BIS HANTU

BIS HANTU
BAB 8


__ADS_3

Aulia merasa senang sekali, karena Damian mendapatkan jabatan yang bagus di kantor barunya membuat Aulia merasa bangga dengan Ayah nya yang mampu naik jabatan karena selama kerja di kantor lama, selalu kerja dengan baik mengikuti peraturan dari kantor tanpa banyak tingkah sama sekali.


“Masih tidak menyangka, kalo Ayah sekarang jabatannya jadi bendahara di kantor itu kan jabatan kedua yang paling banyak orang mau” ucap Aulia merasa bangga, karena Damian mendapatkan kesempatan jadi bendahara.


“Alhamdulillah Nak, berkat kerja keras selama ini, Ayah juga banyak belajar devisi yang lain Nak. Supaya Ayah bisa mengerti pekerjaan semua dvisi jadi pas ditawarin atasan Ayah sudah siap ditempati dimana pun” ucapDemian yang merasa bangga, karena Demian menguasai semua pekerjaan yang ada di kantor.


“Suatu saat Aulia bisa kok seperti Ayah, yang penting jujur, mau belajar, dan bekerja keras. Insya allah bisa mendapatkan kenaikan jabatan ketika Aulia kerja nanti” ucap Hana berharap, Aulia bisa se hoki suaminya.


Hana optimis kalo Aulia mampu, mendapatkan jabatan yang bagus sesuai ilmu yang didapat sekarang.


“Kamu semakin semangat belajar Aulia supaya bisa seperti Ayah kamu, mendapatkan jabatan yang membanggakan karena prestasi sendiri itu luar biasa membanggakan” ucap Lili yang yakin, kalo Aulia bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus.


“Amin-amin, saya juga mau seperti Ayah yang bisa berkembang karir pekerjaanya” batin Aulia juga berharap, suatu saat setelah lulus kuliah tidak mengecewakan kedua orang tuanya.


**


Laila dan Khadijah isi bensin, sebelum berangkat ke kampus karena motornya Laila sudah sedikit bensin nya.


“Alhamdulillah sekali iya, masih pagi belum banyak orang yang isi bensin jadi tidak antri lama”ucap Laila merasa senang, karena isi bensin masih pagi jadi yang isi bensin belum banyak orang jadi tidak harus antri lama.


“Iya bener, setiap hari jam segini saja isi bensin supaya tidak lama disini dan tidak kejebak macet juga kan” ucap Khadijah rela, bangun lebih pagi supaya tidak kejebak macet karena kelamaan antri.


“Setelah ini kita beli makan iya, didepan kampus sepertinya enak-enak makanan disana kan”lanjut Laila jadi tidak sabar, mau makan karena dari tadi sudah nahan lapar dari kosan.


Laila merasa lega akhirnya, selesai juga isi bensin dan siap-siap bawa motornya menuju kampus buat sarapan sebelum masuk kedalam kampus.

__ADS_1


**


Aulia merasa senang akhirnya bus, yang ditunggunya datang juga membuat Aulia langsung masuk kedalam bus menuju kampusnya. Aulia mencari bangku yang masih kosong, Aulia melihat kursi masih kosong disebelah Ochi


membuat Aulia langsung duduk disebelah Ochi manusia yang cuman bisa dilihat oleh Aulia.


“Mau berangkat ke kampus iya” ucap Ochi tanpa melihat Aulia.


“Iya nih, Mba sendiri mau ke kampus atau berangkat kerja?” tanya Aulia, Aulia melihat orang yang disampingnya terlihat pucat dan terlihat beda.


“Iya saya mau ke kampus” lanjut Ochi yang terus, menjawab pertanyaannya Aulia.


“Untung lah, obrolan mereka tidak menjadi pusat perhatian manusia lainnya. Karena Aulia bisa dianggap bicara sendirian” batin Lili yang melihat, penumpang bus yang sibuk sendiri tanpa memperhatikan Aulia sama sekali.


