
Bongkahan awan yang gelap mengambang di udara. Mengangkut jutaan ton air yang tengah menunggu titah dari Yang Kuasa.
Mendung. Satu kata dari cuaca yang sanggup membuat sang pelita bersembunyi, yang mendatangkan perasaan tak nyaman di hati, dan membuat gelisah diri.
Di Krufylts, Ava sedang membantu para guru dan murid yang terluka untuk segera ditangani.
Di ruang besar itu, hanya terdengar Ava yang menanyakan keluhan orang di depannya dan suara Mr. Farensco yang mengabsen para murid.
Yang lain hanya diam. Mereka masih syok dengan kejadian tadi. Terlebih murid kelas 1 yang baru saja masuk.
Di sisi lain, Alva sedang termenung. Memikirkan bagaimana membuat suasana menjadi lebih baik. Saat terlintas sebuah ide, dia langsung menghampiri Daniel.
"Daniel, apa ada semacam pengeras suara di sini?."
"Untuk apa?."
"Kamu tidak perlu tahu. Kamu dan teman-temanmu yang membuat tempat ini, kan? Tidak mungkin kamu tidak tahu?."
"Hah.... Ada lingkaran di lantai di depan papan tulis itu. Pergilah ke sana dan aku akan menyiapkannya."
__ADS_1
Kemudian Daniel pergi untuk memenuhi permintaan Alva. Sedangkan yang meminta menuju ke tempat yang ditunjukkan.
Sesaat setelah berdiri di sana, lingkaran tempat ia berpijak telah naik beberapa sentimeter, membentuk seperti panggung mini. Lampu sorot mengarah ke arahnya dan sebuah hologram mic muncul di depan wajahnya. Hal itu membuat semua perhatian terarah padanya.
Itu membuat Alva terkejut, tapi dia segera melontarkan kata pertamanya.
"Semangat."
"Kenapa kata itu tidak nampak pada diri kalian? Hei, kakak senior! Masih ingat alasan kalian masuk ke sini? Dan untuk adik-adik baru kita, kita malah terlihat suram di depan mereka. Dan ini bukan Blood Academy yang saya ketahui selama lebih dari satu tahun ini."
Dengan rangkaian kata singkat dari Alva, mereka mulai kembali ceria. Rasanya seperti mereka baru saja bangun dari mimpi buruk di siang hari.
Melihat suasana kembali normal, Ava mulai beranjak dari tempat duduknya. Ia menuju ke arah panggung untuk unjuk kata.
Daniel segera menurunkan sebuah mic untuknya. Kali ini bukan hologram, itu asli.
Ia menarik napasnya dalam-dalam guna menghilangkan rasa gugupnya.
"Maaf mengganggu kesenangan kalian semua," menjadi kalimat pertama yang terlontar dari mulutnya.
__ADS_1
"Saya membutuhkan semua murid dari semua jabatan dengan poin S ke atas. Kita harus melakukan penyelidikan perihal masalah yang menimpa Akademi tercinta kita ini. Tolong bantuannya."
Ava sedikit menundukkan kepalanya, tanda bahwa dia bersungguh-sungguh.
Tak lama kemudian, 4 siswa mulai maju untuk mengawali. Mereka adalah murid kelas khusus, jadi mereka harus membantu teman sekelasnya.
Setelah itu, satu per satu para siswa mulai maju. Tentu saja, hanya mereka yang memenuhi syaratnya.
Jumlahnya cukup banyak. Ada 40 siswa yang sudah berkumpul di depan.
Ava langsung membagi tugas mereka. Ia juga membentuk 8 tim dengan anggota 5 orang. Tiga diantaranya akan dipimpin oleh Mr. Farensco, Master Briyan, dan Miss Nelshon. Sisanya akan dipimpin oleh para murid kelas khusus.
"Terima kasih, Alva. Berkatmu, para murid sudah kembali normal, jadi kita bisa menelusuri apa yang sedang terjadi."
"Tidak, itu bukan apa-apa, Mois. Seharusnya kami yang berterima kasih karena kalian sudah berbuat banyak bagi kami."
"Baiklah."
"Kalau begitu, ayo kita berpencar."
__ADS_1