
Aulia senyum senang mendengar, kalo Calvin akhirnya tidak lanjut kuliah alasannya pindah kuliah mendadak karena ayah nya Calvin datang ke kampus bahas anaknya tidak kuliah lagi.
“Dampak tidak sopan ke perempuan iya seperti ini, kamu sangat berbahaya untuk masa depan saya Calvin andaikan kamu tidak mecum dan tidak paksa saya tidak akan seperti ini!” batin Aulia sejujurnya tidak tega, membuat orang lain harus pindah kuliah dan ngulang dari awal lagi.
“Padahal baru kenal loh, Calvin sudah pindah kuliah saja dan Calvin nya sekarang ada dimana Om kenapa tidak pamitan ke temen-temennya?” tanya Aulia pura-pura tidak tahu,Calvin ada dimana.
“Bener-bener jahat kamu Calvin!Sudah merusak saya seenaknya dan sekarang pindah kuliah begitu saja tanpa ada kabar sama sekali!” batin Laila merasa kesal dan sedih, menjadi perempuan bodoh yang mau saja dengan mudah dirusak dan sekarang di tinggal begitu saja tanpa ada kabar sama sekali.
“Calvin sudah pulang duluan, terimakasih kalian semua sudah menjadi temen Calvin walaupun cuman sebentar, kalo begitu Om duluan anak-anak.” ucap ayahnya Calvin, langsung pergi tanpa harus berlama-lama ngobrol bersama temen-temen barunya Calvin.
“Kasihan Laila hidup dalam penyesalan, semoga tidak setres dan bisa semangat kembali menjalankan kehidupannya walaupun tanpa Calvin sama sekali.” ucap Lili melihat Laila, yang berusaha kuat menerima kenyataan kalo Calvin sudah pindah kuliah.
__ADS_1
Lili merangkul bahunya Laila, merasa bersalah tapi Lili melakukan ini semua demi Aulia tidak dirusak lagi oleh Calvin.
Aulia dan temen-temennya kembali ke kelas lagi, setelah melihat dan mendengar orang tuanya Calvin yang bilang anaknya tidak lagi lanjut kuliah.
**
Ochi melihat bus yang menjadi tempat tinggalnya, lagi dibenerin di bengkel membuat Ochi nungguin supir bus yang lagi nungguin bus nya selesai dibenerin.
“Andaikan ada petunjuk, dari kejadian waktu itu pasti saya sudah tenang sekarang.” ucap Ochi memperhatikan bus, didepannya lagi dibenerin.
“Walaupun bus lama, tapi bus ini pembawa hoki sekali. Bus saya tidak pernah sepi sama sekali apa lagi sudah dua tahun ini selalu ramai sekali.” Ucap Supir bus, merasa senang sekali karena narik tidak sia-sia.
__ADS_1
“Bagaimana tidak sepi, kalo bus nya ada penunggunya apa dia yang bantuin bus nya ramai atau bukan iya.” Batin Montir yang bisa melihat, Ochi yang berdiri didepan bus.
“Supir bus tidak pakai pelaris, bus nya ramai memang saya yang bantu karena tidak tega melihatnya sudah narik dari subuh masa sepi karena kalah saing dan saya meninggal dunia didalam bus ini.”ucap Ochi yang tahu, apa
yang difikirkan montir bengkel.
“Apa meninggal dunia didalam bus! Bus ini apa berbahaya sampai ada yang meninggal dunia didalam bus!” batin Montir, Montir tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Montir kaget melihat Ochi, tiba-tiba menghilang begitu saja setelah bicara sebentar didepannya.
“Woy kenapa?Kenapa seperti kaget seperti itu? Apa yang kamu lihat di bus saya!” Tanya Supir bus, penasaran karena Montir mundur satu lagkah.
__ADS_1
“TIdak kenapa-kenapa Mang.” ucap Montir yang tidak berani tanya, takut Supir bus tersinggung dan tidak terima dengan ucapannya dan menjadi masalah baru nantinya dalam hidupnya.
“Manusia yang bisa melihat, kepo sekali dengan urusan orang lain untungnya dia takut dengan supir bus, jadi tidak berani banyak tanya.” ucap Ochi yang masih ada, didekat bus cuman tidak menampakan wujud saja.