BIS HANTU

BIS HANTU
BAB 40


__ADS_3

Aulia merasa lega akhirnya tugas kuliahnya selesai juga, begitu juga dengan Khadijah dan Laila yang sudah selesai kerjain tugas kuliah nya.


“Akhirnya selesai juga tugasnya, terimakasih iya temen-temen kalian ajak saya kesini buat kerjain tugas bareng..” ucap Aulia merasa senang, karena tugasnya tidak lama dikerjakan.


“Sama-sama Aulia oh iya, kapan-kapan main dong ke kosan kita dan kalo dibolehkan orang tua kamu nginep ditempat kita lumayan ada tambahan temen yang bisa diajak bergadang bareng.” ucap Laila yang ingin sekali, ajak


Aulia nginep di kosan.


“Nanti ijin dulu iya, jika diijinkan nginep ditempat kalian deh.” lanjut Aulia yang tidak pernah, nginep dirumah temen sama sekali karena kedua orang tuanya selalu larang Aulia dengan berbagai alasan.


Aulia berharap kali ini dikasih ijin,untuk nginep dirumah temen apa lagi temen-temen yang jauh dari orang tua.


**


Lili ikutin Ochi, ketemu dengan manusia yang tadi tidak sengaja ketabrak oleh Aulia dan membuat Aulia melamun cukup  lama melihat manusia yang sekarang Lili dan Ochi ketemuin.


“Dia siapanya kamu! Kenapa kamu ikutin manusia ini?” tanya Lili melihat Ochi, yang terlihat sedih melihat manusia yang ada didepannya.

__ADS_1


“Dia pacar saya, waktu saya hidup dan sedih sekali disaat saya meninggal dunia dia tidak datang untuk bantuin pemakaman jenazah saya dan tidak terlihat kehilangan sama sekali.” ucap Ochi merasa sedih, karena pacarnya


tidak peduli sama sekali dan tidak kelihatan kehilangan sama sekali.


“Apa mungkin dia pelakunya iya, apa lagi melihat Aulia tadi melamun membuat saya curiga jadinya. Apa lagi kata Ochi laki-laki ini tidak ada rasa kehilangan dan sedih sama sekali melihat jenazah Ochi di makamkan!” batin


Lili mulai curiga, karena dengar pengakuan Ochi membuat Lili  menjadi curiga dan merasa aneh seorang pacar kehilangan selamanya masa tidak ada perasaan sedih sama sekali.


“Kita kembali ke Aulia yuk, saya jadi penasaran apa yang dia lihat, dari laki-laki ini di masa lalunya.” Lanjut Ochi yang tidak sabar, mau ngobrol langsung dengan Aulia disaat didalam rumah.


**


Hana kasih tahu ke Damian, kalo Aulia tidak akan ikut campur lebih jauh dengan permintaan Ochi hantu yang minta tolong ke Aulia.


“Apa Bunda yakin? Karena sejauh ini Aulia tidak pernah bahas keinginannya, untuk bantuin masalah hantu yang dia lihat?” tanya Damian berharap tidak salah denger.


“Bener Ayah, katanya Aulia tidak akan pergi kemana-mana karena hantu yang ada didalam kamarnya selalu larang Aulia dan menghargai keputusan kita, membuat Aulia nurut dengan apa yang dibilang hantu itu.” ucap Hana berharap, apa yang disampaikan kakak nya benar.

__ADS_1


“Iya semoga saja Bunda, Ayah juga cemas jika anak kita kenapa-kenapa karena niat baiknya kan.” lanjut Damian berharap, Aulia tidak pernah terlibata dalam masalah apapun.


**


Ochi melihat sekeliling Aulia sudah sepi, langsung tanya Aulia apa yang dia lihat didepan laki-laki yang tidak sengaja Aulia tabrak bahkan sampai melamun segala.


“Aulia kamu kenapa melamun disaat melihat laki-laki tadi?” tanya Ochi lagi, Ochi penasaran dengan sikapnya Aulia.


“Memangnya laki-laki itu siapa? Memangnya kamu kenal?” tanya Aulia pelan, sambil melihat Ochi yang penasaran.


“Dia pacar saya, tidak menyangka ketemu dia disini dan saya sedih sekali melihat pekerjaan dia tidak pernah berubah sama sekali.” lanjut Ochi terus terang.


“Pantas dia lari dan sepertinya dikejar orang, kita bahas di rumah saja iya jangan disini.” lanjut Aulia merasa takut, ada yang denger suaranya dan takut jadi masalah baru jika Aulia bicara sendirian dipinggir jalan.


“Sepertinya ada yang tidak beres,baik lah kita bahas orang tadi didalam kamarnya Aulia saja lebih aman.” ucap Lili setuju, bahas manusia tadi didalam rumah saja jangan dipinggir jalan karena bisa bahaya kalo ada yang denger dan kenal.


Lili melihat ada bus yang lewat, langsung ajak Aulia untuk naik kedalam bus diikutin Lili dan Ochi yang semakin penasaran karena ditunda Aulia bicara karena lagi ditempat umum.

__ADS_1


__ADS_2