Blood Academy

Blood Academy
Bencana Besar


__ADS_3

Saat ini, Ava sedang dalam perjalanan untuk kembali ke akademi. Dia sedang buru-buru karena ini panggilan langsung dari Mr. Farensco.


Setelah Ava mempublikasikan dirinya, tiba-tiba datang seorang remaja dengan pakaian serba hitamnya. Dia berlari dengan panik sambil teriak-teriak menyebut nama Mois.


»»Flash back beberapa saat lalu


"Mois! Mois! Akhirnya saya bertemu dengan Anda!."


"Itu..., dia utusan akademi? Ada apa?!," batin Ava dengan penuh kecemasan.


"Ada apa? Katakan dengan tenang."


"Mois, sesuatu terjadi di akademi tepat setelah Anda pergi. Ada portal aneh yang muncul di sekitar akademi dan keluar monster dari dalamnya. Monster itu sangat kuat. Anggota akademi yang kuat sedang menahan mereka, sedangkan murid lainnya dalam proses mengungsi ke Krufylts."


"Kenapa masih dalam proses?!."


"Ka-karena, tidak semua murid bisa terbang, itu bukan kemampuan dasar yang diajarkan. Jadi mereka saling membantu untuk membawa satu sama lain...."


"Sial! Lihat saja, Mr. Farensco. Aku akan perhitungan padamu nanti. Kau pikir aku memberi saran asal-asalan...?!"


Ava sudah termakan emosi.


Dia kesal sekali. Berkali-kali Ava menyarankan pada kepala akademi itu untuk menjadikan 'terbang' sebagai salah satu materi dasar. Bukannya apa-apa, tapi itu akan memudahkan para murid untuk pergi ke tempat evakuasi yang dia buat.


"Kalau begitu apa gunanya kami membuat tempat sebagus dan seaman itu jika tidak bisa digunakan saat dibutuhkan?!."


"Ayo! Ayah, saya titip salam pada kakek, permintaan maafnya besok saja."

__ADS_1


Ava berlari ke arah remaja itu. Dia memberinya air kemudian membantunya untuk berdiri.


"Rag!," dan pemilik nama pun langsung muncul di sana. "Kembali ke akademi dengan kecepatan penuhmu!."


"Baik!."


««Flash back end


Dengan kecepatan penuhnya, Rag hanya membutuhkan waktu tak sampai satu menit untuk sampai.


Keadaan di akademi sudah kacau. Lebih dari setengah akademi telah terbakar. Bodohnya lagi, para murid perempuan malah berteriak yang mana itu membuat keadaan semakin ricuh dan orang-orang menjadi panik.


Orang-orang yang bertarung terbagi menjadi lima sesuai jumlah portal. Lima tim itu masing-masing dipimpin oleh Mr. Farensco, Mr. Gyofano, Miss Vallen, Master Briyyan, dan Miss Nelshon.


Ava langsung menghampiri para murid yang masih ricuh dan mengangkat mereka dengan kekuatannya. Dia berkeliling akademi untuk mencari keberadaan murid yang mungkin sedang bersembunyi.


"Alva! Serahkan tugas ini kepada teman-temanmu. Kamu ikut aku untuk membantu para guru."


"Baik, Mois."


Ava menurunkan semua siswa itu di sana dan mengajak Alva pergi.


Pertama-tama, dia akan pergi membantu Miss Vallen. Keadaannya sudah mendesak di sana.


Kedatangan Ava da Alva sangat membantu di sana. Mereka berhasil membuat para monster itu berhenti keluar.


Setelah itu, Ava dengan adiknya pergi membantu guru lainnya. Kemudian, tibalah mereka di tempat Mr. Farensco.

__ADS_1


Di sana ada portal yang sedikit lebih besar dari sebelumnya. Meski sudah ada banyak murid 'pentolan' yang membantu, terlihat jelas bahwa mereka masih kesulitan.


"Mr. Farensco," ujar Ava sambil mendarat dari sana.


"Ava, kau sudah datang. Akan aku jelaskan situasinya nanti, sekarang tolong bantu kami."


Ava tak menjawabnya dan langsung ikut membasmi para monster.


"Serang monster telinga runcing itu di belakang kepalanya, yang biru di pusarnya! Yang hitam itu di kakinya!."


Ava yang lebih dulu tahu kelemahannya langsung mengambil alih komando dan memberi tahu semua yang ada di sana. Berkat itu, para monster berhasil dihentikan.


Kini semua orang sedang beristirahat di depan portal. Lain halnya dengan Mr. Farensco yang sedang diceramahi oleh Ava.


"Jelaskan padaku, Kepala Akademi...."


"...."


"Saya sudah menyarankannya berkali-kali, dan Anda masih tidak melakukannya. Oke.... Lalu bagaimana dengan informan yang Anda kirim? Seharusnya itu bisa sampai lebih cepat."


".... Maaf. Aku, lain kali aku akan lebih berpikir jernih tentang semua masalah dan saran yang diberikan."


"Renungkan itu. Tidak apa-apa kalau mereka tidak lulus, atau hanya beberapa yang bisa masuk Akademi, tapi kualitas tetap harus lebih baik daripada kuantitas."


"Lebih baik Anda bawa guru dan murid yang tersisa untuk pergi ke Krufylts. Saya akan memeriksa mereka semua."


"....Ya."

__ADS_1


"Hah.... Hampir saja seluruh Akademi hancur. Aku memang tidak boleh mengabaikan sarannya. Aku harap bencana besar ini tidak terjadi lagi."


__ADS_2