Bloody Game

Bloody Game
Chapter Twenty


__ADS_3

"Lah terus itu siapa??" Tanya Junghwan.


"Itu dia, perempuan jelek yang dilihat Minju di aula malam itu."


"Hah?!" Kaget Junghwan dan Jihoon.


"Kok dia bisa masuk kesini?? Nyasar?" Tanya Junghwan dan langsung mendapat pukulan dari Zoa.


"Ya ngikutin Minju eonni lah! Dia juga kan sudah jadi setan, bisa nembus dan gentayangan."


"Tapi biasanya kan yang gentayangan gitu terbatas kalau dia mau pergi-pergi, ini kenapa dia bisa nyelonong masuk??" Tanya Jihoon.


"Ya kalau gue hantu mungkin gue tau, gue kan manusia jadi nggak tau." Sewot Zoa yang langsung ditatap bete Jihoon.


"Udah deh, lebih baik kita bantuin Yoshi noh. Keknya dia sudah kehabisan akal buat ngelepas Minju dari Hyewon." Ujar Asahi.


Kemudian keempat orang yang menonton tadi langsung membantu Yoshi. Junghwan dan Jihoon membantu Yoshi menarik Minju dari Hyewon.


"Ah sial nggak ada cara lain selain ini." Junghwan langsung naik ke punggung Minju membuat Yoshi dan Jihoon melongo.


Junghwan menguyel-nguyel pipi dan wajah Minju membuat atensi Minju beralih ke dirinya.


Brak


Junghwan terlempar ke lemari.


"Wawan!" Teriak Zoa dan membantu Junghwan berdiri.


Minju mendatangi Junghwan dan Zoa melihat kesempatan itu Asahi meminta Yoshi dan Jihoon menjaga Hyewon yang hampir kehabisan nafas.


Asahi celingak-celinguk dan mengambil buku di meja belajar Minju.


Buk


Ia memukul kepala belakang Minju hingga Minju terjatuh dan pingsan.


Asahi langsung membawa Minju ke ranjang.


"Kenapa lo pukul?" Tanya Jihoon ke Asahi.


"Kalau nggak gue pukul nanti Wawan dan Zoa dalam bahaya, mau lo??" Tanya Asahi balik.


"Tapi kasihan Minju nya." Ucap Jihoon.


"Kasihan?? Punya juga lo perasaan hyung, gue pikir lo nggak akan kasihan sama Minju lagi." Sindir Asahi.


"Maksud lo ngomong begitu apaan?!" Emosi Jihoon tersulut.


"Lo pikir aja sendiri hyung, lo harusnya yang paling merasa bersalah di antara kita. Coba kalau lo nggak punya ide untuk ke sekolah malam itu, Minju pasti nggak akan seperti ini sekarang!!" Bentak Asahi dan beranjak pergi dari kamar.


"Hyung mau kemana?" Tanya Junghwan pelan.


"Keluar sebentar, gue titip Minju."

__ADS_1


Brak


Pintu kamar tertutup sangat keras.


"Asahi hyung kalau marah bahaya, gue jadi takut." Ucap Junghwan dan diangguki Zoa.


Kedua bocah itu menghampiri Minju.


"Kita berdua bakalan jaga Hyewon dan Minju eonni." Ucap Zoa.


"Kalau gitu gue juga mau jaga." Sahut Yoshi.


"Gue juga." Lanjut Jihoon.


Keempatnya duduk melingkar di bawah ranjang.


Di lain tempat Asahi menuju ke rumahnya.


Cklek


"Yo bro sudah pulang lo??" Tanya Jaemin yang merupakan salah satu sahabat dunia lain Asahi.


"Seungmin mana? Kenapa nggak bareng lo?" Tanya Asahi.


"Entahlah, gue nggak tau. Lo kayak nggak tau Seungmin aja, pergi tanpa bilang pulang langsung ngagetin." Balas Jaemin.