Lili sesekali memperhatikan Aulia yang bisa santai, bicara dengan orang yang baru dikenalnya walaupun berbeda tapi terlihat Aulia tidak mempermasalahkan sama sekali.


**


Calvin berusaha sabar menunggu Aulia, karena Aulia bilang masih dijalan karena Aulia naik bus menuju kampus.


“Kalo bukan mangsa baru, malas sekali menunggu seperti ini. Lagian kenapa sih tidak dijemput saja kan bisa berangkat bareng!” protes Calvin, mulai bosan dan kesal karena Aulia lambat sekali sampai di kampus.


“Selamat pagi Calvin” ucap Laila ramah, Laila parkir motornya disebelah motor nya Calvin.


“Pagi juga, kalian sudah makan?” tanya Calvin basa basi, Calvin bakal deketin Laila dan Khadijah selama Aulia masih lama sampai kampus.

__ADS_1


“Sudah makan tadi didepan kampus Calvin, memangnya kamu belum sarapan?” tanya Khadijah yang senang,bisa ketemu lagi dengan Calvin.


“Belum sarapan, iya sudah saya sarapan di kelas saja deh sambil ngobrol bersama kalian iya, sambil nunggu dosen datang” lanjut Calvin menyesal, karena tidak janjian sarapan bareng Laila dan Khadijah karena bisa pura-pura ketinggalan dompet nya.


Calvin ajak Laila dan Khadijah jalan masuk kedalam kampus, supaya bisa ngobrol dan modusin Laila dan Khadijah bareng.


**


Aulia mencerikan apa yang dirasakannya dan apa yang dilihatnya tadi, seperti pengalaman seseorang yang terlintas dalam pikirannya Aulia.


“Kok aneh sekali iya, tidak seperti biasanya saya tiba-tiba memikirakan sesuatu yang bukan pengalaman saya” ucap Aulia sambil jalan menuju kampus, Aulia melihat Lili jalan disampingnya.


“Masa sih? Mungkin itu cuman perasaan kamu saja kali Aulia, sudah jangan difikirkan apa yang, tiba-tiba muncul di pikiran kamu” ucap Lili yang bisa menduga, apa yang tiba-tiba Aulia fikirkan adalah pengalaman di akhir kehidupannya Ochi.


Aulia baru saja mau jawab, tapi tiba-tiba ada yang lewat membuat Aulia langsung diam dan berusaha santai.


“Lili melihat Aulia tiba-tiba diam, langsung mengerti karena Aulia menjaga sikapnya supaya tidak terlihat bicara sendirian sambil jalan menuju kampus.


Ochi diam-diam ikut ke kampusnya Aulia, Lili yang tahu Ochi ikut turun dari bus langsung ajak bicara Ochi tanpa Aulia lihat.


“Mau apa. Kamu ikutin Aulia sampai kampus?” tanya Lili jalan menghampiri Ochi.


“Mau lihat saja kegiatan Aulia jika di kampus, tapi Aulia cukup tenang iya, merasakan penampakan tidak membuatnya gelisah, tidak protes, dan tidak ganti tempat duduk sama sekali” ucap Ochi yang merasa senang, punya kenalan manusia membuat Ochi tidak selalu ada didalam bus jadi bisa keluar dari bus kalo mau ketemu dengan Aulia.


“Boleh saja sih, tapi jangan menampakan diri didepan Aulia iya, kalo mau dibantu masalah kamu dengan Aulia” lanjut Lili yang tidak ingin, membuat Aulia tidak focus belajar kalo Aulia merasa merinding karena kehadirannya Ochi.

__ADS_1


“Iya saya janji tidak akan, ganggu Aulia selama dia kuliah” lanjut Ochi merasa senang, karena diijinkan ikutin Aulia di kampus.


Ochi ikutin Lili jalan cepet, susul Aulia yang lagi ngobrol bersama temen-temennya jalan menuju kampusnya.


__ADS_2