Bloody Game

Bloody Game
Chapter Thirteen


__ADS_3

Jaehyuk, Hiyyih, Jihan, dan Winter datang menjenguk Asahi di rumah sakit sekolah mereka. Rumah sakit Deon School.


"Kapan dia sadar?" Tanya Jaehyuk memandang Asahi yang masih tidur pulas.


"Apa kata dokter? Ada perkembangan nggak Jae?" Tanya Hiyyih.


"Belum ada. Masih sama seperti dulu."


"Kalian berdua jangan makan saja kerjanya!" Omel Jaehyuk ke Winter dan Jihan yang sedang makan buah.


"Yah kan daripada buahnya mubazir nggak dimakan sama Asahi mendingan sama kita berdua. Iya nggak Han?"


"Iya betul itu." Balas Jihan masih mengunyah buah apel.


"Jungwon sudah tenang nggak disana? Gue harap dia nggak bawa Asahi pergi Hiyyih." Jaehyuk memandang foto Jungwon.


Flashback on


"Asahi!" Teriak Jaehyuk.


Saat itu, Asahi jatuh pingsan dan tidak langsung diobati Winter.


"Sepertinya game ini sudah cukup dimainkan. Selesaikan saja semuanya Hoon hyung!" Teriak Jungwon.


Hiyyih, Jihan, Winter, dan Jaehyuk bingung dengan sikap Jungwon. Tidak ada yang merespon Jungwon dari balik speaker.


Kemudian, Jihoon dkk datang.


"Lo yakin mau selesaikan semuanya?" Tanya Jihoon ke Jungwon.


"Yah. Gue mau."


"Maksud kalian berdua apa?" Tanya Hiyyih.


"Gue yang buat game ini. Bersama dengan mereka bertiga." Ungkap Jungwon membuat semuanya terkejut kecuali Asahi yang masih tidur.


"Tujuannya apa? Lo punya masalah sama kita semua?" Tanya Hiyyih.


"Nggak semua. Lebih tepatnya hanya untuk orang-orang yang tidak percaya sama gue waktu itu." Balas Jungwon.


"Percaya soal apa?" Tanya Jihan.


"Waktu itu, gue dituduh menggoda pacar Guanlin. Wonyoung padahal gue nggak pernah suka sama Wonyoung, gue sukanya sama orang lain."


"Beomgyu, Guanlin, Sungchan adalah orang yang paling gue benci! Mereka bertiga tidak menyukai gue yang dekat dengan Wonyoung. Karena itu mereka merencanakan semuanya untuk memfitnah gue supaya gue dibenci oleh satu sekolah!"


"Semuanya waktu itu percaya dengan kata-kata mereka bertiga. Termasuk Soojin dan Somi. Di kelas gue juga nggak ada lagi yang mau dekat sama gue. Jinwoo, Jaehee, dan Haruto yang awalnya selalu bermain sama gue jadi menjauh dari gue."


"Gue benci dengan mereka semua!"


"Terus kenapa lo nggak benci sama kita juga? Bukannya gue, Asahi Jaehyuk dan Sungchan sekelas? Hiyyih dan Jihan juga sekelas dengan Ruto." Ucap Winter.


"Saat rumor itu beredar, Asahi belum datang sebagai murid pindahan. Jaehyuk juga tidak peduli dengan rumor itu karena sibuk belajar, lo sendiri kan sama dengan Jaehyuk Win."


"Hiyyih dan Jihan kalian masih mau berteman dengan gue waktu itu. Jeongwoo juga masih setia sama gue, makanya kalian bertiga nggak pernah gue benci. Gue masukin kalian cuma untuk menambah pemain."


"Dan gue menyesal sekarang karena sudah membuat Jeongwoo pergi." Jungwon menunduk.


"Apa karena itu lo membuat Wonyoung yang pertama mati?" Tanya Jaehyuk.


"Tidak. Untuk urutan yang dibunuh itu diatur oleh pembunuhnya, bukan dari gue dan Jihoon hyung."


"Jadi Jaehee dan Jinwoo membunuh semua orang kecuali kami berlima?" Tanya Jihan.

__ADS_1


"Tidak semua. Seperti yang Jinwoo bilang, dia dan Jaehee tidak membunuh semua orang. Soojin dibunuh Asahi dan Jinwoo juga dibunuh Asahi."


"Kenapa begitu?" Tanya Jaehyuk.


"Untuk alasannya gue nggak tau. Tapi kalau untuk membunuh Jinwoo gue rasa karena Asahi marah Jinwoo membunuh Jeongwoo." Pikir Jungwon.


"Karena sekarang permainan telah berakhir kalian akan diantar pulang oleh Jihoon hyung, Hyunjin hyung, dan Jake hyung."


"Terus gimana dengan lo?" Tanya Jaehyuk.


"Sudah waktunya gue pergi. Dendam gue sudah terbalaskan." Kata Jungwon.


"Hah? Pergi kemana?" Tanya Jaehyuk lagi.


