
Fokus Sungchan, Winter, dan Jaehyuk
Ketiga orang ini menuju ke kamar mayat. Sungchan dan Jaehyuk yang seharusnya di depan memimpin karena cowok malah di belakang dan Winter yang memimpin.
"Harusnya gue sama Asahi saja daripada sama kalian yang penakut tingkat dewa." Celoteh Winter.
"Ya gue kan penakut dari kecil Win, lo juga tau itu kan? Kalau Jaehyuk gue mana tau dia juga penakut seperti gue." Sungchan menggaruk kepalanya.
"Gue nggak penakut kok! Gue cuma nggak berani doang."
"Sama aja jablay!" Emosi sudah Winter.
"Cantik-cantik galak. Menakutkan sekali." Gumam Jaehyuk.
"Gue masih bisa dengar yah." Winter menoleh ke belakang.
Mereka di depan kamar mayat sekarang.
"Masuk nggak nih?" Tanya Winter ke Sungchan dan Jaehyuk.
"Chan? Jaehyuk?" Winter tidak mendapatkan jawaban lagi.
Ia pun menoleh, Sungchan dan Jaehyuk tidak ada.
"Lah pada kemana tuh anak? Jangan bilang kabur karena takut? Nggak elit banget sih! Mana gue cewek sendirian ditinggal lagi depan kamar mayat, dasar cowok menyebalkan! Awas aja mereka kalau gue ketemu, gue nggak akan ampuni."
Sungchan dan Jaehyuk lari ketakutan dan berpencar. Di sisi lain, Hiyyih dan Jihan pergi ke ruang meeting.
"Lo dapat sesuatu nggak Han?" Tanya Hiyyih.
"Nggak ada. Lo sendiri?"
"Sama. Kok kita sial banget yah. Dari awal nggak dapat apapun." Gerutu Hiyyih.
"Nah itu dia, gue bingung juga."
Saat Hiyyih sibuk menggerutu, Jihan menemukan sebuah kotak.
"Hiyyih." Panggil Jihan.
"Apaan Han? Jangan ngajak debat dulu."
"Bukan itu bodoh! Ini gue dapat sesuatu." Jihan memperlihatkan kotak merah.
"Ini bukan nya kotak P3K yang dibawa sama Winter? Kok disini? Harusnya di ruang istirahat." Pikir Hiyyih.
"Coba kita ke ruang istirahat dulu Hiyyih." Usul Jihan dan diangguk Hiyyih.
Keduanya kembali ke ruang istirahat. Mereka menemukan kotak merah yang sama dengan kotak yang didapatkan Jihan di ruang meeting.
__ADS_1
"Kok ada dua? Duplikat?" Tanya Hiyyih memandang Jihan.
"Gue nggak tau. Coba buka isinya, siapa tau ada petunjuk lain." Saran Jihan.
Hiyyih membuka kotak merah yang dibawa Winter waktu itu sedangkan Jihan membuka kotak merah yang diambilnya tadi.
"Ini foto Jungwon kan?" Jihan mengeluarkan sebuah foto.
"Lah bener. Kok dia ada di foto ini? Bareng sama Jihoon, Hyunjin, dan Jake lagi." Heran Hiyyih.
"Apa Jungwon berhubungan sama Jihoon dan teman-teman nya?" Tebak Jihan.
"Kalau gitu sih berarti Jungwon merencanakan semua ini Han. Kalau dipikir-pikir dia kan yang antar lo tadi pagi waktu mau ke sekolah. Jangan bilang lo dijebak gitu?"
"Terus Jeongwoo gimana? Berhubungan sama Jihoon juga?" Tanya Jihan.
"Nah itu gue nggak tau."
"Terus kalau Jungwon yang merencanakan permainan ini, apa dia pembunuhnya juga?"
"Itu juga gue nggak tau. Karena petunjuknya sama sekali nggak mengarah ke dia." Balas Hiyyih lagi.
"Terus ini apa? Bukan petunjuk?" Tanya Jihan.
"Ah pusing gue!" Hiyyih mengacak-acak rambutnya.
