Bloody Game

Bloody Game
Chapter Twelve


__ADS_3

"Loh? Jaehyuk kenapa?" Tanya Winter.


"Mau dibunuh sama Jinwoo." Balas Jeongwoo.


"Jadi Jinwoo rekannya Jaehee?" Tanya Jungwon.


"Yah sepertinya gitu."


"Terus dimana dia sekarang?" Tanya Jungwon.


"Lagi di kamar mayat. Asahi hyung lagi melawan dia."


"Kalau gitu gue mau bantu Asahi. Winter lo panggil Hiyyih dan Jihan kesini." Titah Jungwon.


"Ngapain mereka berdua dipanggil?" Tanya Winter ke Jungwon.


"Lo mau obati Jaehyuk kan? Lebih baik lo pergi bareng Jeongwoo. Hiyyih dan Jihan akan bersama Jaehyuk disini." Ucap Jungwon dan keluar gudang.


Winter pun ikut pergi mencari Hiyyih dan Jihan.


Jihan berada di lantai dua, tepatnya ruang meeting. Hiyyih berada di ruang musik sendirian.


Setelah mencari lumayan lama, Winter menemukan Jihan dan menariknya.


"Kok ditarik sih?!" Kesal Jihan.


"Ikutin gue dulu. Nanti gue jelasin kalau sudah sampai di gudang."


Winter membuka ruang musik dan menarik Hiyyih juga.


"Lah kok gue ditarik?" Bingung Hiyyih.


"Nanti dia jelasin." Jawab Jihan.


"Nah sekarang bisa jelasin kenapa gue dan Jihan dibawa kesini?" Tanya Hiyyih ke Winter.


"Ceritanya panjang. Gue mau kalian jaga Jaehyuk baik-baik disini sementara gue dan Jeongwoo akan mencari kotak obat."


Hiyyih dan Jihan saling bertukar pandang.


"Kotak obat ini?" Jihan mengeluarkan kotak merah yang diambil Winter dari Jake waktu itu.


"Kok bisa di kalian?" Bingung Winter.


"Oh itu. Sebenarnya kami ada informasi lain yang didapat dari kotak ini."


"Coba kalian lihat." Hiyyih mengeluarkan sebuah foto.


Jeongwoo, Winter, dan Jaehyuk yang terluka mendekat dan kaget melihat Jungwon bersama dengan Jihoon dkk.


"Jungwon? Kenapa dia disini?" Tanya Jeongwoo.


"Kami berdua nggak tau. Kalian bertiga tau nggak?" Tanya Hiyyih.


"Entah." Jaehyuk menaikkan kedua bahunya yang masih sakit.


"Apa dia membuat game ini? Tapi Jungwon kan nggak begitu orangnya." Ucap Jeongwoo.

__ADS_1


"Nah gue sempat berpikir gitu sama Jihan. Kalau Jungwon berhubungan sama Jihoon dkk berarti dia pembuat game ini juga. Tapi apa tujuan dia masukin kita kesini coba??"


"Ah sudahlah! Nanti dipikirkan itu. Yang penting sekarang gue obati dulu luka Jaehyuk."


Cklek


Ketika Winter baru mau mengobati luka Jaehyuk. Jinwoo datang dengan senapannya.


"Wah kok nggak ada yang ngundang gue kesini? Asik loh kalian bermain tanpa gue." Ujar Jinwoo.


"Dimana Asahi?!" Teriak Jaehyuk.


"Jangan teriak-teriak dulu Jae. Lo nanti tambah sakit tau!" Winter memukul kepala Jaehyuk.


"Asahi sahabat lo? Dia sudah mati. Sudah gue bunuh di kamar mayat sebelum Jungwon datang. Gue nggak mau bunuh Jungwon soalnya dia terlalu baik." Kata Jinwoo.


Jinwoo mulai menyerang namun ditahan oleh Jeongwoo.


"Biar gue yang urus dia! Kalian pergi dari sini sekarang!" Titah Jeongwoo sambil menahan Jinwoo.


Focus Jeongwoo.


Jeongwoo dan Jinwoo bertarung.


Jinwoo tau kalau Jeongwoo menguasai taekwondo tingkat tiga. Jadi tidak mudah mengalahkan nya.


Jeongwoo dan Jinwoo saling memukul. Jeongwoo memukul wajah Jinwoo. Jinwoo menendang perut Jeongwoo.


"Sialan!" Umpat Jinwoo.


