
Aulia kepikiran dengan nasipnya Ochi, yang tidak tenang sampai sekarang apa lagi kedua orang tuanya tidak mengijinkan Aulia untuk bantuin Ochi sama sekali.
“Ochi saya minta maaf iya, karena gagal mendapatkan ijin dari kedua orang tua saya untuk bantuin masalah kamu, apa ada cara lain untuk saya bisa bantuin kamu?” tanya Aulia merasa tidak tega, karena tidak sampai akhir bantuin masalahnya Ochi.
“Bisa saja datang ke kampung halaman saya, cuman memang butuh waktu cukup lama untuk menemukan orang sial itu.!”ucap Ochi berusaha tenang, walaupun kesal karena kedua orang tuanya Aulia larang anaknya untuk
bantuin masalahnya sama sekali.
“Coba saya saja deh yang bantuin masalah kamu, kamu coba masuk kedalam mimpi Aulia dan saya juga ikut masuk, insya allah jika bagian kamu janjian sama seseorang dan dihari itu kamu sudah beda alam saya akan
memperhatikan siapa yang bawa badan kamu masuk ke dalam bus, insya allah niat baik pasti ada jalan untuk melihat siapa orang jahat yang tega dengan kamu, bagaimana apa kalian setuju? Kalo paksa Aulia takutnya orang tuanya paksa Aulia menutup mata batinnya otomatis selamanya Aulia tidak bisa melihat kita lagi?”tanya Lili yang akan semaksimal mungkin bantuin masalahnya Ochi.
“Iya sudah cara itu saja, Aulia sendiri bagaimana apa mau? Tapi sebaiknya kamu ibadah sebelum tidur, insya allah ada petunjuk dan di alam mimpi dipermudah niat baik kita untuk bongkar rahasia siapa yang tega membuat
saya seperti ini?” tanya Ochi melihat Aulia, Ochi bener-bener tidak tahu lagi, harus minta tolong ke siapa lagi.
“Baik lah nanti malam, saya ibadah malam dan ibadah tengah malam, insya allah niat baik kita dilancarkan allah iya temen-temen.” lanjut Aulia pasrah, karena sudah tidak tahu lagi harus bagaimana bantuin masalahnya Ochi.
Ochi merasa senang sekali, karena Aulia masih mau bantuin Ochi untuk memecahkan misteri siapa yang tega berbuat jahat ke Ochi.
__ADS_1
**
Calvin semakin kesal, karena sudah tiga hari tidak ada satu pun orang yang dibawa orang tuanya bisa memecahkan misteri siapa yang tega jebak Calvin.
“Sudah lah Ayah! Dari pada buang uang, tapi tidak bisa tahu siapa yang jebak Calvin. Lebih baik Ayah bayar peng acara yang handal supaya Calvin bisa pulang dari sini, lagian tidak ada bukti Calvin berbuat macam-macam
kan apa lagi cuman sendirian tanpa ada yang temani Calvin?” tanya Calvin dengan kesal, karena tidak ada bukti
kesalahan Calvin selain tanpa busana sambil pegang botol saja.
“Walaupun tanpa bukti, tapi apa yang mereka lihat sudah lebih dari cukup. Kita tidak bisa bantu apa-apa lagi Nak, cuman bisa pasrah melihat kamu disini beberapa bulan bahkan sampai beberapa tahun sampai masa hu ku
“Sial-sial! Siapa yang tega jebak saya seperti ini, berani sekali menghancurkan masa depan saya dengan cara seperti ini!”protes Calvin semakin kesal, karena kedua orang tuanya saja sudah pasrah bantuin Calvin supaya bisa pulang dengan cara cari tahu siapa yang membuat Calvin seperti sekarang.
**
Khadijah merasa heran, karena Calvin tidak masuk kuliah, Khadijah tidak tega melihat Laila kelihatan kehilangan Calvin.
“Laila sudah lah move on, saya yakin kamu pasti bisa mendapatkan pacar baru lagi di kampus ini, hayo lah bangkit semangat lagi dan bahagia lagi, jangan seperti ini terus, apa kamu tidak kasihan dengan orang tua kamu yang sudah susah bayar kuliah, tapi kamu nya tidak semangat kuliah seperti ini.”ucap Khadijah bener-bener tidak tega, melihat Laila nangis terus.
__ADS_1
“Bagaimana bisa move on, jika Calvin sudah merusak saya begitu saja apa lagi sekarang menghilang secara tiba-tiba!” batin Laila merasa kesal, andaikan dulu tahu Calvin akan menghilang seperti sekarang pasti tidak akan biarkan Calvin unboxing nya, supaya tidak menyesal seperti sekarang.
"Kamu benar, saya harus bisa move on karena kasihan orang tua saya jika tahu prestasi saya menurun karena masalah pribadi yang tidak penting. Kuliah disini untuk sukses bukannya gagal karena larut dalam kesedihan karena pacar yang baru jadian dua hari, menghilang tiba-tiba tanpa kabar sama sekali.'ucap Laila setuju, move on demi bisa semangat kuliah kembali jangan sampai sedih terus akhirnya tidak fokus kuliah.
Laila ajak Khadijah ke toilet, untuk bersihin wajahnya yang basah karena air mata dan membuat makeup nya luntur.
**
Hana kwatir dengan Aulia, yang mau bantuin makhluk kasat mata untuk cari tahu siapa yang membuatnya beda alam seperti sekarang. Hana takut Aulia kena masalah baru karena ikut campur dengan urusan orang lain. Hana ketemu dengan saudaranya yang sama seperti Aulia, yang bisa melihat makhluk kasat mata.
"Kak, apa sebaiknya mata batinnya Aulia di tutup saja iya, saya takut Aulia kena masalah baru karena ikut campur urusan orang lain?" taya Hana kwatir dengan keselamatannya Aulia.
"Hana tenang saja, Anak kamu ada yang jagain kok dan yang jagain anak kamu juga tidak membiarkan Aulia kenapa-kenapa dan menghargai larangan kamu dan Damian. Yang jagain anak kamu yang akan bantuin masalahnya walaupun mencari petunjuknya dari mimpi anak kamu."ucap Kakak nya Hana, yang tahu apa saja yang mau dibahas oleh Hana.
"Siapa yang jagain Aulia Kak! Kakak yakin jika Aulia, tidak akan mendapatkan masalah besar?" tanya Hana tidak yakin, Kakak nya tahu apa yang akan dijalanin oleh Aulia.
"Penghuni kamar anak kamu, dia baik dan yang Kakak bilang tadi, kalo dia yang akan bantuin hantu yang minta tolong ke Aulia. Kamu tenang saja Hana dari sini Kakak akan awasin kok keadaan anak kamu dan jika memang diminta bantuan Kakak yang akan turun tangan,"lanjut Kakak nya Hana, yakin kalo Lili bisa jagain Aulia dan tidak membuat Aulia dalam masalah baru karena niat tolongin Ochi.
"Hana percaya dengan Kakak."lanjut Hana pasrah, Hana berharap apa yang dibilang Kakak nya benar kalo Aulia baik-baik saja walaupun berusaha bantuin masalah Ochi
__ADS_1