"Nanti kalau Seungmin sudah ada, gue mau bicara sama kalian berdua. Kasih tau ke Seungmin." Titah Asahi.


"Iya, nanti gue belikan baju baru deh."


"Yuhuuu dapat baju baru lagi!!" Seru Jaemin.


"Kalau gitu gue pergi dulu, jaga rumah baik-baik. Nanti gue akan kembali." Ucap Asahi dan keluar rumah.


Asahi memang tinggal sendirian dengan dua teman dunia lainnya.


Asahi kembali ke rumah Minju.


"Gimana? Minju dan Hyewon noona sudah sadar?" Tanya Asahi ke Junghwan yang lagi rebahan di sofa.


"Hyewon noona sudah sadar tapi Minju noona belum."


Asahi juga ikut duduk di sofa.


"Hyung." Panggil Wawan.


"Kenapa?"


"Gue bosan, jalan-jalan yuk." Pinta Junghwan.


"Lo sama Zoa sana, gue nggak mood jalan-jalan."


"Boleh nih??"

__ADS_1


"Hm iya, tapi jangan lama pulangnya." Titah Asahi.


Junghwan pun mencari Zoa dan mereka berdua keluar rumah untuk kencan.


"Dasar bocah."


Yoshi dan Jihoon keluar kamar. Asahi tidak berniat menegur Jihoon, masih emosi.


"Gue nggak bakalan marah sama hyung kalau hyung waktu itu dengerin gue, tapi sayangnya hyung lebih milih keegoisan hyung itu dan menyebabkan kita semua terutama Minju jadi target mereka."


Jihoon terdiam, ia menghela nafas.


"Ya udah maafin gue. Gue memang salah." Sesal Jihoon.


"Udahlah hyung, nggak berguna juga. Memang benar kata orang, penyesalan selalu di akhir." Asahi melewati Jihoon dan masuk ke kamar Minju.


Junghwan dan Zoa saat ini berada di taman. Bukan tanpa alasan, sebenarnya mereka keluar rumah bukan untuk kencan melainkan bertemu seseorang.


"Jadi gimana?? Dia jadi datang kan??" Tanya Zoa ke Junghwan.


"Iya, katanya kita tunggu disini."


Tak lama datanglah Bomin dkk.


"Eh ada apa kalian manggil kita bertiga kesini??" Tanya Bomin.


"Gue mau kasih lihat sesuatu sama kalian." Ucap Junghwan dan mengeluarkan sebuah foto.


Jaehyuk, Han, dan Bomin melihat foto itu sempat terdiam.


"Darimana lo dapat foto ini Wan?" Tanya Jaehyuk.


"Dari ruang seni, pas gue dan Zoa cari Minju noona disana gue malah temuin ini."


"Ruang seni? Jangan bilang Jeongin yang sengaja kasih ini ke kalian??" Tebak Han.


"Bisa jadi."


"Kalian bertiga tau nggak siapa yang di foto itu?" Tanya Junghwan.



"Em kami tau." Ucap Bomin.


"Yang ujung kiri perempuan itu kalian pasti tau kan kepala sekolah kita namanya Sakura, di tengah itu teman kelas gue, Jihoon dan Yoshi namanya Jeno, dan samping kanan cowok itu namanya Jaemin sahabat kecilnya si Jeno." Jelas Bomin.


"Jaemin itu beda kelas dengan Jeno tapi mereka main tiap hari. Kalau nggak Jeno yang ke kelas gue, Jaemin yang  ke kelas Jeno." Tambah Han.


"Btw kalian sudah kasih tau soal foto ini ke Jihoon dan yang lain??" Tanya Jaehyuk.


"Sudah, mereka cuma kenal Jeno dan Sakura. Makanya gue hubungi kalian bertiga, siapa tau kalian kenal gitu sama orang di samping Jeno itu."


"Lah perasaan Jihoon dan Yoshi kenal deh sama Jaemin, kenapa malah bilang nggak kenal??" Bingung Bomin.

__ADS_1


__ADS_2