
Ava yang diantar oleh Rag kini sedang dalam perjalanan menuju ruang singgasana. Mereka akan menemui raja di sana. Tidak butuh waktu yang lama untuk mereka tiba di sana.
"Buka pintunya! Tuan Rag dari suku Naga dan utusan Blood Academy telah tiba!."
Setelah masuk, mereka bisa melihat Raja Neptune yang duduk di singgasana kebanggaannya. Rag langsung berlutut untuk memberi hormat. Ava hanya diam di tempat tanpa melakukan apa pun.
Hal itu membuat Ratu dan Pangeran yang ada di sana mengernyit tak suka. Mereka menatap Ava dengan kebencian yang sangat dalam. Tersirat kesombongan yang kukuh berdiri dalam tubuh dan hati mereka.
"Hei, kamu! Berlututlah dan berikan hormatmu pada kami! Berani-beraninya kamu berdiri dengan percaya diri seperti itu. Tuan Rag! Kenapa Anda hanya diam? Bukankah biasanya Anda akan langsung bertindak?!," ujar Ratu kesal.
"Ratu, hentikan. Anda mempermalukan diri Anda sendiri."
"...."
Ratu tak bisa melakukan apa pun karena itu adalah perintah dari Raja. Apalagi Raja mengatakannya dengan nada yang sangat dingin.
"Rag, sepertinya fisikmu berubah. Apa yang terjadi?," tanya Raja.
"Yang Mulia, saya baru saja berevolusi dan menjadi lebih kuat berkat Nona ini," jawab Rag.
Raja tidak meresponnya. Ava pun segera mengatakan apa yang ingin dia katakan.
"Ratu, kamu ini hanya menantu kerajaan. Tidak ada hak sama sekali untukmu menyombongkan diri seperti itu. Lain halnya jika kamulah keturunan kerajaan."
__ADS_1
"Kau memanggilku 'kamu'?! Benar-benar harus-!"
"Ratu! Apa Anda sedang sakit telinga sehingga tidak mendengar dengan baik?."
Raja kemudian turun dari singgasananya. Terpaksa Ratu dan Pangeran juga harus ikut turun.
Saat mereka turun, barulah mereka sangat terkejut. Mereka tadi tidak melihat wajah Ava karena Ava terus melihat lurus ke depan.
"Anda pengertian juga, Raja. Nama saya Ava Deliza Meshach van Dominic, keturunan terakhir dari keluarga Meshach van Dominic," ujar Ava memperkenalkan diri.
"Oh? Benarkah? bukankah Meshach van Dominic adalah keluarga yang hilang ribuan tahun lalu? Bagaimana bisa masih ada keturunannya di sini?."
"Itu rahasia, Raja. Saat ini saya ke sini sebagai utusan dari Blood Academy. Anda harus merahasiakan identitas saya. Selain Anda dan Rag, saya sudah memastikan tidak ada yang tahu."
"Rag, antar Nona ini ke tempat apa saja yang ingin dia datangi. Dan juga, lindungi dia dari segala ancaman. Aku mengizinkanmu menggunakan kekuatan dan kekuasaanmu. Kau juga boleh bertindak pada keluarga kerajaan."
"Baik, Yang Mulia."
"Akhirnya Yang Mulia sudah lelah, ya. Kini dia tidak peduli dengan istri dan anaknya. Aku tidak akan protes karena mereka memang sudah melampaui batas," ujar Rag dalam hatinya.
Rag dan Ava segera keluar dari sana. Sementara itu, Raja Neptune langsung memberi peringatan keras kepada istri dan anak-anaknya.
"Janganlah pernah kalian berusaha menyentuhnya. Tidak sekali pun meski tanpa ada niat yang buruk. Jika terjadi sesuatu kepada kalian, aku bahkan tidak akan bisa berkata-kata."
__ADS_1
"Baik, Ayah," ujar Pangeran. Ratu tidak menunjukkan reaksi apa pun.
Sementara itu, Ava masih belajar tentang arus yang membawa ikan-ikan bisa bepergian jauh tanpa mengeluarkan tenaga sedikitpun.
Ava menanyakan hal itu pada pembuatnya. Dia bilang bahwa pembuatannya membutuhkan tenaga yang sangat besar pada awalnya. Namun setelah berhasil, maka tidak memerlukan hal apa pun. Mendengar hal itu, akhirnya Ava puas karena menemukan sesuatu yang luar biasa.
Kemudian, dia pergi ke perbatasan Kerajaan Polyleia dan laut lepas. Itu dipisahkan oleh udara yang sangat tipis. Namun, udara tipis itu tidak bisa tertembus oleh hewan kecuali penduduk Polyleia dan manusia. Meski begitu, manusia dengan niat buruk tidak akan bisa melihat Polyleia sampai kapanpun.
Setelah beberapa hari menetap di sana, Ava berpamitan dengan Raja. Rag memutuskan untuk ikut dengan Ava. Bagaimanapun, dia sudah tidak bisa lepas dari Ava.
Jika kamu membuat suatu hewan mengalami perkembangan, itu artinya kamu sudah terikat dengan hewan itu. Apalagi yang mengikat mereka adalah hubungan darah. Itu hubungan yang mustahil dibatalkan.
...♪♪♪...
"Nona, ke mana arah Blood Academy?."
"Oh? Sekarang kau memanggilku dengan begitu sopan? Yah, biarlah. Ke arah Timur."
"Baiklah!"
Rag kembali ke wujud naganya dan membiarkan Ava naik ke punggungnya.
"Ayo kita berangkat, Nona!."
__ADS_1
"Ya!."