
Laila setelah pulang dari pantai, akhirnya ke kosan nya Calvin supaya tahu apa Calvin ada di kosan atau tidak karena seharian ini membuat Laila kwatir dan merusak hari bahagianya untuk bisa jalan-jalan bareng.
“Bu apa Calvin ada disini?” tanya Laila ke pemilik kosan.
“Sudah tidak ngekost disini katanya pindah, tapi ayah nya sih yang bawa semua barang-barang Calvin orangnya tidak ikut sama sekali.” ucap Pemilik kosannya, yang terus terang.
“Apa pindah! Apa Ibu tahu pindah ke mana iya?” tanya Laila kaget mendengar ucapan pemilik kosan.
“TIdak tahu, orang tuanya cuman bilang pindah tapi tidak kasih tahu pindah ke mana nya iya.” lanjut Pemilik kosan.
“Sudah tidak ada kabar dan sekarang tiba-tiba pindah, ada apa sebenarnya dengan kamu Calvin!” batin Laila tiba-tiba tidak tenang dan semakin kwatir karena Calvin pindah kosan, tanpa ada kabar sama sekali.
Laila langsung pergi begitu saja, tanpa pamit dengan pemilik kosan karena fikirannya semakin tidak tenang memikirkan Calvin yang menghilang tiba-tiba.
**
Aulia setelah selesai jalan-jalan bareng temen-temen kampusnya, memikirkan waktu yang tepat untuk tolong Ochi dan Aulia bingung bagaimana supaya tahu siapa yang tega membuat Ochi seperti sekarang.
“Apa kamu masuk kedalam mimpi saya? Supaya semuanya cepet selesai? Karena saya juga penasaran sih?” tanya Aulia melihat Ochi yang lagi berdiri bersama Lili.
“Ide yang bagus itu, iya sudah sekarang kamu mandi dan tidur nanti saya masuk kedalam mimpi kamu,
semoga ada petunjuk iya.” Ucap Ochi berharap semuanya jelas, Supaya Ochi juga bisa tenang dan tidak merasa penasaran selamanya.
__ADS_1
“Tunggu sebentar, Kamu kuliah loh Aulia apa kamu siap bolos kuliah beberapa hari dan bagaimana memberikan alasan ke orang tua kamu? Mereka pasti kwatir dengan keadaan kamu yang bantuin masalah orang lain, takutnya kamu terancam juga loh karena kita tidak tahu orangnya bagaimana kan?” tanya Lili kwatir Aulia mendapatkan masalah baru dan bagaimana memberikan alasan Aulia tiba-tiba pergi dan juga kuliah nya yang harus absen lama nantinya.
“Apa sebaiknya saya minta bantuan Ayah saja, supaya dia juga bantuin Ochi supaya tidak penasaran terus karena kasihan melihatnya tidak tenang terus.”lanjut Aulia yang ingin sekali bisa bantuin masalahnya Ochi.
“Iya coba saja kamu bahas, kalo diijinkan jalan dan jika tidak diijinkan jangan paksa orang tua kamu karena mereka memikirkan semuanya dengan baik, bagaimana dampak kamu bantuin Ochi.
“Iya baik lah Lili, jika orang tuanya Aulia menolak, saya janji tidak akan paksa Aulia dan akan menghilang dari hidupnya Aulia dan saya pasrah jika kematian saya tidak ada titik terang siapa pelakunya.” lanjut Ochi yang pasrah, Ochi juga tidak akan paksa Aulia maupun orang tuanya untuk bantuin Ochi terus.
Aulia setuju walaupun tidak tega, jika gagal bantuin masalahnya Ochi tapi Aulia juga tidak bisa seenaknya pergi tanpa ada ijin dari orang tua sama sekali dan harus memikirkan dampaknya jika Aulia ikut campur dengan urusan Ochi dari masa lalunya.
**
Khadijah melihat Laila, pulang-pulang nangis jadi tidak tega melihatnya karena seharian ini Laila terlihat sangat cemas sekali.