"Kita simpan dulu ini Han. Nanti kalau ada petunjuk lagi baru kita pikirkan lagi." Titah Hiyyih.
Focus Sungchan.
"Astaga Jaehyuk kemana lagi?! Gue malah terpisah sama dia. Mana gue tinggalin Winter sendirian di kamar mayat lagi. Bisa habis gue diamukin singa." Omel Sungchan.
Saat Sungchan mau ke gym sebuah tangan menariknya ke sisi lain.
"Loh kok lo disini?" Bingung Sungchan.
"Sst diam!" Orang itu melirik ke arah lain.
Sungchan mengikuti lirikan orang itu dan melihat Jaehee membawa balok.
"Diam dulu. Kalau sudah aman baru kita keluar."
Sepuluh menit kemudian.
"Fyuh untung Jaehee nggak lihat gue. Thanks yah sudah bantu gue tadi." Sungchan tersenyum.
Orang itu balas tersenyum.
"Kita harus kasih tau yang lain kalau Jaehee itu pembunuhnya." Kata Sungchan.
__ADS_1
"Gue setuju." Balas orang itu.
Dari belakang Jaehee datang dan memukul kepala Sungchan.
"Lo urus dia. Gue mau balik duluan." Jaehee memberikan balok ke rekannya.
Sungchan masih setengah sadar melihat semuanya.
"Harusnya lo nggak percaya gitu saja sama gue Chan. Mati deh lo. Selamat tinggal Jung Sungchan!"
Rekan Jaehee memukul kepala Sungchan berkali-kali sampai tidak berbentuk lagi.
"Sungchan di eliminasi."
Jaehyuk yang tengah berlari sendirian tiba-tiba kaget.
"Siapa yang bunuh lo Chan?" Batin Jaehyuk.
"Sepertinya gue tau siapa dia."
Winter juga ikut kaget.
"Siapa yang berani bunuh lo Chan? Apa maksudnya? Apa pelakunya tau kalau gue dan lo bekerja sama?" Gumam Winter.
"Gue sudah menemukan petunjuk lagi. Semoga dengan ini bisa membuktikan kalau dugaan gue nggak salah soal pelakunya Chan, biar lo juga bisa tenang."
Winter berlari ke ruang meja bundar.
Brak
"Apa yang lo lakukan pada Sungchan Jaehee?!" Teriak Winter dan menampar Jaehee.
"Tega banget lo bunuh dia! Lo kan pelakunya selama ini?! Jawab!" Bentak Winter.
Jaehee diam.
"Bukan." Jaehee menjawab dengan santai.
"Tunggu dulu Win, lo kenapa bisa tau kalau Jaehee pelakunya?" Bingung Hiyyih.
"Semua petunjuk dari awal mengarah ke dia Hiyyih. Lo bisa lihat kalau huruf yang ditemukan Somi itu jika dibalik bisa menjadi huruf J. Dan nama Jaehee itu berhuruf J. Kedua, kain berwarna biru itu adalah petunjuk mengenai Jinwoo yang maniak dengan warna biru. Dia juga pintar berenang dan menyukai kapal. Satu lagi, gue menemukan petunjuk baru yang berada di gudang."
"Gue rasa petunjuk ini adalah petunjuk yang ditemukan oleh Somi saat mencari di gudang bersama Jinwoo dan Jaehee. Hello everyone adalah kata-kata yang sering dipakai Jaehee kalau dia ke sekolah."
"Gue benar-benar yakin pelakunya mereka berdua!" Winter menatap Jaehee dan Jinwoo tajam.
"Hahahahaha. Lo pikir dengan semua itu kami berdua pelakunya?? Bukan hanya gue dan Jinwoo yang huruf J, Jungwon, Jeongwoo, dan Jihan juga. Lo juga kan??" Tantang Jaehee.
"Lagipula yang menyukai warna biru masih banyak tuh. Jungwon juga menyukai warna biru."
__ADS_1
"Kalau gitu langsung saja kalian lakukan voting." Jihoon dan Hyunjin datang.