"Ke dunia lain. Dunia gue sudah berbeda dengan kalian." Balas Jungwon.


Jaehyuk, Jihan, Hiyyih, dan Winter kaget.


"Kaget yah? Hahaha, mereka bertiga juga awalnya ketemu gue kaget kok." Kata Jungwon melirik Jihoon dkk.


"Apa alasan lo mati?" Tanya Jaehyuk.


"Lo nggak boleh nanya alasan gue mati. Dan gue nggak mau bilang cara gue mati di depan kalian." Balas Jungwon.


"Jungwon nggak suka ditanya-tanya. Diam dan lanjutkan kehidupan kalian saja di luar nanti." Ucap Jihoon.


Jungwon menghilang dengan tiba-tiba.


"Yuk pergi. Nggak ada yang perlu dilakukan lagi disini." Kata Jake.


Jihoon dkk mengantar Hiyyih, Jihan, Jaehyuk, Winter, dan Asahi ke rumah sakit sekolah.


"Sepertinya Asahi akan koma." Ucap Hyunjin.


"Gue mau nanya." Kata Hiyyih.


"Kenapa Jungwon bisa mati?" Tanya Hiyyih.


"Karena dia tertekan. Di sekolah nggak ada yang percaya dengan nya lagi."


"Bukannya gue, Hiyyih, dan Jeongwoo ada?" Tanya Jihan.


"Iya sih. Gue juga bingung sama anak itu."


"Kenapa kalian membantu Jungwon?" Tanya Hiyyih.


"Karena kami kakak kelas yang sayang dengan dia. Waktu itu kami belum terima kematian Jungwon."


"Kenapa nggak ada berita kematian Jungwon tersebar ke sekolah?"


"Itu karena kami bertiga meminta mama Jungwon untuk merahasiakan nya."


"Ada lagi nggak?" Tanya Jake.


"Bagaimana dengan anak-anak yang sudah mati di permainan itu?"


"Nanti biar gue, Hyunjin, dan Jake yang urus. Kalian jalani kehidupan dengan baik saja."


Flashback off


"Gue masih penasaran dengan orang yang disukai Jungwon. Menurut lo siapa Hiyyih?" Tanya Jihan.


"Mungkin gue kali." Pede Hiyyih.

__ADS_1


"Yeh kepedean banget lo." Jihan memasukkan apel ke mulut Hiyyih.


"Makan tuh apel!"


Hiyyih kesal, ia ingin membalas Jihan dan berakhir dengan kejar-kejaran.


Perlahan jari Asahi tergerak. Sontak Winter heboh dan memberitahu ke Jaehyuk.


"Nggak usah heboh Win! Ini rumah sakit tau!"


"Eh maaf Jae. Gue kan cuma senang kalau Asahi kembali sadar."


"Jae." Panggil Asahi.


"Lo sudah sadar?"


"Dimana ini?" Tanya Asahi.


"Rumah sakit sekolah kita."


"Kalian cuma berdua? Dimana Hiyyih dan Jihan?"


"Kami disini!" Seru Jihan.


Asahi tersenyum manis.


"Maafin gue karena sudah membunuh Soojin Han. Sebenarnya alasan gue bunuh dia karena Soojin dan gue pernah pacaran. Saat gue pergi ke Jepang, kami berdua nggak lama putus."


"Gue mencari tau alasan kenapa Soojin meminta putus ke gue. Dan yang membuat gue kaget karena dia berpaling dari gue ke Sungchan."


"Saat itu penyakit gue kambuh."


"Maksud lo penyakit psikopat?" Tebak Jaehyuk.


"Lo kok-"


"Kami semua sudah tau Sahi. Dan kami nggak bisa marah dengan lo."


"Yang terpenting sekarang lo sudah sadar, gue harap sekarang lo mau menjalani kehidupan normal lagi Sahi. Lo mau kan?"


"Iya. Gue akan coba Jae."


"Oh iya tentang Jungwon gue sudah tau. Dia dan gue sempat berbicara." Sahut Asahi tiba-tiba.


"Kapan kita pergi ke makam Jungwon Jae?" Tanya Asahi.


"Besok."


"Kapan lo nyatakan perasaan lo ke Winter?"


"Besok." Ceplos Jaehyuk membuat Winter dan yang lain syok.


"Hah?? Lo bilang apa tadi Sahi?" Tanya Jaehyuk gelagapan.


"Lo kan suka sama Winter sejak dulu. Kenapa nggak tembak aja sih?" Tanya Asahi dengan wajah datarnya.


Jaehyuk malu begitupun dengan Winter.


"Aduh gue masih jomblo nih. Lihat situasi dong." Kata Hiyyih.


"Tau nih! Gue juga masih jomblo." Timpal Jihan.


"Ya udah kalian berdua sama gue saja." Celetuk Asahi.

__ADS_1


Hiyyih dan Jihan kaget. Mereka melempar bantal ke wajah Asahi.


"Makan tuh bantal!"


__ADS_2