“Apa sebaiknya jujur iya, tidak mungkin simpan kenyataan ini sendirian dan tidak enak ke Khadijah kalo dia tahu selama ini saya suka dengan Calvin. Bahkan dua hari sudah panjat pinang bersama Calvin!” batin Laila yang merasa, sudah waktunya Khadijah tahu apa yang selama ini Laila lakukan dan rasakan.
“Kahdijah sebenarnya dua hari ini, saya sudah jadian dengan Calvin dan saya kwatir karena Calvin pindah kosan dan tanpa ada kabar sama sekali, saya minta maaf tidak jujur dengan kamu.”ucap Laila terus terang, walaupun tidak tega tapi Laila harus bisa jujur dengan kenyataan yang ada.
“Pantas saja selama dua hari kamu aneh sekali Laila dan saya ikut sedih Calvin menghilang secara tiba-tiba, walaupun saya cemburu tapi saya akan menghargai hubungan kalian, semoga saja besok Calvin sudah masuk kuliah dan kamu bisa tanya langsung kenapa dia tiba-tiba menghilang begitu saja.” lanjut Khadijah, berusaha tidak egois walaupun cemburu dan berharap hubungannya Laila dan Calvin berjalan dengan baik.
“Amin-amin Khadijah, semoga Calvin besok masuk kuliah iya.” lanjut Laila berharap, besok ketemu dengan Calvin.
**
__ADS_1
Calvin merasa kesal sekali, karena sampai sekarang tidak pulang sama sekali karena ayah nya gagal tahu siapa yang jebak Calvin.
“Ayah dan Bunda, sampai kapan Calvin disini dan Calvin tidak ingin putus kuliah karena harus tinggal disini, Calvin malu jika ada yang tahu Calvin disini karena kejadian aneh.”ucap Calvin melihat, kedua orang tuanya jenguk Calvin.
“Sesuai masa hukuman, kamu sendiri sih tidak bisa menahan diri sama sekali, akhirnya seperti ini kan! Kamu di Jakarta itu buat kuliah dengan benar dan menjadi mahasiswa yang tidak melakukan kenakalan remaja, bukan
seperti sekarang yang bisa-bisa kuliah kamu terancam gagal karena kampus tidak akan menerima mahasiswa yang bikin masalah.” ucap Ayah nya Calvin terus terang, sudah pasrah jika anaknya gagal kuliah karena kesalahannya sendiri.
“Sekarang kamu, selama ada disini bersikap dan ucapan kamu dijaga supaya tidak melakukan kesalahan sama sekali, supaya tidak lama-lama ada disini!” tegas bundanya Calvin,berharap anaknya tidak membuat masalah baru.
“Calvin janji Ayah dan Bunda, tidak akan melakukan kesalahan sama sekali selama ada disini karena Calvin bener-bener tidak betah tinggal disini.”lanjut Calvin, bagaimana bisa betah kalo tidur saja kepanasan dan juga tidur dengan alas tiker tipis saja.
**
Aulia cerita pengalamannya, ke orang tuanya kalo beberapa hari ini Aulia melihat penampakan di rumah dan bus yang selama ini anter Aulia ke kampus, bahkan penampakan dari bus itu minta bantuan Aulia untuk menemukan
orang yang tega membuat Ochi sepeti sekarang.
“Ayah bukannya tidak setuju kamu, berbuat baik ke siapapun Nak tapi sangat bahaya jika kamu cari tahu dan takutnya justru kamu yang dicelakainya juga Nak. Ayah tidak mau kamu kenapa-kenapa Nak!”tegas Damian yang tidak ingin, anaknya kenapa-kenapa karena niat baiknya.
“Apa yang Ayah bilang benar Nak, akan bahaya untuk kamu ikut campur urusan orang lain dan beda jika kamu laki-laki baru bisa bantuin urusan orang lain sampai selesai dan bisa tanggu resikonya sendiri.” ucap Hana yang tidak ingin, anaknya mengalami masalah baru dan keselamatannya terancam.
“Baik lah jika itu, keputusan Ayah dan Bunda akan Aulia hargai dengan baik dan tidak akan paksa kalian karena Aulia tidak ingin membuat Ayah dan Bunda jadi kwatir.”ucap Aulia pasrah, karena kedua orang tuanya larang Aulia bantuin Ochi menyelesaikan masalahnya.
__ADS_1