Blood Academy

Blood Academy
Kerajaan Polyleia


__ADS_3

Hari ini, Ava sedang bersiap untuk menjalankan misinya yang tertunda. Awalnya, dia berencana untuk berangkat pagi hari, namun mengingat misinya, akan lebih mudah dikerjakan di siang hari. Jadi dia merubah jadwalnya.


Saat ini, Ava mulai memasuki daerah hutan yang cukup lebat. Misinya adalah untuk menjadi perwakilan Blood Academy dalam diplomasi yang dilakukan antara Blood Academy dan Kerajaan Polyleia.


Kerajaan Polyleia merupakan salah satu kerajaan tersembunyi karena tempatnya di air. Itu adalah tempat bagi makhluk air yang memiliki kecerdasan tinggi. Contohnya seperti duyung, naga, dan lain sebagainya.


Kali ini diplomasinya tentang pertukaran ilmu. Kerajaan Polyleia akan mengirim seseorang untuk belajar tentang dunia luar lewat akademi dan Ava dikirim untuk mempelajari sebanyak mungkin.


Ilmu yang berguna di sana terbatas karena habitat mereka. Jadi, Ava diperbolehkan belajar dalam bidang apa pun.


Untuk sampai di sana, Ava harus melewati hutan yang penuh dengan hewan sihir. Level mereka juga bukan main. Yang terendah saja ada di rank C.


Kini Ava sedang bertarung di tepi danau dengan hewan sihir rank A. Itu adalah Tigerwolf Api. Ava terlihat cukup kesulitan menghadapinya.


Singkat cerita, Ava mengakhiri pertarungannya dengan beberapa luka di tubuhnya.


Bukannya mengobati lukanya, dia malah mengambil beberapa buah yang terlihat di sekitar danau sambil jalan-jalan mengelilingi danau. Setelah itu, dia duduk santai di pinggir danau sambil memakan beberapa buahnya tadi.


Tiba-tiba, air danau naik dengan sangat tinggi bagaikan air mancur raksasa. Setelah semua air itu jatuh kembali ke danau, terlihat seekor naga hitam dengan sayapnya yang membentang lebar.


"Hm? Ternyata manusia? Apa yang kau lakukan dengan darahmu yang mengalir itu, manusia?."


"Wah wah, Tuan Naga sudah datang. Aku pikir hanya Viver atau Serpent yang akan muncul."


"Aku juga tidak tahu kenapa, rasanya darahmu itu lebih harum dan nikmat. Aku sempat mencicipi satu tetes darahmu tadi."


"Hahahaha!"


Ava mengangkat tangannya, membuat darahnya melayang dan kembali masuk ke tubuhnya. Setelah semua darah masuk, lukanya langsung tertutup rapi tanpa bekas.


"Anggap saja itu hadiahku."


"Sebenarnya apa manfaat darahmu itu? Aku bahkan baru meminumnya satu te—"

__ADS_1


Naga itu merasakan sesuatu yang panas dan sejuk mulai menyebar ke seluruh tubuhnya. Itu mulai menyatu dengan setiap sel darahnya.


"Ke- kekuatan apa ini?! Aku merasa seperti akan berevolusi! Arrghhh.... GROARRRR...!"


Benar saja. Setelah teriakan yang cukup lama, akhirnya suaranya mulai menghilang bersamaan dengan cahaya yang menyelimutinya.


Nampak sosok naga yang baru. Dia terlihat cukup keren. Wujudnya menjadi seperti manusia. Namun dia memiliki taring bawah yang cukup panjang, satu sisik yang tersisa di pipi kirinya, dan semacam kabut hitam panjang menutupi alisnya. Selain itu, semuanya persis seperti manusia, itu terlihat karena dia dalam kondisi telanjang.


"Woahhh.... Aku bisa kembali lagi ke bentuk naga-ku, aku juga bisa mengeluarkan cakarku seperti biasanya. Bahkan merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya," ujarnya sambil memainkan tubuhnya sendiri.


"Kau senang?," tanya Ava sambil mendekat dan melemparkan jubah.


Naga itu menangkapnya kemudian bilang, "Ya!."


Setelah memakai jubah, mereka saling memperkenalkan diri sekalian bercerita. Mulai dari naga yang memiliki nama Rag, sampai alasan darah Ava memiliki efek yang luar biasa.


"Aku memang sudah diberitahu kalau ada perwakilan akademi yang akan ke sini. Tapi tidak aku sangka orang itu adalah keturunan Meshach van Dominic. Terus, kenapa kau tadi sengaja melakukannya?."


"Aku sudah mengatakannya, kan? Anggap saja itu hadiahku. Yang perlu kau ketahui adalah itu untukmu dan gunakan dengan bijak."


Rag memberikan mutiara hitam yang sangat kecil.


"Oke."


"SRING...."


"Hm?.... Hah?!"


Rag terkejut karena Ava tiba-tiba mengganti penampilannya.



"Ugh- Aura silau macam apa ini...?!"

__ADS_1


"Oh, maaf. Bukankah di Kerajaan Polyleia kita diharuskan untuk menggunakan wujud asli kita? Karena ini sudah wujud asliku, aku merubah penampilanku saat muncul sebagai putri sekaligus pewaris dan juga penerus keluarga Meshach van Dominic."


"Sudah, ayo masuk. Pimpin jalannya."


Perjalanan mereka masih sangat jauh. Cahaya mulai redup karena tak bisa menembusnya. Setelah cukup lama, akhirnya mereka sampai di kedalaman 150m, mulai ada pencahayaan entah dari mana. Saat itu juga Rag baru sadar satu hal.


"?! Ava! Kau bisa menahan tekanan air ini?!," tanyanya khawatir.


Ava mengangguk untuk membalasnya.


"Bagaimana kau akan berkomunikasi di bawah sana nanti?."


"Aku bisa bicara di bawah air. Tenang saja."


"Oh, oke. Sebentar lagi kita sampai dan aku akan langsung membawamu ke raja kami."


"Oh, Raja Neptune?."


"Kau kenal dia?."


"Dia adalah teman Kakek dan ayahku."


".... Oh."


Setelah memasuki wilayah Kerajaan Polyleia, mulai terlihat penduduk di sana yang bermacam-macam. Ada paus yang bertugas mengantarkan orang-orang, hiu yang memburu mangsa untuk makanan mereka, gurita besar yang mengolah mangsa itu, duyung yang mengoperasikan sistem kerajaan, dan masih banyak lagi.



Seluruh rakyat terlihat bahagia. Tak terlihat masalah yang memecah kebahagiaan mereka. Tidak jauh dari pemukiman warga, ada rumah yang 5 kali lebih besar. Di sanalah tempat raja dan para bangsawan tinggal.



Yah, sepertinya kita akan berkeliling kerajaan ini nanti.

__ADS_1


»to be continue


__ADS_2