin supir nya supaya banyak penumpang kasihan sudah satu jam tidak narik dan keluarin uang buat benerin bus kan"lanjut Ochi yang tidak tega, membiarkan supir bus sepi karena dari bengkel.
"Pantas saja hilang tiba-tiba kamu."batin Aulia, yang mengerti kalo Ochi peduli dengan pemilik tempat tinggalnya.
☆☆
Laila tidak fokus belajar, karena memikirkan Calvin terus dan dengan terpaksa harus hapus foto, vidio, chat, dan nomor hanphone nya Calvin.
__ADS_1
"Tidak ada gunanya simpan ini semua di hanphone, Calvin sendiri yang tidak ingin ada komunikasi sama sekali. Mulai hari ini sepenuhnya melupakan Calvin dan harus bisa membuka hati untuk laki-laki lain yang lebih baik dan jelas."batin Laila, Laila merasa yakin melupakan Calvin seutuhnya karena Calvin sendiri yang pergi tanpa ada kabar sama sekali.
☆☆
Ayah nya Calvin, merasa lega, sedih, dan kesal. Karena Aulia tidak bisa membuat Calvin pulang ke rumah.
"Apa ada cara untuk bujuk anak itu, supaya bisa bantu Calvin untuk pulang?" tanya Ayah nya Calvin, yang sudah tidak tahu lagi bagaimana membuat anaknya bisa pulang.
"Huh!Anak itu minta kuliah jauh-jauh, saya Kira jadi mahasiswa yang benar ternyata perusak anak orang dan yang dirusak bukan orang biasa yang lemah tapi justru mampu membuat masa depan Calvin jadi hancur seperti ini!"protes Ayah nya Calvin kesal, andaikan anaknya tahu Aulia punya temen makhluk kasat mata pasti tidak akan berani merusak Aulia.
☆☆
Khadijah merasa tidak tega, membiarkan Aulia naik angkutan umum ke Monas, buat kerjain tugas bareng sekaligus kuliner bareng.
__ADS_1
"Kalian tenang saja, saya bisa sendirian kok ke Monas dan kalian hati-hati dijalan iya."ucap Aulia berusaha santai, Aulia tidak takut naik bus sendirian karena ada yang temani selama ada diluar rumah.
"Apa kita juga naik bus iya? Soal motor bisa di titip ke satpam dan besok kan masih kuliah bagaimana?"tanya Laila tidak masalah, motor nya ditinggal di kampus.
"Saya setuju dititip ke satpam, lagian seru juga bertiga naik bus bareng pulang baru masing-masing."ucap Khadijah yang tidak tega juga membuat Aulia naik bus sendirian ke Monas.
"Baik lah hayo kita naik bus."lanjut Aulia pasrah, karena kedua temennya rela naik bus demi temani Aulia tidak sendirian ke Monas.
"Korban dari keegoisan Calvin, sudah mau move on syukur lah, Laila masih bisa berfikir dan tidak merusak diri sendiri kelihatan tidak galau tahu Calvin dianggap pindah kuliah."ucap Ochi sambil melihat Laila tidak kelihatan sedih sama sekali.
"Untungnya Khadijah kasih semangat jadi Laila dengan mudah move on."ucap Ochi yang ikutan melihat Laila.
Ochi mengerti bagaimana sakitnya dirusak dan ditinggalakan begitu saja dan salut melihat Laila yang mau move on.
__ADS_1