Jinwoo mengambil senapan nya yang terlempar tadi karena Jeongwoo menendangnya.


"Sebelum gue akhiri. Gue mau tanya siapa saja yang lo bunuh selain Sungchan??" Tanya Jeongwoo.


"Oh jadi lo sudah lihat gue bunuh Sungchan. Bagus dong, karya gue jadi terkenal."


Jeongwoo marah.


"Lalu gue membunuh Wonyoung dan Beomgyu." Ucap Jinwoo santai.


"Yang lain? Dibunuh sama Jaehee. Tapi nggak semua sih."


"Maksud lo apa?" Tanya Jeongwoo.


"Entahlah. Gue nggak tau juga." Jinwoo mengambil pisau di kantong nya dan menusuk kaki Jeongwoo.


"Sial!" Umpat Jeongwoo.


"Jangan lengah lain kali yah Jeongwoo. Selamat tinggal!" Jinwoo menembak leher Jeongwoo.


Asahi datang bersama Jungwon. Asahi dalam keadaan tidak baik juga, ia sudah tertembak di bagian dadanya.


Asahi yang melihat Jeongwoo terkapar dan tidak bernyawa lagi sangat marah. Ia berlari dan menusuk leher Jinwoo yang tidak menyadari Asahi datang.


"Ap- apa-apaan lo?!" Jinwoo memegangi lehernya yang terus mengeluarkan darah.


"Rasakan itu! Lo pantas mendapatkan itu karena telah membunuh Jeongwoo!"

__ADS_1


Asahi juga menendang Jinwoo sampai terpental dan mengambil senapan nya.


"Lo harus merasakan apa yang Jeongwoo rasakan!"


Asahi menembak leher dan kepala Jinwoo. Dan terakhir menginjak-injak wajah tampan Jinwoo.


"Siapa suruh lo berani membunuh Jeongwoo dan Sungchan."


"Ayo pergi ke yang lain Won." Asahi menarik Jungwon dari gudang.


Jihan, Hiyyih, Winter, dan Jaehyuk beristirahat di ruang meeting.


Brak


Asahi membuka pintu.


"Asahi! Lo masih hidup??" Jaehyuk berlari memeluk sahabat nya itu.


Asahi diam.


Dia malah jatuh.


"Asahi!" Teriak Jaehyuk.


Sekitar dua jam, Asahi telah sadar.


"Eh Asahi. Lo disini rupanya." Kata Jungwon melambai.


"Jeongwoo mana?" Tanya Asahi.


Jungwon tidak menjawab.


"Ah jadi Jeongwoo beneran sudah nggak ada yah."


"Kok lo sendirian Won? Hiyyih, Jihan, Jaehyuk, dan Winter?" Tanya Asahi lagi.


"Mereka kan beda dunia sama kita Sahi. Lo nggak sadar?" Tanya Jungwon.


"Maksudnya?"


"Lo kan koma sejak tertembak Jinwoo. Lo lupa?"


"Hah?! Itu nggak mungkin! Gue masih hidup Won!" Bentak Asahi.


"Nggak Sahi. Lo koma dan terbaring di rumah sakit sekarang. Sudah satu bulan lo koma, dan Jaehyuk, Hiyyih, Jihan, dan Winter selalu bergantian menjaga lo." Balas Jungwon.


"Kalau gitu kenapa lo juga ikutan disini? Lo kan juga harusnya masih hidup Won?" Bingung Asahi.


"Gue kan sudah lama mati Sahi. Lo dan teman-teman ternyata belum ada yang sadar yah."


"Hah?! Kapan lo mati?! Itu nggak mungkin Won!"


"Tapi kenyataannya gitu. Gue yang buat permainan itu dan membuat kalian menjadi pemain nya. Gue lah yang meminta bantuan Jihoon, Jake, dan Hyunjin hyung."


"Mereka bertiga adalah kakak kelas gue waktu SMP dulu. Dan gue menjadi adik kelas yang paling mereka sayangi." Jelas Jungwon.


"Terus gimana dengan game nya? Sudah selesai?" Tanya Asahi.

__ADS_1


"Game itu sudah berakhir. Lo, Hiyyih, Jaehyuk, Jihan, dan Winter menjadi pemain yang bertahan."


"Gue sengaja buat game itu berhenti karena kalian itu orang yang baik. Gue harap dengan ini permainan yang gue buat bersama Jihoon hyung dan yang lain nggak akan terulang lagi."


__ADS_2